DUKUNGAN DOA : 1.Bangsa & Negara, 2.Presiden, Wakil Presiden dan aparat pemerintah, 3.Gereja-gereja di Indonesia, 4. Kesatuan hati MJ/BP/Aktifis dan kerinduan umat utk melayani , 5. Mereka yang mengalami kelemahan tubuh dan pergumulan, 6. Panitia Pembangunan Gedung Ibadah, 7 Pelaksanaan Progpel 2019-2020, 8. Panitia Natal 2019.

Print

Apakah saya berani

Apakah saya berani?

(Markus 8 : 31 - 38)


”He is no fool who gives what he cannot keep to gain that which he cannot lose.” Jim Elliot
(Bukanlah orang bodoh seseorang yang menyerahkan apa yang tak dapat disimpannya demi mendapatkan apa yang mungkin bisa hilang darinya)

Jim Elliot meninggal sebagai martir pada usia 28 tahun di Ecuador ketika mengabarkan Injil kepada Indian suku Quichua dan Aucas, buku-buku tentang kehidupan Elliot ditulis oleh istrinya, Elisabeth Elliot, telah memicu gelombang pengiriman ribuan penginjil ke ladang-ladang penginjilan dan menggelorakan api semangat pengabdian bagi Allah. Ia adalah seorang Kristen yang penuh keberanian, memusatkan perhatiannya hanya untuk menyenangkan hati Allah, bukannya manusia.

Jim Elliot setelah mencari banyak cara akhirnya beberapa kali berhasil berkomunikasi dengan Indian suku Aucas. Namun tak lama dari kejadian itu, pada th 1956 dia bersama 4 orang rekannya dibunuh oleh orang Aucas yang terkenal ganas, namun Elizabeth Elliot, istrinya, bersama istri istri misionaris tersebut tanpa gentar ataupun dendam, melanjutkan pelayanan penginjilan mereka kepada suku Aucas dan memenangkan banyak jiwa mereka bagi Tuhan. Kisah penginjilan ini ditulis dengan begitu indah di buku Shadow of the Almighty (Di Bawah Naungan Yang Maha Kuasa)

Mungkin kita tidak terpanggil untuk melayani di ladang penginjilan seperti Jim Elliot, akan tetapi setiap orang Kristen dipanggil untuk masuk ke dalam suatu pertualangan iman yang menyenangkan yaitu memahami dan menjalankan kehendak Allah. Inilah panggilan keberanian di dalam kehidupan kekristenan – menjadikan Allah sebagai pusat dari setiap tindakan, pikiran dan perbuatan anda.

Keberanian mendengar panggilan Tuhan seringkali tidak mudah kita jalani karena kita lebih mengikuti pertimbangan kita dibanding mendengarkan panggilan Allah. Kita lebih mengedepankan keinginan pribadi kita dibanding tunduk kepada Allah yang kita akui sebagai pusat kehidupan kita. Kita lebih menuruti ketakutan kita dibanding bersandar kepada kemahakuasaanNya. Keberanian kita terhalang oleh perhitungan untung rugi dan kita takut “kehilangan” sesuatu demi melayani Tuhan

Salib Kristus memungkinkan kita dengan penuh keberanian datang masuk ke tempat kudus Allah (Ibr 10:19). Pengorbanan yang kita lakukan untuk Yesus tidak pernah akan sebanding dengan pengorbananNya untuk kita. Pelayanan kita belum sampai ke pengorbanan jiwa kita. Kehilangan waktu kita untuk pelayanan tidaklah sebanding dengan pemeliharaanNya 24 jam terhadap hidup kita. Bukankah kita yakin ketika Tuhan memanggil kita melayani akan melengkapi kita untuk itu?

Ketika kita memberanikan diri keluar dari zona nyaman kita untuk melayani Tuhan, karya Tuhan akan lebih nyata bagi kita. Kita akan merasakan sendiri bagaimana pertolongan Tuhan nyata bagi kita senantiasa. Ketika di tengah kesibukan rutinitas kita kita mencoba tetap memberi waktu untuk melayani Tuhan, kita akan merasakan sendiri bagaimana Tuhan nyata memampukan kita menyelesaikan segala sesuatunya. Ketika kita kekurangan tetapi kita mencoba tetap memberi untuk pekerjaan Tuhan kita akan menyaksikan sendiri Tuhan mampu menolong kita. Namun ketika kita melayani Tuhan dengan perhitungan kemampuan kita, kita tidak mendapat kesempatan menyaksikan karya luar biasa Tuhan menolong kita. Ketika Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia karena Tuhan Yesus membicarakan penderitaan (Mrk 8: 32-33), ternyata pikiran Petrus sedang dikuasai Iblis yang hendak membatasi karya Yesus. Tuhan memberikan kemampuan besar kepada kita namun terkadang pikiran kitalah yang membatasinya

Jika umat Tuhan berani mendengar suara Tuhan, mengikuti panggilanNya, gereja tidak kekurangan pelayan, sekolah minggu tidak kekurangan guru, pengurus komisi tidak sulit dicari dan Injil Tuhan akan tersebar ke seluruh penjuru dunia.
Panggilan kita adalah untuk berani mendengar, berani taat dan berani menjawab “Ya” atas penggilanNya.

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku”. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya (Mrk 8:34-35) -NMM

 

 

 

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata - Cibubur
Bogor 16968
Telp : 021 8493 6167
Fax : 021 8493 0768
Email : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
 
Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA  : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528

Selengkapnya

Statistik Pengunjung

Hari iniHari ini32
KemarinKemarin617
Minggu iniMinggu ini1625
Bulan iniBulan ini6853
Total PengunjungTotal Pengunjung465083
Pengunjung Online 42