Hidup dengan damai

Hidup dengan damai ……

Ada suatu fenomena yang umum didapati di kawasan pemakaman, hampir semua batu nisan yang ada meski dengan bentuk yang berbeda namun ada kesamaan kalimat yang terukir pada batu bisan tersebut. Kalimat itu ialah “Rest in Peace (RIP) Istirahat Dalam Damai”. Bagi kita yang pernah berkunjung ke makam di luar negeri tetap akan menemukan pemandangan yang sama. Umumnya orang lebih tertarik mengukir dalam bahasa inggris walaupun ada juga yang menggunakan bahasa setempat.

Pernahkan kita merasa bertanya-tanya dalam hati sehubungan dengan kesan ini, apa latar belakang pengukiran kalimat pendek yang amat bermakna itu di atas pusara seseorang yang telah meninggal? Apakah orang yang telah meninggal mengerti arti damai, sedangkan Alkitab katakan bahwa mereka yang telah meninggal tidak tahu lagi apa-apa. Atau apakah sesudah meninggal baru bisa damai?

Yang lebih menggelitik lagi, tidak menjadi soal apa penyebab kematian seseorang, jika sudah dikuburkan salib atau batu nisannya selalu bertulisan “rest in peace-istirahat dalam damai.” Saya pernah ikut mengantarkan ke pemakaman anak seorang sahabat. Meninggal akibat perkelahian antar gang, karena memang nakal. Masih segar dalam ingatan saya, kalimat yang sama terukir di batu nisan orang tersebut dengan huruf-huruf yang indah. Bukankah kita akan selalu bertanya, apa sesungguhnya makna tulisan itu? Sudah barang tentu tidak ada yang salah dalam pemakaian kalimat seperti îtu di atas batu nisan ataupun salib orang-orang yang telah berbaring di liang kubur. Akan tetapi hendaknya kenyataan itu harus menggiring pemikiran kita ketika berupaya mencari damai maupun menciptakan damai dalam hidup ini.

Terbukti dari banyaknya image orang masa kini sehubungan dengan penempatan kalimat tersebut, dengan Iman penglihatan muncul slogan-slogan seperti ini, “Why should we only rest in peace, why don’t we live in peace too, Mengapa harus sesudah mati (rest) baru damai, mengapa tidak damaî juga ketika masih hidup. Malahan ada yang lebih ekstrim menulis seperti ini, “Why can’t we live in peace too-Mengapa kita tidak dapat hidup dalam damai juga.” Menurut kelompok ini damai itu seolah-olah “can’t” atau tidak dapat terjadi lagi di hidup dengan kata lain itu hanya ada setelah mati.

Meskipun ini belumlah universal, namun kita akui bahwa menciptakan hubungan damai ditengah masyarakat sekarang sepertinya sulit dan mahal harganya. Hanya demi sebungkus nasi ditambah sedikit uang, rela meninggalkan pekerjaan untuk melakukan sesuatu yang jelas-jelas merusak perdamaian. Hanya disebabkan iri hati dan kecemburuan, tega menghabisi nyawa orang lain bahkan belahan jiwanya sendiri. Tidak jarang orang-orang yang tinggal bersebelahan rumah atau berhadapan tidak akrab malah bermusuhan karena perkara-perkara yang sepele. Tembok rumah ibadah pun kelihatannya tidak mampu membendung sifat-sifat itu, sehingga dikalangan sesama umat bisa terjadi pertentangan bahkan perkelahian.

Marilah kita perhatikan bagaimana Alkitab mendefinisikan arti kehidupan damai dengan amat sederhana dan sesungguhnya amat mudah dipahami.
“Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka (1 Tesalonika 4:11-12).

Hanya ada empat elemen “damai” yang mujarab menurut firman Tuhan, dengan khasiat yang tidak diragukan Pertama, hidup tenang, bukankah semua orang mendambakan ketenangan, namun jangan lupa untuk memperolehnya. Kedua, urusi persoalan sendiri, jangan pernah mencampuri urusan orang lain. Ketiga, bekerjalah dengan tangan sendiri. tidak lain tujuannya agar kita sibuk mengisi waktu. Keempat, hiduplah dengan sopan dimata semua orang. Mari kita ingat bahwa segi kesopanan ini menyangkut semua aspek moral, apakah itu tutur kata, penampilan, maupun sikap.

Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. (Roma 13:13). Itulah jaminan hidup damai bersama semua orang, meskipun berdampingan ditengah-tengah keanekaragaman perbedaan. (VLM)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEBAKTIAN MINGGU (HIJAU)

LITURGI SESEHARI

Roma 12:1-2

Kebaktian 21 Juli 2024 Pdt.Debora Rachelina S. Simanjuntak

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus mengajak kita untuk memahami bahwa ibadah bukan hanya tindakan yang dilakukan di dalam gereja, tetapi juga merupakan kehidupan sehari-hari kita. Joas Adiprasetya, dalam tulisan dan pemikirannya, sering menekankan konsep ini dengan istilah “liturgi sesehari.” Ini adalah panggilan untuk menghidupi iman kita dalam setiap aspek kehidupan, menjadikan setiap tindakan kita sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan.

1. Persembahan yang Hidup:

Paulus menyatakan bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup. Ini berarti setiap tindakan, setiap keputusan, dan setiap langkah yang kita ambil harus mencerminkan dedikasi kita kepada Tuhan. Bagaimana kita bekerja, bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, bahkan bagaimana kita merawat diri kita sendiri merupakan bagian dari persembahan ini.

2. Pembaharuan Budi:

Hidup sebagai ibadah juga menuntut pembaharuan budi. Joas Adiprasetya sering kali mengaitkan ini dengan proses kontemplasi dan refleksi pribadi yang mendalam. Kita diundang untuk selalu merenungkan firman Tuhan, membiarkan kebenarannya meresap dan mengubah cara kita berpikir. Pembaharuan budi berarti kita tidak lagi berpikir menurut pola dunia ini, tetapi menurut kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna.

3. Hidup dalam Labirin Kehidupan:

Joas Adiprasetya sering menggambarkan hidup sebagai sebuah labirin. Di dalam perjalanan hidup ini, kita sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang kompleks dan jalan yang berliku. Namun, dengan menjadikan setiap langkah kita sebagai bagian dari liturgi sesehari, kita bisa menemukan makna dan tujuan yang sejati. Dalam labirin kehidupan, pembaharuan budi membantu kita untuk tidak tersesat dan tetap berada dalam kehendak Allah.

Aplikasi Praktis:

  • Mulailah Hari dengan Doa: Setiap pagi, dedikasikan tubuh dan pikiran Anda kepada Tuhan. Mohonlah agar Dia membimbing setiap langkah Anda sepanjang hari.
  • Refleksi Malam: Sebelum tidur, luangkan waktu untuk merenungkan hari yang telah berlalu. Tanyakan pada diri sendiri bagaimana Anda telah mempersembahkan hidup Anda sebagai ibadah kepada Tuhan.
  • Perbuatan Kasih: Jadikan setiap interaksi sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih Tuhan. Baik di rumah, tempat kerja, maupun di jalan, biarkan tindakan Anda mencerminkan kasih Kristus.
  • Pembacaan Firman: Sediakan waktu khusus setiap hari untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Biarkan kebenarannya memperbarui cara berpikir dan bertindak Anda.

Dengan menjalani liturgi sesehari, kita mengubah setiap momen dalam hidup kita menjadi bagian dari ibadah yang sejati. Kita tidak lagi melihat ibadah sebagai kegiatan yang terbatas pada hari Minggu di gereja, tetapi sebagai hidup yang terus-menerus dipersembahkan kepada Tuhan dalam segala aspek dan situasi.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

280960
Users Today : 452
Users Yesterday : 601
This Month : 15180
This Year : 108722
Total Users : 280960
Who's Online : 4