Author Archive

Value or Valuables

Value or Valuables? Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6: 5-7) Jika […]

Berguna

BERGUNA ‘Berguna’ dalam kamus bahasa Indonesia adalah dengan kata dasar ‘guna’ merupakan kata sifat yang berarti manfaat atau faedah atau daya, sehingga kata ‘berguna’ bersinonim dengan bermaanfaat, berfaedah dan berdaya. Sebagai kata benda ‘guna’ berarti memberikan faedah, keuntungan dan kebaikan, serta kebajikan. Dalam kehidupan kita sehari hari, lembu atau sapi adalah hewan yang sangat bermanfaat […]

Rencana Tuhan jauh lebih besar dari masalah dan penderitaanmu

Rencana & Rancangan Tuhan Jauh Lebih Besar Dari Masalah & Penderitaanmu “Dan bukan hanya itu saja, kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan, dan pengharapan tidak mengeewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh […]

Gereja harus bertumbuh

GEREJA HARUS BERTUMBUH “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Mat.16:13) Dalam kamus Bahasa Indonesia, agen adalah orang atau lembaga yang bekerja untuk kepentingan perusahaan atau perseorangan yang diwakilinya. Agen pembaharuan akan bekerja untuk mendorong terciptanya sebuah perubahan ke arah yang lebih baik […]

Belajar dari Daniel

BELAJAR DARI  DANIEL Menarik meyaksikan film “The Tuskegee Airmen’’ yang bercerita mengenai perjuangan sekelompok anak muda menjadi penerbang kulit hitam pertama dalam Angkatan Udara Amerika dan kiprah mereka dalam Perang Dunia II. Sungguh suatu perjuangan yang sangat berat mengingat masih kentalnya diskriminasi rasial di Amerika. Beruntung mereka memiliki tekad sangat kuat untuk menjadi pilot. Kelompok […]

Menjadi pelaku sportivitas

Menjadi pelaku sportivitas Bagi penggemar olah raga tenis lapangan, tentu nama pemain Andy Roddick sudah tidak asing lagi. Pada era tahun 2000 dia pernah menduduki posisi pemuncak rangking pemain putra, dan mengantongi 1 gelar Grandslam selama karirnya.Dia adalah pemain pujaan di USA, bukan karena prestasinya yang sangat spektakuler namun karena sikap dan sifatnya yang baik. […]

Kumau berbagi

“KU MAU BERBAGI” Itulah salah satu judul program Komisi Anak pada tahun pelayanan 2015-2016. Tentu saja,seperti program-program pelayanan lain, Ku Mau Berbagi juga dirancang untuk mencapai tujuan tertentu dalam konteks pembinaan rohani dan pembentukan karakter Kristus pada diri Anak Sekolah Minggu (ASM).  Apa sebenarnya tujuan program ini? Tujuan yang ingin dicapai melalui program ini ialah […]

Menjadi tua adalah sebuah keindahan

MENJADI TUA ADALAH SEBUAH KEINDAHAN Seorang teman lama pernah bertemu di suatu tempat, ia baru saja terkena stoke dan sedang dalam proses pemulihan, ia mengeluh, “Akh, aku sudah tua, penyakitan, sulit berjalan dan lihat saja, tangan dan muka sudah berkeriput seolah-olah kulit dan daging sudah tidak mau menyatu lagi.” Demikian ia berguman. Saya melihat wajahnya […]

Kebangkitan dan hidup Kristus

  Kebangkitan dan Hidup Kristus supaya kita hidup dan bermakna bagi duniaYohanes 11:25-26 Pada Minggu ini kita bersama merayakan hari Paskah, hari kebangkitan Tuhan Yesus dari kematianNya. Hari dimana kemenangan disuarakan kepada dunia. Maut tidak berkuasa lagi. Maut sudah keok (kalah). Inilah hal yang patut kita syukuri di sepanjang kehidupan kita karena melalui berita Paskah […]

Renungan Sepekan

PENGAMPUNAN YANG MENYELAMATKAN

Bacaan: Matius 18:21–35

“Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”
(Matius 18:22)

Petrus datang kepada Yesus dengan sebuah pertanyaan yang sangat manusiawi: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?” Petrus bahkan memberikan batas yang menurutnya sudah cukup murah hati, yaitu tujuh kali. Namun Yesus menjawab, “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Dalam beberapa terjemahan Alkitab, ayat ini diterjemahkan “tujuh puluh tujuh kali”, sedangkan dalam terjemahan lain “tujuh puluh kali tujuh kali”. Perbedaan ini muncul dari cara memahami ungkapan bahasa Yunani yang digunakan Matius. Para ahli Alkitab sendiri masih mendiskusikan apakah maksudnya 77 atau 490 kali. Namun yang jauh lebih penting daripada menghitung angkanya adalah maksud Yesus: pengampunan tidak dimaksudkan untuk dibatasi dengan hitungan.

Menariknya, ungkapan ini mengingatkan kita pada Kejadian 4:24. Lamekh berbicara tentang pembalasan yang dilakukan “tujuh puluh tujuh kali”. Jika dalam kisah Lamekh kita melihat semangat manusia yang ingin membalas kejahatan dengan kejahatan yang berlipat ganda, Yesus justru membawa kita kepada arah yang berlawanan. Apa yang dahulu menjadi simbol pembalasan, kini menjadi gambaran tentang pengampunan.

Karena itu, Yesus sebenarnya sedang mengubah cara kita menjalani kehidupan. Dunia sering mengajarkan, “Kalau dia menyakiti saya, saya juga akan menyakitinya.” Bahkan terkadang kita berpikir, “Saya akan membalas supaya dia tahu bagaimana rasanya.” Tetapi Yesus mengajarkan jalan yang berbeda. Kejahatan tidak dihentikan dengan menambah kejahatan. Kebencian tidak disembuhkan dengan kebencian. Dendam tidak menghasilkan kehidupan yang baru.

Setelah menjawab pertanyaan Petrus, Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang hamba yang memiliki hutang sangat besar kepada rajanya. Ia tidak mungkin mampu membayar hutang tersebut. Namun raja itu berbelas kasihan dan menghapuskan seluruh hutangnya.

Masalahnya, setelah menerima pengampunan yang begitu besar, hamba tersebut bertemu dengan orang yang berhutang kepadanya. Hutang orang itu jauh lebih kecil, tetapi ia tidak mau mengampuninya. Ia bahkan menuntut agar hutang itu dibayar.

Di sinilah Yesus menunjukkan sebuah kenyataan yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita sangat mudah mengingat kesalahan orang lain, tetapi mudah melupakan betapa besar pengampunan yang sudah kita terima dari Tuhan. Kita berharap Tuhan mengerti kelemahan kita, tetapi kita sulit mengerti kelemahan orang lain. Kita meminta Tuhan memberikan kesempatan kedua kepada kita, tetapi terkadang kita tidak mau memberikan kesempatan kedua kepada sesama.

Padahal setiap hari kita hidup karena kasih karunia Tuhan. Kita bukan manusia yang sempurna. Kita juga pernah salah, mengecewakan orang lain, berkata-kata yang menyakitkan, mengambil keputusan yang keliru, dan melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak memperlakukan kita hanya berdasarkan kesalahan kita. Ia memberikan pengampunan dan kesempatan untuk bertobat.

Karena itu, mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan seseorang tidak serius. Mengampuni juga tidak berarti kita harus membiarkan diri terus disakiti. Dalam keadaan tertentu, kita tetap perlu membuat batas, menjaga jarak, bahkan mengambil langkah yang tegas terhadap ketidakadilan. Tetapi di dalam hati, kita tidak lagi membiarkan dendam dan kebencian menguasai kehidupan kita.

Pengampunan adalah keputusan untuk menyerahkan hak membalas kepada Tuhan.Sering kali kita berpikir bahwa ketika kita mengampuni, kita sedang memberikan hadiah kepada orang yang bersalah kepada kita. Padahal pengampunan juga merupakan pembebasan bagi diri kita sendiri. Ketika kita terus memelihara kebencian, kita sebenarnya sedang membiarkan kesalahan orang lain terus menguasai hidup kita. Orang itu mungkin sudah melanjutkan hidupnya, tetapi kita masih terikat pada peristiwa yang sama.

Pengampunan tidak mengubah masa lalu, tetapi pengampunan dapat mengubah kuasa masa lalu atas hidup kita.Karena itu, mungkin hari ini ada seseorang yang perlu kita ampuni. Mungkin luka itu belum sepenuhnya hilang. Mungkin kita masih merasa sakit ketika mengingat apa yang terjadi. Kita tidak perlu berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Tetapi kita dapat datang kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan, aku tidak sanggup mengampuni dengan kekuatanku sendiri. Tolong aku melepaskan dendam ini dan menyerahkan semuanya kepada-Mu.”

Pertanyaan Yesus kepada kita bukan hanya, “Siapa yang harus kamu ampuni?” Pertanyaan yang lebih dalam adalah, “Apakah kamu menyadari betapa besar pengampunan yang telah kamu terima dari Allah?”

Ketika kita menyadari bahwa hidup kita sendiri berdiri di atas pengampunan Tuhan, kita akan belajar memandang kesalahan orang lain dengan belas kasihan. Bukan karena kesalahan itu kecil, tetapi karena kasih karunia Allah jauh lebih besar.

Kiranya kita tidak menjadi seperti hamba dalam perumpamaan Yesus yang menerima pengampunan besar tetapi tidak mau mengampuni. Sebaliknya, karena telah menerima pengampunan Allah, marilah kita menjadi orang yang membawa pengampunan bagi orang lain. Sebab pengampunan Allah menyelamatkan kita dari dosa, dan pengampunan yang kita berikan menolong kita untuk bebas dari kepahitan.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1451093
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1450993
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :