Author Archive

Segala perkara dapat kutanggung..

” Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4:13 adalah salah satu ayat yang akrab bagi umat Kristen, terletak di bagian akhir dari struktur surat Paulus, pada bagian yang berisikan ucapan terima kasihnya kepada orang Filipi. Di kalangan umat Kristiani, seringkali ayat ini dihayati untuk menguatkan, di kala hidup terasa berat. […]

Pelangi XII Des 16

Pelangi XII Des 16

Dari Redaksi Buletin Pelangi “It takes a long time to become young” . Pablo Picasso, 25 Oktober 1881–8 April 1973 Sebuah kutipan inspiratif. Pendek, sederhana tetapi sangat mendalam. Sebuah kutipan yang menandakan keberanian, kreativitas, kemungkinan tanpa batas dan positif. Ini menandakan segala sifat alami anak muda yang saat kita beranjak tua kita lucuti dan digantikan […]

Natal yang mengubahku

NATAL YANG MENGUBAHKU Kejadiannya sudah puluhan tahun berselang, tepatnya 36 tahun yang lalu saat saya masih kelas 4 SD dan masih anak Sekolah Minggu (dulu namanya “SHA-Sekolah Hari Ahad”). Saat itu kami anak-anak Sekolah Minggu ikut berpartisipasi di acara natal umum sebagai pembawa lilin dan mengartikulasikan arti lilin-lilin tersebut kepada umat yang hadir. Saya sebagai […]

Menumbuhkan dan mewarisi benih kedamaian Kristus

MENUMBUHKAN DAN MEWARISI BENIH KEDAMAIAN KRISTUS Yesaya 11:6-10 Damai…. Kedamaian mampukah terpancar di negeri Indonesia? Sungguh miris dan prihatin dengan beberapa peristiwa dan situasi yang terjadi akhir-akhir ini di negri tercinta. Istilah Ibrani untuk damai sejahtera ialah shalom, kata ini bukan sekadar menunjuk kepada ketiadaan perang dan pertentangan. Makna dasar shalom ialah keserasian, keutuhan, kebaikan, […]

Pengharapan yang menghidupkan

      PENGHARAPAN YANG MENGHIDUPKAN Ibrani 6:19 (TB): Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, Sejak zaman saya kecil selalu saja saya temui orang-orang yang berputus asa karena masalah-masalah berat yang mereka alami. Bahkan teman saya yang masih sangat muda, karena merasa orang […]

Melayani dengan rendah hati

“Melayani dengan Rendah Hati” Dalam masa Adven kita merayakan Yesus yang sudah datang sekaligus yang akan datang. Merayakan Yesus yang sudah datang berarti berupaya menghadirkan Yesus di masa lalu pada masa kini. Kita menantikan Kristus yang akan datang dengan mengenang karya Allah dalam kedatangan Kristus (anamnesis). Merayakan Yesus yang akan datang berarti berupaya menghadirkan Yesus […]

Misi dengan hati

Misi dengan Hati Medtronic adalah salah satu perusahaan teknologi obat-obatan yang berkembang dengan pesat di amerika serikat sepanjang tahun 1990-an. dilihat dari segala ukuran kesuksesan: harga saham, penghasilan yang meningkat, dan pendapatan per saham, perusahan tersebut memang berkembang pesat. dalam sebuah artikel majalah world traveler (penjelajah dunia), pemimpin perusahaan, art collins, mengatakan, “dengan sebuah kalimat […]

Dengan berdoa, masalah tidak ada?

Apakah MasalahTidak Ada DenganBerdoa? Dua minggu yang lalu dalam keadaan hujan lebat, kami mengalami kecelakaan di jalan tol ketika pulang dari Bandung menuju Kotawisata. Mobil kami, yang dikemudikan istri, menabrak mobil di depan kami.Istri sayapun sebenarnya sudah menginjak rem tetapi kurang tepat waktu sehingga terjadilah tabrakan itu. Bagian depan mobil kami rusak berat sementara bagian […]

Apakah masalah tidak ada dengan berdoa?

      Apakah Masalah Tidak Ada Dengan Berdoa? Dua minggu yang lalu dalam keadaan hujan lebat, kami mengalami kecelakaan di jalan tol ketika pulang dari Bandung menuju Kotawisata. Mobil kami, yang dikemudikan istri, menabrak mobil di depan kami.Istri sayapun sebenarnya sudah menginjak rem tetapi kurang tepat waktu sehingga terjadilah tabrakan itu. Bagian depan mobil […]

KEBAKTIAN MINGGU

Mengejar Ketaatan, Meninggalkan Kemuliaan Dunia

Matius 27:11-54; Filipi 2:5-11; Mazmur 31; Yesaya 50:4-9a

Kebaktian 29 Maret 2026 oleh Pdt. David Roestandi Surya Sutanto

Pendahuluan:

Paradoks Kehidupan Kristen

Saudara-saudara, dunia tempat kita hidup memiliki sebuah rumus kesuksesan yang sangat jelas: kejarlah kemuliaan, carilah kekuasaan, dan hindari penderitaan dengan segala cara. Sejak kecil, kita dididik untuk menjadi yang pertama, yang paling dihormati, dan yang paling sukses.

Namun, ketika kita membuka Alkitab, kita dibenturkan dengan sebuah realitas yang sangat berlawanan sebuah paradoks ilahi. Keempat bacaan firman Tuhan hari ini menunjuk pada satu kebenaran yang radikal: Kemenangan sejati tidak ditemukan dalam pengejaran takhta duniawi, melainkan dalam penyerahan diri pada kehendak Bapa. Hari ini kita akan merenungkan bagaimana Kristus memanggil kita untuk mengejar ketaatan, meskipun itu berarti kita harus meninggalkan kemuliaan dunia.

1. Pola Pikir Kristus: Rela Mengosongkan Diri (Filipi 2:5-11)

Rasul Paulus dalam Filipi 2 memberikan kepada kita dasar teologis dari ketaatan. Ia berkata, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (ay. 5).

Apa pikiran itu? Kristus, yang adalah Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai “milik yang harus dipertahankan”. Ia melepaskan hak-Nya. Di dalam teologi, ini disebut Kenosis—pengosongan diri. Ia mengambil rupa seorang hamba.

Banyak dari kita sulit taat kepada Tuhan karena kita masih terus menggenggam “hak” kita. Hak untuk dihormati, hak untuk nyaman, hak untuk diakui. Ketaatan selalu menuntut harga, dan harga pertamanya adalah kesediaan untuk turun dari takhta keakuan kita. Kristus meninggalkan kemuliaan surga agar Ia bisa taat sampai mati di kayu salib.

2. Wajah Ketaatan yang Rela Menderita (Yesaya 50:4-9a & Matius 27:11-54)

Seperti apa bentuk nyata dari ketaatan yang meninggalkan kemuliaan itu?

Nabi Yesaya dalam Yesaya 50 telah menubuatkan profil “Hamba yang Menderita”. Hamba ini mempertajam telinganya setiap pagi untuk mendengar Tuhan (ay. 4). Karena Ia mendengar dan taat, apa yang Ia dapatkan dari dunia? Bukan mahkota emas, melainkan cemoohan. “Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku… Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.” (ay. 6).

Ratusan tahun kemudian, nubuat ini digenapi secara harfiah di bukit Golgota dalam Matius 27. Yesus berdiri di hadapan Pilatus. Ia memiliki kuasa untuk memanggil ribuan malaikat guna menghancurkan para penuduh-Nya, namun Ia memilih diam. Ia diludahi, diolok-olok dengan jubah ungu dan mahkota duri sebagai simbol ejekan atas “kemuliaan duniawi”-Nya sebagai Raja.

Di atas salib, dunia melihat kegagalan total. Namun di mata Bapa, salib adalah puncak ketaatan. Yesus tidak turun dari salib meskipun ditantang oleh orang banyak, karena Ia sedang mengejar ketaatan pada rencana penyelamatan Allah, bukan mencari tepuk tangan manusia. Kegelapan yang menutupi bumi dan tabir Bait Suci yang terbelah (Mat 27:51) adalah bukti bahwa ketaatan yang sepi ini baru saja mendamaikan manusia dengan Allah.

3. Jangkar Pengharapan di Tengah Penolakan Dunia (Mazmur 31)

Menghidupi ketaatan seperti Kristus di dunia yang jahat ini pasti akan membawa kita pada penderitaan, penolakan, atau kerugian material. Ketika kita memilih jujur di tempat kerja, ketika kita menolak berkompromi dengan dosa, kita mungkin kehilangan “kemuliaan dunia”.

Lalu, di mana kita bersandar? Mazmur 31 adalah doa dari hati yang hancur namun sepenuhnya percaya. Pemazmur berkata, “Engkaulah bukit batuku dan kubuku… ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku” (ay. 4, 6). Bukankah kalimat ini yang diucapkan Yesus di atas kayu salib menurut Injil Lukas?

Ketika ketaatan membawa kita pada titik terendah, kehilangan reputasi atau kenyamanan, Mazmur 31 mengingatkan kita bahwa Allah melihat kesengsaraan kita (ay. 8). Kita tidak perlu membalas dendam atau mencari pembelaan dari dunia. Seperti Hamba dalam Yesaya 50 yang berkata, “Tuhan ALLAH menolong aku… Dia yang membenarkan aku dekat,” kita pun bisa menyerahkan keadilan kita sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.

Penutup: Kemuliaan yang Kekal

Meninggalkan kemuliaan dunia bukanlah akhir dari cerita. Filipi 2:9 menyatakan, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia…” Ketaatan membawa pada salib, tetapi salib membawa pada kebangkitan dan pemuliaan yang sejati dari Allah Bapa.

Saudara-saudara, kemuliaan dunia ini fana. Jabatan akan berlalu, popularitas akan memudar, dan kekayaan bisa lenyap. Namun, ketaatan kepada Allah memiliki gaung kekekalan.

  • Apakah hari ini Anda sedang bergumul untuk melepaskan “hak” atau “kemuliaan” tertentu demi taat kepada firman Tuhan?

  • Apakah Anda sedang merasa sendirian dan diolok-olok karena mempertahankan iman yang benar?

Pandanglah kepada Kristus. Berhentilah mengejar tepuk tangan dunia. Kejarlah ketaatan, biarlah Allah sendiri yang kelak memuliakan Anda pada waktu-Nya. Amin.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1176862
Users Today : 1241
Users Yesterday : 1540
This Month : 11127
This Year : 148120
Total Users : 1176862
Who's Online : 4