Author Archive

Yang penting ‘isinya’ bukan ‘bungkusnya’

YANG PENTING “ISINYA” BUKAN “BUNGKUSNYA” “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20) Beberapa waktu yang lalu saya mengantarkan anak saya untuk melanjutkan […]

What on earth am I for ?

WHAT ON EARTH AM I HERE FOR? “Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu dia dipanggil Allah, Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat”  1 Kor 7:17    Tujuan adalah satu yang harus ada dalam organisasi, kelompok ataupun pribadi seseorang. Negara punya tujuan, perusahaan punya tujuan, […]

Pernafasan

PERNAFASAN MASUKLAH MELALUI PINTU GERBANGNYA DENGAN NYANYIAN SYUKUR, KE DALAM PELATARANNYA DENGAN PUJI-PUJIAN,BERSYUKURLAH  KEPADANYA DAN PUJILAH NAMANYA (Mazmur 100 : 4)      Semua jenis mahkluk hidup bernafas untuk dapat hidup. Tuhan sudah  membuat   setiap jenis mahkluk tersebut bernafas dengan caranya masing masing. Bagi mamalia dan reptil yang hidup di daratan termasuk manusia bernafas dengan menggunakan paru-paru. […]

Oversharing

Oversharing Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar kisah tragis Amanda Todd. Gadis remaja berusia 15 tahun asal Kanada itu, ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri pada 10 Oktober 2012. Kasus Amanda ini cukup ‘menggemparkan’. Kurang lebih satu bulan sebelumnya Amanda mengunggah video mengenai dirinya sendiri. Dalam video hitam putih yang diberi judul My Story : […]

Bertumbuh seperti pohon belimbing

BERTUMBUH SEPERTI POHON BELIMBING “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” (Kolose 2: 6-7) Ketika kami sekeluarga pindah dari kawasan […]

Tidak ada yang kebetulan

Tidak Ada Yang Kebetulan Roma 8:28 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Di salah satu gereja di Eropa Utara, ada sebuah patung Yesus Kristus yang disalib, ukurannya tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. […]

Terang

TERANG (Mat 5:16) Penikmat buku yang lahir sebelum tahun 2000 mungkin tak asing lagi dengan nama Winnetou ketua suku Apache, tokoh fiktif karya Karl May. Meskipun masih muda, ia digambarkan sebagai pribadi teguh dan luhur selayaknya seorang ketua suku Indian. Ia bersahabat dengan Old Shatterhand, seorang pemuda Jerman yang menghidupkan nilai-nilai kristiani dalam kesehariannya. Sebelum […]

Who packed your parachute

WHO PACKED YOUR PARACHUTE Matius 7:12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukumTaurat dan kitab para nabi.” Charles Plumb, seorang lulusan AS Naval Academy, adalah seorang pilot jet tempur di Vietnam. Setelah misi 75 tempur, pesawatnya hancur oleh rudal permukaan-ke-udara. Plumb berhasil keluar dari […]

KEBAKTIAN MINGGU

Mengejar Ketaatan, Meninggalkan Kemuliaan Dunia

Matius 27:11-54; Filipi 2:5-11; Mazmur 31; Yesaya 50:4-9a

Kebaktian 29 Maret 2026 oleh Pdt. David Roestandi Surya Sutanto

Pendahuluan:

Paradoks Kehidupan Kristen

Saudara-saudara, dunia tempat kita hidup memiliki sebuah rumus kesuksesan yang sangat jelas: kejarlah kemuliaan, carilah kekuasaan, dan hindari penderitaan dengan segala cara. Sejak kecil, kita dididik untuk menjadi yang pertama, yang paling dihormati, dan yang paling sukses.

Namun, ketika kita membuka Alkitab, kita dibenturkan dengan sebuah realitas yang sangat berlawanan sebuah paradoks ilahi. Keempat bacaan firman Tuhan hari ini menunjuk pada satu kebenaran yang radikal: Kemenangan sejati tidak ditemukan dalam pengejaran takhta duniawi, melainkan dalam penyerahan diri pada kehendak Bapa. Hari ini kita akan merenungkan bagaimana Kristus memanggil kita untuk mengejar ketaatan, meskipun itu berarti kita harus meninggalkan kemuliaan dunia.

1. Pola Pikir Kristus: Rela Mengosongkan Diri (Filipi 2:5-11)

Rasul Paulus dalam Filipi 2 memberikan kepada kita dasar teologis dari ketaatan. Ia berkata, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (ay. 5).

Apa pikiran itu? Kristus, yang adalah Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai “milik yang harus dipertahankan”. Ia melepaskan hak-Nya. Di dalam teologi, ini disebut Kenosis—pengosongan diri. Ia mengambil rupa seorang hamba.

Banyak dari kita sulit taat kepada Tuhan karena kita masih terus menggenggam “hak” kita. Hak untuk dihormati, hak untuk nyaman, hak untuk diakui. Ketaatan selalu menuntut harga, dan harga pertamanya adalah kesediaan untuk turun dari takhta keakuan kita. Kristus meninggalkan kemuliaan surga agar Ia bisa taat sampai mati di kayu salib.

2. Wajah Ketaatan yang Rela Menderita (Yesaya 50:4-9a & Matius 27:11-54)

Seperti apa bentuk nyata dari ketaatan yang meninggalkan kemuliaan itu?

Nabi Yesaya dalam Yesaya 50 telah menubuatkan profil “Hamba yang Menderita”. Hamba ini mempertajam telinganya setiap pagi untuk mendengar Tuhan (ay. 4). Karena Ia mendengar dan taat, apa yang Ia dapatkan dari dunia? Bukan mahkota emas, melainkan cemoohan. “Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku… Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.” (ay. 6).

Ratusan tahun kemudian, nubuat ini digenapi secara harfiah di bukit Golgota dalam Matius 27. Yesus berdiri di hadapan Pilatus. Ia memiliki kuasa untuk memanggil ribuan malaikat guna menghancurkan para penuduh-Nya, namun Ia memilih diam. Ia diludahi, diolok-olok dengan jubah ungu dan mahkota duri sebagai simbol ejekan atas “kemuliaan duniawi”-Nya sebagai Raja.

Di atas salib, dunia melihat kegagalan total. Namun di mata Bapa, salib adalah puncak ketaatan. Yesus tidak turun dari salib meskipun ditantang oleh orang banyak, karena Ia sedang mengejar ketaatan pada rencana penyelamatan Allah, bukan mencari tepuk tangan manusia. Kegelapan yang menutupi bumi dan tabir Bait Suci yang terbelah (Mat 27:51) adalah bukti bahwa ketaatan yang sepi ini baru saja mendamaikan manusia dengan Allah.

3. Jangkar Pengharapan di Tengah Penolakan Dunia (Mazmur 31)

Menghidupi ketaatan seperti Kristus di dunia yang jahat ini pasti akan membawa kita pada penderitaan, penolakan, atau kerugian material. Ketika kita memilih jujur di tempat kerja, ketika kita menolak berkompromi dengan dosa, kita mungkin kehilangan “kemuliaan dunia”.

Lalu, di mana kita bersandar? Mazmur 31 adalah doa dari hati yang hancur namun sepenuhnya percaya. Pemazmur berkata, “Engkaulah bukit batuku dan kubuku… ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku” (ay. 4, 6). Bukankah kalimat ini yang diucapkan Yesus di atas kayu salib menurut Injil Lukas?

Ketika ketaatan membawa kita pada titik terendah, kehilangan reputasi atau kenyamanan, Mazmur 31 mengingatkan kita bahwa Allah melihat kesengsaraan kita (ay. 8). Kita tidak perlu membalas dendam atau mencari pembelaan dari dunia. Seperti Hamba dalam Yesaya 50 yang berkata, “Tuhan ALLAH menolong aku… Dia yang membenarkan aku dekat,” kita pun bisa menyerahkan keadilan kita sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.

Penutup: Kemuliaan yang Kekal

Meninggalkan kemuliaan dunia bukanlah akhir dari cerita. Filipi 2:9 menyatakan, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia…” Ketaatan membawa pada salib, tetapi salib membawa pada kebangkitan dan pemuliaan yang sejati dari Allah Bapa.

Saudara-saudara, kemuliaan dunia ini fana. Jabatan akan berlalu, popularitas akan memudar, dan kekayaan bisa lenyap. Namun, ketaatan kepada Allah memiliki gaung kekekalan.

  • Apakah hari ini Anda sedang bergumul untuk melepaskan “hak” atau “kemuliaan” tertentu demi taat kepada firman Tuhan?

  • Apakah Anda sedang merasa sendirian dan diolok-olok karena mempertahankan iman yang benar?

Pandanglah kepada Kristus. Berhentilah mengejar tepuk tangan dunia. Kejarlah ketaatan, biarlah Allah sendiri yang kelak memuliakan Anda pada waktu-Nya. Amin.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1176779
Users Today : 1158
Users Yesterday : 1540
This Month : 11044
This Year : 148037
Total Users : 1176779
Who's Online : 8