Dibentuk untuk menjadi Keluarga Allah

Setiap orang mendambakan keluarga yang penuh kasih, perhatian, dan penerimaan. Tuhan menghendaki sebuah keluarga dan Ia menciptakan anda untuk menjadi bagian darinya. Undangan untuk menjadi bagian dari keluarga Allah bersifat universal, tetapi ada satu syarat, iman kepada Yesus. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah (1Yoh. 3:1). Selain […]

Kuat itu Rapuh, Dalam itu Tangguh

“Akulah pokok anggur dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak…” (Yohanes 15:5) Kita hidup di zaman ketika dunia bergerak dengan kecepatan yang belum pernah dikenal manusia sebelumnya. Artificial Intelligence menjadi salah satu fenomena terbesar abad ini. Mesin semakin mampu belajar, menganalisis, dan menghasilkan solusi dalam […]

Melepaskan Luka, Membebaskan Hati

Pernahkah kita terluka oleh perkataan atau tindakan seseorang? Mungkin pasangan mengecewakan, saudara menyakiti, teman mengkhianati, rekan kerja mempermalukan, atau seseorang yang tidak pernah meminta maaf. Luka itu mungkin terjadi bertahun-tahun lalu, tetapi setiap namanya disebut, hati kembali panas. Peristiwanya telah berlalu, namun tanpa sadar kita masih membawanya ke mana-mana. Kemarahan adalah respons manusiawi ketika kita […]

Tetap Bertahan dalam Kasih Tuhan

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yohanes 15:9 ) Dalam perjalanan hidup, tidak setiap hari berjalan seperti yang kita harapkan. Ada masa ketika kita merasa kuat, penuh semangat, dan yakin menghadapi masa depan. Namun, ada juga saat kita merasa lelah, kecewa, terluka, bingung, bahkan ingin […]

Ketika Tuhan mengubah luka menjadi berkat

“Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah.” (Kejadian 45:8) Ada luka yang tidak mudah dilupakan. Ada perkataan yang terus teringat. Ada perlakuan orang lain yang meninggalkan kekecewaan. Bahkan terkadang orang yang paling melukai kita justru adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita. Hal seperti inilah yang dialami Yusuf ketika dijual oleh saudara-saudaranya […]

Hidup Rukun

Pada tahun 1772, di sebuah desa kecil bernama Wainsgate, yang terletak di perbukitan Yorkshire, Inggris hiduplah sekelompok orang percaya yang hidup miskin secara materi, tetapi sangat kaya dalam kasih. Mereka digembalakan oleh seorang pendeta muda bernama John Fawcett. Selama tujuh tahun, Pendeta John dan istrinya, Mary, melayani jemaat baptis di desa terpencil itu dengan gaji […]

Pengharapan dalam Kristus

Selamat Hari Minggu Umat GKI Kota Wisata, Di tengah ketidakpastian hidup, baik itu yang disebabkan oleh persoalan ekonomi, kesehatan yang menurun, keretakan hubungan, atau impian yang tak kunjung terwujud, mudah sekali bagi kita untuk kehilangan arah. Dunia sering kali menawarkan “pengharapan” semu: janji kekayaan, kenyamanan, atau bantuan manusia yang serba terbatas. Namun, saat badai hidup […]

Kelihatannya Rohani

(dari Kisah Saul sepulang dari peperangannya menumpas Bangsa Amalek – 1 Samuel 15:1-23) “Apakah Tuhan berkenan pada kurban bakaran dan kurban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada kurban sembelihan, mengindahkan lebih baik daripada lemak domba jantan” (1Sam. 15:22). Tuhan memerintahkan Saul untuk menumpas Bangsa Amalek tanpa terkecuali (termasuk yang […]

Mengucap Syukurlah dalam Segala Keadaan

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18) Mengucap syukur dalam segala hal adalah salah satu ajaran penting dalam iman Kristen. Ini berarti kita diajak untuk selalu bersyukur, tidak hanya dalam keadaan baik, tetapi dalam keadaan atau situasi sulit sekalipun. Ini bukanlah sesuatu yang […]

Iman yang Tidak Menyerah

“Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak darimu …” (Yes. 54:10a). Lagu “Walau Gunung Tak Berpindah” ciptaan Yesua Abraham dan Kenny Sastro mengingatkan kita bahwa dalam hidup ada masalah yang terasa seperti gunung besar. Penyakit yang tak kunjung sembuh, pekerjaan yang belum jelas, hubungan keluarga yang renggang, atau pergumulan […]

Renungan Sepekan

KERJAKAN KESELAMATANMU

Keluaran 17:1–7; Mazmur 78:1–4, 12–16; Filipi 2:1–13; Matius 21:23–32

Kita sering berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus. Namun, apakah keselamatan itu berhenti pada apa yang kita percaya? Bacaan-bacaan kita hari ini mengajak kita melihat bahwa keselamatan yang Allah kerjakan perlu dihidupi dalam perjalanan kehidupan kita.

Dalam Keluaran 17, bangsa Israel telah mengalami pembebasan Tuhan dari Mesir. Namun, perjalanan mereka belum selesai. Di Rafidim mereka menghadapi persoalan karena tidak ada air. Mereka kemudian mempertanyakan kehadiran Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Mereka sudah mengalami pertolongan Tuhan, tetapi dalam persoalan baru mereka kembali mengalami keraguan. Tuhan tetap hadir dan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjadi umat yang telah mengalami karya keselamatan Tuhan tidak berarti perjalanan hidup selalu mudah. Kita tetap belajar percaya dan bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Mazmur 78 kemudian mengajak umat untuk mengingat dan menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya. Pengalaman tentang kesetiaan Tuhan tidak boleh berhenti pada satu generasi. Apa yang telah Tuhan lakukan perlu diingat, diceritakan, dan menjadi dasar bagi kehidupan umat pada masa kini. Keselamatan yang kita ingat seharusnya memengaruhi cara kita menjalani kehidupan.

Hal ini semakin jelas dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi. Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Perkataan ini bukan berarti kita harus berusaha mendapatkan keselamatan dengan kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Paulus langsung menegaskan bahwa Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan. Karena itu, mengerjakan keselamatan berarti menghidupi keselamatan yang telah Allah kerjakan. Keselamatan itu terlihat ketika kita hidup dalam kasih, tidak mementingkan diri sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain, dan memiliki kerendahan hati seperti Kristus.

Hal yang sama terlihat dalam perumpamaan Yesus tentang dua anak dalam Matius 21. Anak pertama berkata “ya” kepada ayahnya, tetapi tidak pergi. Anak kedua berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi melakukan kehendak ayahnya. Yesus menunjukkan bahwa melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dengan perkataan. Iman dan pertobatan harus terlihat dalam tindakan.

Keempat bacaan ini membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana: Apakah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam diri kita sudah terlihat dalam kehidupan kita? Bukan hanya dalam perkataan kita, tetapi dalam cara kita memperlakukan keluarga, sesama, gereja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Maka, mengerjakan keselamatan berarti terus berjalan bersama Tuhan, mengingat dan menceritakan karya-Nya, membiarkan Kristus membentuk karakter kita, serta melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak mengerjakan keselamatan supaya diselamatkan. Kita mengerjakannya karena kita telah diselamatkan dan Allah sedang terus bekerja di dalam kita.

Kiranya kehidupan kita bukan hanya berkata, “Saya percaya kepada Tuhan,” tetapi juga menunjukkan melalui tindakan: “Saya hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan.”

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1480132
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1480032
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :