Kedukaan

Salah satu peristiwa yang seringkali membuat panik dan membingungkan keluarga adalah ketika mengalami kedukaan. Jika Anda menghadapi peristiwa tersebut, segeralah menghubungi Majelis Jemaat atau Tata Usaha Gereja. Anda juga dapat melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut :

I. Yang perlu segera dilakukan oleh keluarga

  1. VISUM DOKTER. Terutama bila meninggal di rumah. Visum sudah harus siap sebelum jenazah dibawa ke rumah duka. Bila di rumah sakit, mintalah formulir kematian dari rumah sakit
  2. Surat Lapor Kematian dari pihak RT, RW, Kelurahan. Surat-surat tersebut sudah harus siap sebelum pemakaman. Surat lain untuk keperluan pemakaman atau kremasi akan diurus oleh Yayasan Pemakaman sendiri.
  3. KTP/KK (copy dan asli) untuk dilegalisir Kelurahan.
  4. Surat-surat untuk mengurus Akte Kematian ( Akte lahir, kewarganegaraan, ganti nama, dll) diserahkan kepada Yayasan yang mengurus pemakaman dan akte kematian, 2 Minggu setelah pemakaman/kremasi.
  5. Foto almarhum/almarhumah untuk ditaruh di meja depan peti jenazah.
  6. Hubungi Yayasan pemakaman dan rumah duka untuk memesan kebutuhan kedukaan seperti peti jenazah dan ruangan.
  7. Jika telah menjadi anggota yayasan kedukaan, segeralah menghubungi yayasan tersebut guna mendapatkan pelayanan seharusnya. Jika belum, segeralah menghubungi Majelis Jemaat atau Tata Usaha Gereja, Anda akan dibantu untuk mendapatkan pelayanan kedukaan.
  8. Hubungi TU Gereja (021- 84936167) untuk memberikan informasi
  9. Hubungi Ketua Komunitas Basis setempat / Penatua Kombas / Majelis Jemaat

II. Layanan Gereja

  1. Melanjutkan informasi kedukaan kepada Majelis Jemaat/ Ketua Kombas dimana almarhum/almarhumah menjadi anggota
  2. Melayani kebaktian penghiburan, kebaktian tutup peti, kebaktian pelepasan (pemakaman/kremasi) dan kebaktian syukur
  3. Menyiapkan perlengkapan ibadah kedukaan
  4. Membantu menghubungi pelayanan kedukaan diantaranya: PPK Tabitha (021 56960607, HP : 0821 50001111, 0804 1501111), PK Garden Life (021 82748262, 0877 81570021, 0812 83987353)


HAL LAIN YANG PERLU DIKETAHUI :

Siapa yang dapat menerima pelayanan kedukaan :

  1. Anggota Jemaat GKI Kota Wisata
  2. Simpatisan yang bergereja di GKI Kota Wisata (Atas permintaan)

Dimana Pelayanan Kedukaan diberikan :

Dalam hal ini, apabila yang bersangkutan masih di dalam wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, maka akan dilakukan Perlawatan dan  Pelayanan Kedukaan yang menjadi bagian pelayanan Majelis jemaat.

Pemesanan tanah makam di DKI Jakarta (PERDA no 3 thn 2007 tentang Tanah Pemakaman), Taman pemakaman diperuntukkan bagi :

  1. Warga masyarakat provinsi DKI Jakarta yang meninggal dunia di dalam/luar wilayah DKI Jakarta
  2. Warga masyarakat lainnya yang meninggal dunia di wilayah DKI Jakarta

 RUMAH DUKA

  1. RS Kanker Darmais. Jl. Letjen S. Parman Kav 84-86. Telp 5681611, 5668990
  2. RS Sumber Waras.  Jl, Kyai Tapa 216, Grogol, Jakarta Barat. Telp 5682011, 5605800-03
  3. RS PGI Cikini. Jl. Raden Saleh 40. Jakarta Pusat. Telp 3910310
  4. RS HUSADA. Jl. Mangga Besar Raya 137-139, Jakarta Pusat. Telp. 6497750
  5. RS Gatot Subroto.  Jl. Abdul Rahman Saleh 24 Jakarta Pusat. Telp. 371008
  6. RS St. Carolus. Jl. Salemba Raya 41 Jakarta Pusat. Telp. 3904441
  7. RS Atma Jaya. Jl. Pluit Raya 2 Jakarta Utara. Telp. 6683338, 6683339
  8. ABADI. Jl. Daan Mogot no 353 Grogol, Jakarta Barat. Telp. 5684589, 5663120
  9. Jabar Agung. Jl. Tubagus Angke 49 Jakarta Barat. Telp. 5664317-19
  10. Bandengan. Jl. Bandengan Utara 95 Jakarta Pusat. Telp. 6691571, 6610527
  11. RS Sentra Medika Cibinong. Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja no 9 Cibinong. Telp 87907001
  12. Yayasan SINAR KASIH Bogor. Jl. Batu Tulis 38 Bogor. Telp. 0251-5324995
  13. RS Elisabeth Bekasi. Jl. Raya Narogong 202 Bekasi. Telp 82432949
  14. RD Oasis Lestari – Tangerang. Telp 59309943
  15. RD RS UKI – Jakarta. telp 8092317, 8005594, WA 0812 43473937

KREMATORIUM

  1. Krematorium Cilincing. Telp. 440530, 4405644, 4403103. Fax 4404834
  2. Krematorium Dadap-Kamal. Telp. 5556524
  3. Krematorium Nirwana-Marunda. Telp. 88990737. Fax 88990736
  4. Krematorium RS Sentra Medika Cibinong. Telp 87907001
  5. Krematorium Oasis Lestari-Tangerang. Telp 59309940

 TEMPAT PEMAKAMAN

  1. TPU Pondok Rangon. Telp 8447546
  2. TPU Pondok Kelapa. Telp 8643334
  3. San Diego Hills. Telp 0816908909
  4. TPU Citra Prima Sari-Jonggol. Telp : 0818755496, 081385604546
  5. TPU Cipenjo-Cileungsi. Telp : 081298277339

Liturgi penghiburan dan kedukaan GKI Kota Wisata

Renungan Sepekan

Bukan Ketundukan Brutal

Kejadian 22:1–19

Ada dua jenis ketaatan. Yang pertama adalah ketaatan karena paksaan. Orang taat karena takut dihukum, takut kehilangan jabatan, takut dimarahi, atau takut dikucilkan. Ketaatan seperti ini lahir dari kekuasaan yang menekan. Yang kedua adalah ketaatan yang lahir dari relasi, kasih, dan kepercayaan. Ketaatan seperti inilah yang Allah kehendaki.

Kisah Abraham yang diperintahkan mempersembahkan Ishak sering kali menjadi salah satu bagian Alkitab yang paling sulit dipahami. Sekilas, Allah tampak seperti penguasa yang menuntut ketaatan mutlak tanpa mempedulikan penderitaan manusia. Perintah itu bahkan bertentangan dengan janji Allah sendiri, sebab melalui Ishak keturunan Abraham akan dilanjutkan (Kej. 21:12). Mengapa Allah meminta sesuatu yang tampaknya begitu kejam?

Di sinilah kita perlu membaca kisah ini secara utuh.

Perhatikan bahwa Allah tidak pernah menginginkan kematian Ishak. Pada saat Abraham mengangkat pisau, Allah segera menghentikannya (Kej. 22:12). Bahkan Allah telah menyediakan domba jantan sebagai pengganti. Artinya, sejak awal tujuan Allah bukanlah mengorbankan seorang anak, melainkan menguji hati Abraham. Allah membedakan diri-Nya dari dewa-dewa bangsa sekitar yang benar-benar menuntut korban manusia. Justru melalui kisah ini Allah menunjukkan bahwa Ia menolak praktik tersebut.

Yang diuji bukan sekadar apakah Abraham mampu menaati perintah, tetapi apakah ia sungguh mempercayai Allah ketika jalan Allah tidak lagi dapat dipahami. Penulis Ibrani bahkan mengatakan bahwa Abraham percaya Allah sanggup membangkitkan Ishak dari kematian (Ibr. 11:17–19). Jadi ketaatan Abraham bukanlah ketundukan buta, melainkan iman yang tetap memegang karakter Allah meskipun situasi tampak bertentangan dengan janji-Nya.

Inilah perbedaan antara ketundukan brutal dan iman yang sejati.

Ketundukan brutal lahir ketika seseorang dipaksa menaati otoritas yang sewenang-wenang. Tidak ada ruang untuk bertanya, bergumul, atau mempercayai kasih. Sebaliknya, iman kepada Allah selalu dibangun di atas relasi. Abraham telah mengalami perjalanan panjang bersama Allah: dipanggil keluar dari Ur, dipelihara dalam berbagai kesulitan, menerima janji yang mustahil, dan akhirnya memperoleh Ishak sebagai anugerah. Karena mengenal Allah itulah Abraham dapat mempercayakan dirinya, bahkan ketika ia tidak memahami perintah-Nya.

Menariknya, di sepanjang perjalanan menuju Gunung Moria, Abraham tidak menunjukkan sikap pasrah tanpa harapan. Kepada para bujangnya ia berkata, “Kami akan pergi ke sana, kami akan sembahyang, sesudah itu kami akan kembali kepadamu” (Kej. 22:5). Kepada Ishak ia berkata, “Allah yang akan menyediakan anak domba” (Kej. 22:8). Ucapan-ucapan ini memperlihatkan keyakinan bahwa Allah akan bertindak sesuai dengan kasih dan janji-Nya.

Pada akhirnya, yang dikorbankan bukanlah Ishak, melainkan rasa aman Abraham yang selama ini mungkin melekat pada anugerah Allah, bukan kepada Allah sendiri. Abraham belajar bahwa pemberi anugerah lebih penting daripada anugerah itu sendiri.

Kisah ini mencapai puncak maknanya di dalam Yesus Kristus. Di Gunung Moria, Allah tidak mengizinkan Abraham mengorbankan anaknya. Namun berabad-abad kemudian, di wilayah yang sama, Allah sendiri memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi keselamatan dunia. Allah tidak meminta sesuatu yang Ia sendiri tidak rela lakukan. Bedanya, ketika Abraham dihentikan, tidak ada malaikat yang menghentikan penyaliban Yesus. Kristus benar-benar menjadi Anak Domba yang disediakan Allah bagi manusia.

Karena itu, iman Kristen bukanlah iman kepada Allah yang menuntut ketundukan brutal. Kita percaya kepada Allah yang terlebih dahulu mengasihi, berkorban, dan menyerahkan diri-Nya bagi kita. Ketaatan kita bukan lahir dari ketakutan kepada tiran, tetapi dari kepercayaan kepada Bapa yang telah membuktikan kasih-Nya di kayu salib.

Refleksi

Apakah selama ini saya menaati Tuhan karena takut dihukum, atau karena saya mengenal dan mempercayai kasih-Nya?

Ketika jalan Tuhan tidak saya pahami, apakah saya tetap berpegang pada karakter-Nya yang setia, atau saya mulai meragukan kebaikan-Nya?

Semoga kita belajar dari Abraham bahwa iman sejati bukanlah ketundukan yang membabi buta, melainkan keberanian untuk mempercayai Allah yang selalu setia, bahkan ketika kita belum mengerti apa yang sedang Ia kerjakan.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1341180
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1341080
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :