Mengatasi Penolakan dalam Pemberitaan Kabar Baik Kristus

Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”

(Yesaya 43:18-19)

Siapakah yang tidak senang dengan kebaikan? Pastinya semua senang dengan segala yang baik, mulai dengan kabar yang baik, perbuatan baik, kondisi kesehatan yang baik, orang-orang yang baik dan segala kebaikan lainnya. Anggapan ini kadang membuat kita tidak habis pikir ketika perbuatan baik kita ditolak oleh seseorang.

Ada pepatah kuno yang mengatakan demikian : “Menanam labu akan memanen labu, Menanam kedelai akan memanen kedelai”

Pepatah kuno ini menegaskan akan “Apa yang engkau tanam, itulah yang akan engkau tuai juga“. Jika kita melakukan hal baik maka akan menerima kebaikan juga. Sebaliknya jika berbuat jahat maka akan menuai keburukan juga. Namun dalam kenyataannya, tak selalu saat kita melakukan apa yang baik, orang lain akan menerimanya dengan sukacita. Ternyata bisa saja orang menolak kebaikan kita atau malah mencurigai bahwa kita melakukan hal tersebut dengan motif yang tidak baik. Tidak jarang juga malah kebaikan yang kita lakukan ditentang dan mendapat perlawanan.

Setiap kita sebagai seorang manusia, pasti dalam kedagingan kita, dalam kerapuhan kehidupan kita, kalau misalnya mengalami sebuah penolakan atau ketika perbuatan baik kita tidak direspon atau ditolak maka kita akan menjadi kesal, kecewa, marah, bahkan sakit hati. Kita kesal jika ide kita tidak diterima dalam suatu kepanitiaan. Kita marah dan sakit hati jika karya dan usaha kita melakukan hal yang baik tidak dihargai. Jika penolakan terjadi terusmenerus, bisa jadi kita tidak semangat lagi untuk melakukan kebaikan dalam kehidupan dan pelayanan kita.

Bagaimana sikap kita mengatasi penolakan? Jawabannya adalah dengan “KASIH

Sebagai orang-orang yang dipanggil untuk menjadi anak-anak Allah dalam perjalanan kehidupan kita, apalagi kita sudah mendapatkan sebuah teladan yang begitu baik yang ditunjukkan oleh Kristus dalam kehidupan kita, maka kita diajak untuk senantiasa konsisten untuk mengasihi, meski kerap atau kadang kita mengalami penolakan. Memang ketika ada penolakan atas setiap perbuatan baik kita, kekecewaan itu saya yakini pasti ada dalam hati kita. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah : Apakah kita lebih memilih tinggal dalam kekecewaan itu ataukah kita lebih memilih untuk tetap konsisten mengasihi dan melakukan kebaikan di dalam kehidupan kita?

Ada 3 hal yang harus selalu kita ingat dalam perjalanan kehidupan kita, yaitu sebagai berikut.

  1. Kita telah diciptakan dengan luar biasa. Mazmur 139:13-14 mengatakan “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”
  2. Kita harus sadar bahwa penolakan terhadap kebaikan yang kita lakukan pasti terjadi. Oleh karena itu, jangan baper. Kita kecewa, lalu baper. Sakit hati, lalu baper. Marah, lalu baper. Jika kita terus baper, baper, dan baper maka kita tidak akan pernah melihat ada sebuah hal besar yang harus tetap kita kerjakan dalam kehidupan kita.
  3. Kita harus terus berjuang konsisten menjadikan KASIH sebagai dasar atas setiap kebaikan yang kita perbuat dalam kehidupan kita. Dalam 1 Korintus 13:1 dikatakan “Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua Bahasa manusia dan Bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.”
  4. Lakukanlah kasih dan kebaikan dengan tulus serta murni, sebagai respon syukur atas kasih Allah buat kita. Kita telah menerima kasih Allah yang tulus dan murni bahkan pengorbanan Kristus di atas Kayu Salib menjadi sebuah bukti bahwa ketika Allah menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kita dari kebinasaan kekal, Allah melakukannya dengan tulus dan murni. Oleh sebab itu, meskipun dalam pelayanan kita mengalami penolakan, ketulusan dan kemurnian KASIH akan membuat kita kuat dan mampu untuk mengasihi. Amin.

Selamat merayakan Paska, Tuhan Yesus memberkati. ROS

KEBAKTIAN MINGGU PRA-PASKA II (UNGU)

JALAN SERTA YESUS

Kejadian 17:1-7,15-16; Mazmur 22:24-32; Roma 4:13-25; Markus 8:31-38

Kebaktian 25 Februari 2024, Pdt. Adriano Wangkay (GPIB Trinitas KW)

Hari ini, kita merenungkan tentang jalan hidup bersama Yesus Kristus. Firman Allah memberi kita gambaran tentang bagaimana kita dapat hidup dalam kesetiaan dan ketaatan kepada-Nya, serta bagaimana iman kepada-Nya membawa kita kepada keselamatan dan kehidupan yang kekal.

  1. Perjanjian dengan Allah: Dalam Kejadian 17:1-7,15-16, kita melihat bagaimana Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham. Allah menjanjikan kepadanya keturunan yang banyak dan janji keberkatannya. Bagi kita, perjanjian dengan Allah melalui Yesus Kristus mempersembahkan harapan yang sama, di mana kita memperoleh keselamatan dan janji hidup yang kekal melalui iman kepada-Nya.
  2. Penyelamatan melalui Yesus: Mazmur 22:24-32 menggambarkan betapa Allah adalah Allah yang menyelamatkan dan mendengarkan seruan orang-orang yang tertindas. Yesus Kristus adalah jalan satu-satunya bagi kita untuk menyelamatkan hidup kita. Dengan mempercayai-Nya, kita dapat memperoleh keselamatan dan kehidupan yang penuh makna.
  3. Iman sebagai Keadilan: Dalam Roma 4:13-25, kita belajar bahwa iman adalah kunci keadilan di hadapan Allah. Abraham dipandang sebagai teladan iman, yang percaya kepada Allah bahkan dalam ketidakmungkinan. Begitu juga kita, iman kita kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita menghasilkan keadilan dan keselamatan bagi kita.
  4. Panggilan Mengikuti Yesus: Dalam Markus 8:31-38, Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya tentang penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya yang akan datang. Dia juga menegaskan panggilan bagi mereka untuk mengikut Dia dengan memikul salib mereka sendiri. Sama halnya bagi kita, mengikuti Yesus membutuhkan pengorbanan, ketaatan, dan kesediaan untuk menempuh jalan yang sulit.

Dalam hidup ini, kita dihadapkan pada pilihan untuk mengikuti Yesus Kristus atau tidak. Meskipun jalan-Nya mungkin tidak selalu mudah, tetapi jalan-Nya adalah jalan yang membawa kepada kehidupan yang sesungguhnya. Marilah kita bertekad untuk hidup dalam ketaatan dan iman kepada-Nya, menempuh jalan yang Dia tunjukkan, dan bersaksi tentang kasih-Nya kepada dunia di sekitar kita.

Marilah kita mempersembahkan diri kita kepada Yesus Kristus, Sang Jalan, Sang Kebenaran, dan Sang Hidup, dan bersama-sama berjalan dalam jalan yang Dia tunjukkan kepada kita. Amin.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

195594
Users Today : 407
Users Yesterday : 539
This Month : 11535
This Year : 23356
Total Users : 195594
Who's Online : 2