DUKUNGAN DOA : 1.Bangsa & Negara, 2.Presiden, Wakil Presiden dan aparat pemerintah, 3.Gereja-gereja di Indonesia, 4. Kesatuan hati MJ/BP/Aktifis dan kerinduan umat utk melayani , 5. Mereka yang mengalami kelemahan tubuh dan pergumulan, 6. Panitia Pembangunan Gedung Ibadah, 7 Pelaksanaan Progpel 2019-2020, 8. Panitia Natal 2019.

Print

Pengendalian diri

PengendalianDiri

Amsal25: 28 : Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.

Penguasaan diri atau pengendalian diri adalah salah satu aspek dari buah Roh yang tertulis di Galatia 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” 

Penguasaan diri adalah kemampuan Ilahi yang diberikan Tuhan kepada orang percaya: merupakan ketetapan hati serta pikiran untuk menahan dan mengendalikan dirinya agar ia bereaksi, berbicara, berpikir dan bertindak sesuai dengan firman Tuhan.

Penguasaan diri bisa juga diartikan sebagai sikap kehidupan yang tegas, baik terhadap orang luar maupun terhadap diri sendiri dan juga terhadap keinginan-keinginan duniawi. Ketika kita tahu sesuatu itu salah, kita harus tegas terhadap diri sendiri dan berkata: tidak!  Jadi, ketika kita berbicara mengenai penguasaan ini kita berbicara mengenai dua hal yaitu berlatih dan berjuang.  Alkitab menyatakan,  "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Amsal 16:32);  sebaliknya, orang yang tidak dapat mengendalikan diri seperti kota yang roboh temboknya.  Kata tembok tidak hanya berbicara mengenai batasan suatu wilayah, namun juga bisa diartikan sebagai keamanan dan ketenangan.  Ketika tembok tegak berdiri, tembok tersebut berfungsi untuk memberikan keamanan;  tapi jika tembok itu roboh, siapa pun yang tinggal di dalam kota itu pasti tidak akan merasa aman dan tenang lagi. Kota yang roboh temboknya akan dengan mudah diporakporandakan oleh musuh. Begitu juga seseorang yang memiliki karunia yang luar biasa:  pelayanan atau karir yang diberkati Tuhan, namun tidak dapat menguasai diri, maka Iblis akan dengan mudah menyerang hidupnya berkali-kali.

Kita harus bisa menguasai diri; dalam hal apa?  

1. Emosi.  Jika emosi seseorang tidak terkendali akan menimbulkan pertengkaran.  "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya."  (Amsal 29:22).  

2. Ucapan.  Menguasai diri dalam hal ucapan adalah penting sekali, karena  "...barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya."  (Yakobus 3:2).  Hendaknya ucapan atau perkataan kita sesuai dengan firman Tuhan.  

3. Hawa nafsu.  Ingat!  Nafsu yang tidak terkendali dapat berakhir dengan perbuatan dosa.  Karena itu,  "...matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi,..."  (Kolose 3:5).

Tanpa penguasaan diri, apa pun yang kita kerjakan tidak akan berhasil!

-Dikutip dari Renungan Air Hidup - (HAR)

 

 

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata - Cibubur
Bogor 16968
Telp : 021 8493 6167
Fax : 021 8493 0768
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 
Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA  : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528

Selengkapnya

Statistik Pengunjung

Hari iniHari ini31
KemarinKemarin617
Minggu iniMinggu ini1624
Bulan iniBulan ini6852
Total PengunjungTotal Pengunjung465082
Pengunjung Online 26