Kasih Allah

Kasih Allah

Kehidupan ini selalu berhubungan erat dengan kasih, mengasihi dan dikasihi seseorang dengan sepenuh hati adalah hal yang terindah dalam hidup. Kasih juga adalah karunia yang diberikan Tuhan kepada umat manusia untuk dapat dirasakan dan diterapkan dalam kehidupan, Seperti yang Tuhan Yesus perintahkan kepada kita orang percaya dalam Yohanes 13 : 34 “ Aku memberikan perintah baru, kepada kamu yaitu supaya kamu saling mengasihi sama seperti aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi “ tapi kadang dosa menghalangi kita untuk dapat melalukan perintah Tuhan dengan cara yang murni, manusia mengasihi dengan pamrih, aku akan mengasihi kamu Jikalau kamu mengasihi aku, aku mengasihi kamu jikalau kamu menguntungkan bagi ku. Aku mengasihi kamu jikalau kami baik dan memperhatikanku. Kasih seperti ini adalah kasih “ Jikalau “. Kasih yang dapat dilakukan oleh siapa saja, orang yang tidak percaya sekalipun dapat melakukannya. Berbagai macam cara dilakukan manusia agar dapat meraih keuntungan, kesuksesan, sehingga kasih itu tersamar bahkan tertutup oleh dosa. Seorang ibu yang seharusnya mengasihi anak kandungannya sendiri tetapi karena masalah ekonomi dapat menjual buah kasih sayangnya hanya karena tuntutan kehidupan. Seorang anak yang sangat dikasihi orang tuanya dididik di besarkan dengan penuh kasih sayang dapat menuntut bahkan memenjarakan ibu kandungannya sendiri hanya karena sebidang tanah warisan.

Lalu bagaimanakah kasih yang sesungguhynya …… ?
Marilah kita kembali pada kasih Allah yang luar biasa, yang selalu mengasihi manusia tanpa pamrih apapun atau tanpa “walaupun”. Manusia selalu dan selalu jatuh dalam dosa.

1. Kasih Allah “ tetap/kekal “ tidak pernah berubah.
Kasih Allah yang tetap dan terus menerus, tak pernah berhenti, kasih Allah kekal untuk seterusnya dan selamanya tidak akan pernah berubah, kasih manusia bisa berubah ketika kamu tidak lagi menguntukankan bagi ku, ketika kamu tidak lagi mengasihiku, ketika kamu tidak lagi memperhatikan ku, atau kasih ini akan berhenti ketika nafas dalam hidup inipun berhenti. Tapi kasih Allah tidak dapat dipengaruhi oleh apapun. Roma 8 : 38 – 39 “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Kasih Allah Tidak pernah berubah sekarang sampai selama – lamanya.

2. Kasih Allah sempurna.
Sempurna artinya lengkap, utuh, benar-benar. Kadang kita berpikir kalau kita kaya, sukses, sehat, maka kita akan berpikir bahwa kita diberkati oleh Tuhan, kita kikasihi oleh Tuhan. Jauhkan dalam pikiran kita kalau kita miskin, tidak berhasil, sakit penyakit yang selalu menggerogoti kita, maka kita beranggapan bahwa Tuhan Tidak mengasihi kita. Tuhan tidak dipihak kita. Tuhan jauh dari kita. Cobalah pandang salib Kristus itulah bukti dari kasih Tuhan yang besar dan paling sempurna dalam hidup kita. I Yohanes 4 : 12 “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita”.

2. Kasih Allah Total tanpa keraguan.
Kasih Allah yang total diberikan kepada manusia dengan memberikan anakNya yang tunggal Yesus Kristus, untuk mati diatas kayu yang kasar, guna menebus dosa manusia agar mamusia diangkat dari Lumpur dosa, Dia rela menyerahkan nyawanya demi dosa saudara dan saya. Yohanes 15 : 13 “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya”
Karya penebusan ini menghapuskan setiap dosa kita yang diakui dihadapanNya. Darahnya menyucikan dan melayakan kita untuk dapat datang ke hadiratNya dengan penuh keberanian.

Marilah kita mecontoh teladan kasih yang telah Tuhan Yesus berikan untuk kita agar kita mampu mengatasi setiap persoalan dan tantangan dunia ini sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita dipanggil untuk memiliki kasih. Standar kasih orang percaya lebih tinggi dari orang dunia. Tuhan menuntut kita untuk mengasihi secara total. Bukan hanya kepada orang yang berbuat baik kepada kita, tapi juga kepada musuh kita. Amin.

Tuhan Yesus memberkati (ymp)

 

 

 

 

Renungan Sepekan

Berdoa, Tekun Menanti dalam Kesatuan

Pendahuluan

Masa-masa menanti sering kali menjadi momen yang paling menguji iman kita. Di antara peristiwa Kenaikan Tuhan Yesus dan turunnya Roh Kudus (Pentakosta), para murid berada dalam ruang tunggu ilahi. Mereka tidak dibiarkan tanpa arah, melainkan diberi sebuah pola hidup yang krusial bagi gereja mula-mula—dan juga bagi kita hari ini: berdoa, tekun menanti, dan menjaga kesatuan.

Refleksi Firman

  • Ketekunan dalam Ruang Tunggu (Kisah Para Rasul 1:6-14) Ketika Yesus terangkat ke surga, para murid tidak pulang dengan rasa kecewa atau pasif. Mereka kembali ke Yerusalem, berkumpul di kamar atas, dan “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama”. Menanti janji Tuhan bukan berarti berdiam diri tanpa melakukan apa-apa. Menanti yang aktif adalah menanti yang diisi dengan doa yang tidak putus-putusnya.

  • Sukacita di Tengah Penantian (Mazmur 68:1-10, 32-35) Pemazmur mengingatkan kita bahwa Allah adalah Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda. Di dalam masa penantian yang mungkin terasa berat, Allah menyediakan hujan yang melimpah untuk memulihkan tanah milik-Nya yang gersang. Kekuatan kita bersumber dari memuji keagungan-Nya.

  • Ujian dan Kerendahan Hati (1 Petrus 4:12-14; 5:6-11) Menanti janji Tuhan sering kali beriringan dengan tantangan, bahkan penderitaan iman. Rasul Petrus mengingatkan agar kita tidak terkejut dengan “nyala api siksaan” yang menguji kita. Sebaliknya, kita dipanggil untuk merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, menyerahkan segala kekhawatiran kita, dan tetap waspada terhadap tipu muslihat si jahat.

  • Kesatuan yang Kudus (Yohanes 17:1-11) Dalam doa keimaman-Nya sebelum menuju salib, Yesus berdoa secara khusus untuk para murid-Nya: “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu… supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.” Kesatuan jemaat bukanlah pilihan, melainkan kerinduan terdalam Kristus. Kesatuan adalah benteng kita saat menghadapi dunia.

Aplikasi bagi Kita 

“Kesatuan tidak tercipta karena kita tanpa perbedaan, melainkan karena kita melipat tangan bersama dalam doa kepada Allah yang sama.”

Bagaimana kita menghidupi firman ini di tengah pergumulan hidup dan gereja saat ini?

  1. Jadikan Doa sebagai Napas Hidup: Jangan hanya berdoa saat keadaan mendesak. Bertekunlah dalam doa, baik dalam suka maupun duka.

  2. Rawat Kesatuan Jemaat: Jauhkan ego, kesombongan, dan perselisihan. Kristus menghendaki kita menjadi satu hati, satu jiwa, dan satu tujuan dalam memuliakan nama-Nya.

  3. Sabar dan Setia dalam Ujian: Jika saat ini Anda sedang menanti jawaban doa atau pemulihan dari Tuhan, tetaplah teguh. Singkirkan kekhawatiran dan percayalah bahwa Dia akan meninggikan kita pada waktunya.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1233868
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1233868
Who's Online :