Kasih Kristus yang besar

 

 

 

Kasih Kristus yang Besar

Filipi 2:8
“Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”

Minggu lalu, umat Kristiani akan merayakan dua peristiwa penting, kematian Yesus Kristus yang diperingati sebagai Jumat Agung dan kebangkitan-Nya yang dirayakan sebagai hari raya Paska. Terlepas dari perayaan yang dijalani atas dua peristiwa penting tersebut, sesungguhnya ada makna yang sepatutnya direnungkan oleh segenap umat Kristiani, yaitu pengorbanan terbesar yang dilakukan Allah untuk menebus umat manusia dari dosa.

Sebagai pengikut Kristus, kita telah memahami bahwa sejak manusia Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka karena dosa itu manusia tidak bisa lagi hidup dengan harmonis bersama Allah, sebab Allah itu mahasuci adanya dan tidak ada setitikpun dosa dapat diterima Allah. Manusia hidup dalam kekuatiran, kesulitan bahkan kuasa maut tidak bisa dilawannya. Keselamatan jiwa hilang, dan manusia sering tak berdaya ketika dosa menyerang.

Namun, sejatinya Allah adalah Tuhan yang amat mengasihi manusia, Allah telah menyiapkan jalan untuk menyelamatkan manusia yang dikasihi-Nya agar kembali harmonis dengan-Nya. Allah sendiri berinkarnasi menjadi manusia melalui Pribadi Anak, yaitu Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.

Mengapa harus Allah sendiri, meninggalkan segala kemuliaan surgawi dan menjadi manusia agar bisa menyelamatkan manusia? Sebab sejak manusia pertama berdosa, tidak ada satupun cara agar manusia dapat kembali layak di hadirat Allah. Meskipun sejak penumpahan darah pertama kali, ketika Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutup tubuh manusia, melambangkan dosa harus disucikan dengan tumpahnya darah, tetap saja pengorbanan-pengorbanan darah yang terjadi belum cukup sempurna untuk menuntaskan karya mulia Allah. Itulah sebabnya Allah perlu membuat diri-Nya menjadi manusia agar manusia bisa mengenal Dia juga sebagai Allah yang memahami semua kesulitan dan pergumulan hidup manusia.

Yesus Kristus dalam wujud sebagai manusia adalah Pribadi yang unik. Benar Dia adalah Allah dan karena itu Dia sanggup melakukan apapun di dalam sifat keilahiannya, tetapi Dia juga manusia, yang mengalami semua kesulitan yang dihadapi manusia pada umumnya. Dia adalah 100% manusia sekaligus 100% Allah. Yesus Kristus sebagai manusia juga pernah merasakan sangat ketakutan (Lukas 22:44). Suatu sifat yang amat manusiawi, dan kita juga bersyukur Yesus Kristus Sang Juru Selamat juga pernah mengalaminya. Jadi betapa Allah amat memahami semua yang dirasakan manusia, maka tak ada alasan lagi bagi kita untuk menolak kasih Allah di dalam Kristus.

Lalu di manakah letak utama keunikan Kristus? Ketika Kristus dalam wujud sebagai manusia, taat akan kehendak Bapa-Nya sampai mati di kayu salib. Ingat, bahwa saat itu Yesus Kristus adalah manusia, sama halnya seperti kita hanya Dia tidak pernah berbuat dosa. Bagaimana bisa seorang Pribadi yang tidak berdosa, mau saja taat untuk mati dengan cara yang paling hina? Suatu perilaku yang amat mustahil secara akal sehat manusia. Namun Kristus melakukannya. Dia memilih disalib, yang juga merupakan tema Paska 2016 GKI Kota Wisata

Ketika Kristus mati, darah-Nya tercurah untuk setiap manusia yang percaya kepada-Nya, sehingga darah Kristus itulah yang menghapus dosa-dosa manusia. Inilah pengorbanan terbesar yang Allah kerjakan melalui Anak-Nya yang tunggal karena kasih-Nya terhadap segenap manusia yang dikasihi-Nya. Nyawa Kristus sendiri diserahkan agar segenap manusia terbebas dari belenggu dosa. Pribadi Allah yang rela tinggalkan kemuliaan surgawi, menjelma menjadi manusia yang dihina sehina-hinanya ketika disalib hanya untuk menyatakan kasih-Nya. Ini sesuai yang disampaikan Rasul Paulus pada Filipi 2:8. Sebuah pengorbanan yang tak seorangpun manusia sebelum dan sesudah Kristus, sanggup melakukannya.

Tetapi bukan semata kematian Kristus membuat diri-Nya menjadi unik. Kebangkitan-Nya juga menjadi keunikan karena belum pernah ada satupun manusia di jagad ini yang kembali hidup dari kematian selain Kristus sendiri. Yesus Kristus bangkit setelah menang mengalahkan kuasa maut. Kristus bangkit sebagai lambang manusia dengan sifat Ilahi, dengan tubuh yang baru. Kebangkitan Kristus melambangkan kekuasaan mutlak Allah atas maut dan kekuatan maut telah dipatahkan oleh Kristus. Itulah sebabnya setiap manusia yang percaya dan menerima Kristus, berarti manusia itu tinggal di dalam Kristus dan tidak perlu lagi takut akan ancaman maut, karena maut tidak bisa lagi memisahkannya dari Allah.

Kita meyakini bahwa kematian dan kebangkitan Kristus merupakan satu paket utuh pengorbanan terbesar Allah atas nama kasih agape, untuk mengembalikan manusia, ciptaan yang amat dikasihi-Nya agar kembali memiliki relasi yang harmonis seperti ketika sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Sudah selayaknya setiap pengikut Kristus mewartakan paket pengorbanan terbesar ini kepada setiap manusia yang memerlukan keselamatan, sebagai penghargaan kepada karya termulia Allah di dalam diri Kristus. Betapa Tuhan Yesus sendiri haus akan iman kita kepada-Nya, ini agar kita telah percaya kepada-Nya selalu ada di dalam kasih-Nya, dan kita juga haus akan kasih Kristus dinyatakan di dalam hidup kita. Selamat Paska. (abt-dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

KEBAKTIAN MINGGU (HIJAU)

LITURGI SESEHARI

Roma 12:1-2

Kebaktian 21 Juli 2024 Pdt.Debora Rachelina S. Simanjuntak

Dalam suratnya kepada jemaat di Roma, Rasul Paulus mengajak kita untuk memahami bahwa ibadah bukan hanya tindakan yang dilakukan di dalam gereja, tetapi juga merupakan kehidupan sehari-hari kita. Joas Adiprasetya, dalam tulisan dan pemikirannya, sering menekankan konsep ini dengan istilah “liturgi sesehari.” Ini adalah panggilan untuk menghidupi iman kita dalam setiap aspek kehidupan, menjadikan setiap tindakan kita sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan.

1. Persembahan yang Hidup:

Paulus menyatakan bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup. Ini berarti setiap tindakan, setiap keputusan, dan setiap langkah yang kita ambil harus mencerminkan dedikasi kita kepada Tuhan. Bagaimana kita bekerja, bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, bahkan bagaimana kita merawat diri kita sendiri merupakan bagian dari persembahan ini.

2. Pembaharuan Budi:

Hidup sebagai ibadah juga menuntut pembaharuan budi. Joas Adiprasetya sering kali mengaitkan ini dengan proses kontemplasi dan refleksi pribadi yang mendalam. Kita diundang untuk selalu merenungkan firman Tuhan, membiarkan kebenarannya meresap dan mengubah cara kita berpikir. Pembaharuan budi berarti kita tidak lagi berpikir menurut pola dunia ini, tetapi menurut kehendak Allah yang baik, berkenan, dan sempurna.

3. Hidup dalam Labirin Kehidupan:

Joas Adiprasetya sering menggambarkan hidup sebagai sebuah labirin. Di dalam perjalanan hidup ini, kita sering kali dihadapkan pada pilihan-pilihan yang kompleks dan jalan yang berliku. Namun, dengan menjadikan setiap langkah kita sebagai bagian dari liturgi sesehari, kita bisa menemukan makna dan tujuan yang sejati. Dalam labirin kehidupan, pembaharuan budi membantu kita untuk tidak tersesat dan tetap berada dalam kehendak Allah.

Aplikasi Praktis:

  • Mulailah Hari dengan Doa: Setiap pagi, dedikasikan tubuh dan pikiran Anda kepada Tuhan. Mohonlah agar Dia membimbing setiap langkah Anda sepanjang hari.
  • Refleksi Malam: Sebelum tidur, luangkan waktu untuk merenungkan hari yang telah berlalu. Tanyakan pada diri sendiri bagaimana Anda telah mempersembahkan hidup Anda sebagai ibadah kepada Tuhan.
  • Perbuatan Kasih: Jadikan setiap interaksi sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih Tuhan. Baik di rumah, tempat kerja, maupun di jalan, biarkan tindakan Anda mencerminkan kasih Kristus.
  • Pembacaan Firman: Sediakan waktu khusus setiap hari untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Biarkan kebenarannya memperbarui cara berpikir dan bertindak Anda.

Dengan menjalani liturgi sesehari, kita mengubah setiap momen dalam hidup kita menjadi bagian dari ibadah yang sejati. Kita tidak lagi melihat ibadah sebagai kegiatan yang terbatas pada hari Minggu di gereja, tetapi sebagai hidup yang terus-menerus dipersembahkan kepada Tuhan dalam segala aspek dan situasi.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

280984
Users Today : 476
Users Yesterday : 601
This Month : 15204
This Year : 108746
Total Users : 280984
Who's Online : 2