Hidup di dalam Roh

HIDUP DI DALAM ROH

  Minggu, 7 Desember 1941, pangkalan militer Amerika di Hawai (Pearl Harbour) dihancurkan oleh Jepang. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berada di dalam peperangan. Ini merupakan gambaran yang tepat untuk melukiskan keadaan orang Kristen di sepanjang masa: tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam keadaan perang. Kelengahan seperti itulah yang seringkali digunakan oleh iblis untuk menjatuhkan kita.

   Peperangan apa yang terjadi di dalam diri kita? Peperangan antara keinginan daging dan keinginan Roh. “Sebab keinginan
daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging-karena keduanya bertentangan. Keinginan Roh ingin mengarahkan hidup kita pada kehendak Allah; tapi keinginan daging  ingin membawa kita hidup dalam hawa nafsu dan dosa. Keinginan daging ini menggoda, membujuk dan menyeret kita untuk hidup seperti manusia lama.

   Keinginan daging ini adalah bagian yang nyata dalam kehidupan kita meskipun kita sudah diciptakan baru dalam kristus. Keinginan daging itu masih bergelora di dalam diri kita. “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Paulus membaginya menjadi tiga bagian:

  1. Dosa yang berkaitan dengan penyimpangan seksual. Dampaknya: rusaknya kehidupan rohani kita, pernikahan dan moralitas. Manusia memandang tubuh sesamanya sebagai obyek pemuasan nafsu seks, bukan lagi sebagai gambar dan rupa Allah. Bukankah banyak kasus perselingkuhan terjadi pada masa kini? Bukankah banyak penyimpangan prilaku seksual (gay dan lesbian) pada masa kini? Semuanya berawal dari keinginan daging yang merusak diri dan keluarga kita.
  2. Dosa yang berkaitan dengan ibadah. Dampaknya: manusia tidak lagi menempatkan Allah sebagai pusat hidup dan ibadah. Manusia menggantikannya dengan sesuatu yang menyerupai Allah. Bukankah banyak orang yang beribadah tapi pikirannya dipenuhi dengan mamon? Allah hanyalah dipandang sebagai media, tapi tujuan utamanya adalah uang. Bukankah ada orang-orang Kristen, ketika bergumul, justru mendatangi orang-orang pintar untuk meminta pertolongan pada mereka? Allah telah digeser dari tempat yang utama.
  3. Dosa yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesamanya. Keinginan daging merusak hubungan di antara manusia. Jika dosa-dosa ini dibiarkan terus menerus terjadi, apakah yang akan terjadi dengan kekristenan? Begitu banyak pelayanan dan sinode yang pecah! Sumbernya dari mana? Keinginaan daging yang menguasai

  Mengapa keinginan daging masih aktif dalam diri orang percaya? Kita haruslah menyadari bahwa ketika kita bertobat, keinginan daging itu tidaklah lenyap. Keinginan daging masih ada  di dalam diri kita. Karena itu, keinginan daging masih terus ingin menyeret dan menjatuhkan kita.

  Jika demikian, apa perbedaan antara sebelum bertobat dengan setelah bertobat, bila seorang Kristen berbuat dosa? Sebelum bertobat, ketika kita berbuat dosa, maka kita menikmatinya tanpa ada perasaan bersalah. Tapi setelah bertobat, ketika kita jatuh dalam dosa, kita tidak lagi menikmatinya. Sebaliknya, justru ada perasaan bersalah. Inilah yang harus kita sadar.

   Bagaimana kemenangan itu bisa dicapai?  Paulus berkata, “hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Artinya:

Berjalanlah dengan Roh Kudus secara terus menerus. Ia yang akan menuntun kita dan mengingatkan kita akan firman Tuhan sehingga kita bisa berjalan seturut dengan kehendak-Nya setiap waktu. Karena itu, taatlah pada pimpinan-Nya. Jika hidup kita dipenuhi dengan hal-hal duniawi, maka kita cenderung akan mengikuti keinginan duniawi. Tapi, jika hidup kita dipenuhi dengan hal-hal yang rohani, maka kita cenderung akan mengikuti keinginan Roh.

Memandang pada Kristus, “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Hidup oleh Roh tidak dapat dilepaskan dari Kristus dan karya-Nya. Ketika kita percaya pada-Nya, maka hendaklah kita menyadari bahwa kita telah menyalibkan keinginan daging kita. Roh Kudus mengingatkan kita pada pengajaran Kristus, yakni: menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus. Menyangkal diri berarti menyangkal keinginan-keinginan daging. Roh Kudus akan menolong kita untuk mengikuti teladan Kristus.

     Keinginan daging sesungguhnya tidak memiliki kekuatan yang dahsyat. Keinginan daging hanya mengingatkan kita bahwa dosa-dosa di masa lalu itu nikmat. Seandainya kita menolak bayangan atau ingatan itu, maka kita tahu bahwa keinginan daging itu tidak memiliki kuasa apa-apa. Yang berkuasa dalam kita adalah Kristus dan Roh. Ia yang akan memampukan kita untuk menghadapi keinginan daging ini, sehingga kita dapat menikmati kemenangan demi kemenangan dan buah-buah Roh itu akan muncul di dalam diri kita. Hidup dipimpin Roh Kudus artinya Roh Kudus menjadi ‘pengarah’ jalan-jalan kehidupan kita. Roh Kudus yang memberitahu kemana kita harus melangkah dan keputusan apa yang kita harus ambil. Roh Kudus adalah Roh yang  hidup, aktif dan berbicara menunjukkan kebenaran dalam semua hal kehidupan.

Mari hidup dipimpin Roh Kudus sepenuhnya supaya kita beroleh hikmat, pengertian, nasehat, keperkasaan, pengenalan dan takut akan Tuhan. (DDT)

 

 

 

KEBAKTIAN MINGGU

MELEPAS KEMELEKATAN (BERSEDIA DIPERBARUI)

Kejadian 12:1-4a; Mazmur 121; Roma 4:1-5,13-17; Yohanes 3:1-17

Kebaktian 1 Maret 2026 oleh Pdt. Gordon S. Hutabarat

Pendahuluan

Seringkali, musuh terbesar dari pertumbuhan iman bukanlah dosa yang mencolok, melainkan kenyamanan yang statis. Kita cenderung melekat pada apa yang sudah kita kenal—kebiasaan lama, cara berpikir lama, atau zona nyaman yang membuat kita merasa aman. Namun, firman Tuhan minggu ini memanggil kita untuk satu hal yang radikal: Melepas Kemelekatan agar siap diperbarui.

Meninggalkan untuk Menemukan (Kejadian 12:1-4a)

Abram diminta meninggalkan tanah kelahirannya, sanak saudaranya, dan rumah ayahnya. Secara manusiawi, ini adalah perintah untuk melepaskan identitas dan jaminan keamanan. Mengapa? Karena Tuhan tidak bisa membentuk sesuatu yang baru jika Abram tetap melekat pada yang lama. Ketaatan Abram menunjukkan bahwa iman dimulai saat kita berani melangkah keluar dari apa yang kita genggam erat.

Bukan Hasil Usaha, Tapi Anugerah (Roma 4:1-5, 13-17)

Rasul Paulus mengingatkan bahwa Abraham dibenarkan bukan karena ketaatan hukum yang kaku (kemelekatan pada aturan), melainkan karena percaya kepada Allah. Terkadang kita “melekat” pada rasa bangga akan kebaikan diri sendiri. Kita merasa layak karena usaha kita. Namun, pembaruan sejati terjadi saat kita melepas ketergantungan pada diri sendiri dan sepenuhnya bergantung pada janji Allah.

Lahir Kembali: Transformasi Total (Yohanes 3:1-17)

Nikodemus adalah seorang yang sangat terpelajar, namun ia harus belajar “melepas” logika manusianya. Yesus menegaskan bahwa untuk melihat Kerajaan Allah, seseorang harus dilahirkan kembali. Lahir baru bukan sekadar perbaikan moral, melainkan perubahan hakikat oleh Roh Kudus. Seperti angin yang bertiup, kita tidak bisa mengontrol Roh, tetapi kita bisa berserah untuk dipimpin oleh-Nya.

Pertolongan yang Setia (Mazmur 121)

Melepaskan kemelekatan memang menakutkan. Namun, pemazmur memberikan jaminan: “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Saat kita melangkah menuju pembaruan, Tuhan tidak membiarkan kaki kita terantuk. Ia adalah Penjaga yang tidak terlelap.

Refleksi untuk Kita

  • Apa yang sedang saya genggam terlalu erat? Apakah itu kepahitan masa lalu, status sosial, atau cara pandang lama yang menghambat saya melihat karya Tuhan?

  • Siapkah saya diperbarui? Pembaruan seringkali menyakitkan karena ada bagian dari diri kita yang harus “mati” agar hidup yang baru bisa bertumbuh.

Melepas kemelekatan bukan berarti kehilangan segalanya; itu berarti mengosongkan tangan kita agar Tuhan bisa mengisinya dengan sesuatu yang jauh lebih mulia. Mari bersedia diperbarui, karena di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu dan yang baru telah datang.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1128430
Users Today : 762
Users Yesterday : 1158
This Month : 7642
This Year : 99688
Total Users : 1128430
Who's Online : 17