Pemeliharaan Tuhan untuk semakin berbuah

Pemeliharaan Tuhan untuk semakin berbuah

Yohanes 15: 1-3

“(1) Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. (2) Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Perikop diatas diberikan oleh Tuhan Yesus pada perjamuan makan malam terakhir , dimana esoknya Ia ditangkap dan disalibkan. Saat itu Ia sebagai Guru Agung yang akan meninggalkan para murid memberi pesan yang bermakna dan berdampak kepada para muridNya. Ranting yang tidak berbuah akan dipangkas dan dipotong, dan hanya ranting yang berbuah saja akan dibersihkan. Tuhan Yesus sudah tahu bahwa pasca kenaikanNya ke surga, para murid harus berjuang dalam imannya (selama ini para murid didampingi Sang Guru dalam menghadapi permasalahan). Permasalahan yang dihadapi para murid kemudian bukanlah perkara yang mudah karena sampai para murid menyerahkan nyawa untuk mempertahankan iman mereka. Memang untuk menjadi murid Yesus tidak mudah, karena yang harus dipertaruhkan sampai pada nyawa. Martin Luther berkata, “Tidak ada penderitaan yang sampai puncaknya sebelum menghadapi kematian.” Sebagai orang yang telah ditebus dari dosa kita harus mengerjakan iman selama hidup di dunia ini. Menjadi orang Kristen berarti memperjuangkan iman seumur hidup.

Pada zaman Musa, orang Israel memasuki tanah Kanaan setelah 40. Selama 40 tahun bangsa Israel diperlihatkan siapa Tuhan dengan menghadapkannya pada masalah hidup. Sehingga mana orang Israel yang murni , bangsa pilihan dan mana yang bangsa campuran. Bangsa Israel menghadapi hujan badai, panas, tidak ada air, ular beludak, orang Enak (orang raksasa) dan akhirnya orang Israel yang masuk tanah Kanaan bukanlah orang yang dari pernikahan campur tetapi orang pilihan.

Dalam proses pemeliharaan tanaman, ranting-ranting yang tidak dapat berbuah dipangkas. Pembersihan ini kadang menjadi begitu drastis sehingga hanya pokok tanaman saja yang tinggal, dan semua ranting yang ada dibuang.

Demikian juga Tuhan menolong dan memelihara kita, bagian yang dibersihkan dipotong pelan-pelan. Apa yang dipotong? Perubahan hidup manusia lama menjadi manusia baru, tidak secara otomatis saat orang menjadi percaya. Istilah yang digunakan progresssive sanctification (pengudusan terus menerus). Rasul Paulus mengatakan untuk dibersihkan harus minta tiap hari kepada Tuhan.

Ketika dalam menjalani hidup kita menghadapi banyak topan-badai yang menghantam, maka hal itu  kita dipakai Tuhan membawa kita untuk mengikuti dan berfokus pada tujuan hidup kita. Saat hidup kita dihantam lalu kita menderita stres, depressi  dan kecewa. Banyak orang sekarang ini dalam menghadapi kesulitan hidup tidak duduk diam di hadapan Tuhan dan mencari penyelesaian. Bagi orang percaya , tidak ada penyelesaian lain di luar Tuhan. Segala sesuatu yang tidak berfokus pada Tuhan (pokok anggur) akan mati. Jadi kalau ada masalah carilah pertolongan kepada Tuhan  karena tidak ada yang sanggup lagi menolong. Masalah yang sedikit akan bertambah banyak kalau kita berada di luar Tuhan. Oleh karena itu jangan pernah lepas dari pokok anggur (keluar dari Tuhan). Keluarga, teman, pekerjaan, pasangan, anak bisa mengecewakan. Tetapi Tuhan tidak. Jangan pernah meninggalkan Tuhan.

Tuhan tidak mau kita dibuang karena tidak berguna. Seberapa jauh hidup kita bermakna bagi orang lain? Jangan berfokus pada fitnah, kekecewaan, sakit atau luka hati karena itu mudah dibalut oleh Tuhan, tetapi yang terutama fokus pada apa yang Tuhan mau bersihkan dalam hidup kita.

Supaya kita berbuah lebih banyak seringkali Tuhan akan memangkas hal-hal yang berlebihan dan terlalu mendistorsi, yang menghalangi pertumbuhan dan kemampuan kita untuk menghasilkan buah. Seperti halnya ranting yang terbaik juga pasti memiliki cacat, begitu juga dalam hidup kita ada sesuatu yang harus dipotong, misalnya pemikiran, keinginan atau kecenderungan berlebihan, yang perlu dibersihkan. Kristus telah berjanji untuk melakukannya melalui firman, Roh, dan pemeliharaan-Nya. Semuanya itu akan dipangkas sedikit demi sedikit pada musimnya yang tepat.

Berdampak banyak bagi orang dan berani menderita, orang seperti ini akan memberikan kesaksian hidup dan bersama-sama dengan Tuhan yang akan mengubah dan menghiburkan orang lain membuat orang lain bangkit. Firman Tuhan mengingatkan kita kembali pada pokok anggur yang benar. Bersatu dalam Yesus, bersatu dalam sesuatu yang tidak tergoyahkan, tidak lagi lihat kekuatiran, hanya berfokus pada Tuhan. Selamat dibersihkan. Bersyukurlah kita dibersihkan. Agar hidup kita berdampak bagi orang lain. Pikirkanlah bagaimana hidup kita berdampak di kantor, tempat kuliah, lingkungan, gereja dan Indonesia serta dunia. Jadilah orang yang punya visi besar dan terus dibersihkan dan dipangkas. Berbuah banyak dan dinikmati oleh orang-orang tanpa pusingkan orang yang jahat, mau menghancurkan kita. Karena fokus kita hanya pada pokok anggur yang benar, jangan sampai tidak berubah, karena akan dipotong. Atau berbuah sedikit saja. Berapa tahun lagi kita hidup? Kembalilah pada Tuhan dan berdiri teguh dalam menghadapi kesulitan.

Adakah hal- hal yang selama ini telah mendistorsi dan menghalangi kita untuk berbuah lebih lebat bagiNya? Kalau ada, kita perlu jujur kepada Tuhan dan meninggalkannya. Kita  butuh FirmanNya untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik anda di dalam kebenaran (2 Timotius 3:16). Kita bisa menyatakannya juga kepada saudara seiman untuk bisa membantu dan mendoakan kita.

Ataukah pengalaman pembersihan dan pemotongan itu sedang kita alami sekarang? Kita tahu benar itu pasti sakit dan tidak enak ketika berada di dalam proses itu, namun percayalah hal itu akan membuat kita makin tajam dan berbuah bagi kerajaanNya. Kalaupun kita sudah pernah mengalaminya ingatlah untuk selalu disiplin dan jujur di hadapan Tuhan di dalam memeriksa hidup kita apakah ada hal-hal yang perlu kita potong dari hidup kita. (JES) 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEBAKTIAN MINGGU

MELEPAS KEMELEKATAN (BERSEDIA DIPERBARUI)

Kejadian 12:1-4a; Mazmur 121; Roma 4:1-5,13-17; Yohanes 3:1-17

Kebaktian 1 Maret 2026 oleh Pdt. Gordon S. Hutabarat

Pendahuluan

Seringkali, musuh terbesar dari pertumbuhan iman bukanlah dosa yang mencolok, melainkan kenyamanan yang statis. Kita cenderung melekat pada apa yang sudah kita kenal—kebiasaan lama, cara berpikir lama, atau zona nyaman yang membuat kita merasa aman. Namun, firman Tuhan minggu ini memanggil kita untuk satu hal yang radikal: Melepas Kemelekatan agar siap diperbarui.

Meninggalkan untuk Menemukan (Kejadian 12:1-4a)

Abram diminta meninggalkan tanah kelahirannya, sanak saudaranya, dan rumah ayahnya. Secara manusiawi, ini adalah perintah untuk melepaskan identitas dan jaminan keamanan. Mengapa? Karena Tuhan tidak bisa membentuk sesuatu yang baru jika Abram tetap melekat pada yang lama. Ketaatan Abram menunjukkan bahwa iman dimulai saat kita berani melangkah keluar dari apa yang kita genggam erat.

Bukan Hasil Usaha, Tapi Anugerah (Roma 4:1-5, 13-17)

Rasul Paulus mengingatkan bahwa Abraham dibenarkan bukan karena ketaatan hukum yang kaku (kemelekatan pada aturan), melainkan karena percaya kepada Allah. Terkadang kita “melekat” pada rasa bangga akan kebaikan diri sendiri. Kita merasa layak karena usaha kita. Namun, pembaruan sejati terjadi saat kita melepas ketergantungan pada diri sendiri dan sepenuhnya bergantung pada janji Allah.

Lahir Kembali: Transformasi Total (Yohanes 3:1-17)

Nikodemus adalah seorang yang sangat terpelajar, namun ia harus belajar “melepas” logika manusianya. Yesus menegaskan bahwa untuk melihat Kerajaan Allah, seseorang harus dilahirkan kembali. Lahir baru bukan sekadar perbaikan moral, melainkan perubahan hakikat oleh Roh Kudus. Seperti angin yang bertiup, kita tidak bisa mengontrol Roh, tetapi kita bisa berserah untuk dipimpin oleh-Nya.

Pertolongan yang Setia (Mazmur 121)

Melepaskan kemelekatan memang menakutkan. Namun, pemazmur memberikan jaminan: “Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.” Saat kita melangkah menuju pembaruan, Tuhan tidak membiarkan kaki kita terantuk. Ia adalah Penjaga yang tidak terlelap.

Refleksi untuk Kita

  • Apa yang sedang saya genggam terlalu erat? Apakah itu kepahitan masa lalu, status sosial, atau cara pandang lama yang menghambat saya melihat karya Tuhan?

  • Siapkah saya diperbarui? Pembaruan seringkali menyakitkan karena ada bagian dari diri kita yang harus “mati” agar hidup yang baru bisa bertumbuh.

Melepas kemelekatan bukan berarti kehilangan segalanya; itu berarti mengosongkan tangan kita agar Tuhan bisa mengisinya dengan sesuatu yang jauh lebih mulia. Mari bersedia diperbarui, karena di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu dan yang baru telah datang.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1128387
Users Today : 719
Users Yesterday : 1158
This Month : 7599
This Year : 99645
Total Users : 1128387
Who's Online : 18