Pelangi IX Feb 2015

Pelangi IX Feb 2015

Dari Redaksi Buletin Pelangi

Dalam Perjanjian Baru, kata iman (pistis – kata benda) dan percaya (pisteuo – kata kerja) adalah terjemahan dari kata Yunani “peito” (kata kerja) yang berarti to trust (memercayai), have confidence (memiliki keyakinan), be confident (yakin), to obey (mematuhi).

Dari kisah si perempuan yang sembuh dari sakit pendarahan dan pemahaman rasul Paulus kita dapat mengetahui bahwa, pada satu sisi, iman dan percaya adalah anugerah Allah. Dan pada sisi lain, iman dan percaya sangat memerlukan respon dari manusia (Roma 10:16-21).

Pada tahun 2015 ini, Buletin Pelangi akan membahas secara lebih mendalam mengenai Iman, Pengharapan dan Kasih dari berbagai perspektif sehingga kita selaku jemaat seyogianya dapat lebih mengerti tentang berbagai pemahaman dan dapat mengimplementasikannya dalam keseharian kita.

Tentang iman-pengharapan-kasih, Rasul Paulus berkata:

  • Pekerjaan iman (work of faith) – di dalamnya terkandung kata industri, seni. Artinya dalam setiap hal yangkita kerjakan, semua membutuhkan iman. Saat work of faith ada di dalam, semua yang kita kerjakan akan jadi hebat dan luar biasa.
  • Usaha kasih (labour of love) – Labour artinya orang yang memukul dada dengan kesedihan mendalam, atau bekerja dengan penderitaan dan kesukaran. Saat kita ingin mencintai, sering justru kita di-salahmengerti,dibalas dengan yang tidak baik, disakiti. Walau begitu, tetap kerjakan labour of love karena Tuhan melihatnya.
  • Ketekunan pengharapan (patience of hope) – kesetiaan dan kestabilan dalam pengharapan.

Pada edisi no. IX ini, sebahagian besar tulisan dan artikel akan membahas seputar Iman Kristen dengan berbagai seluk beluk, pengertian, pemahaman, tantangan dan pelaksanaannya.

Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Salam,

Redaksi

KEBAKTIAN MINGGU

BUKAN YANG TAMPAK,MELAINKAN DAMPAK

Yesaya 58:1-12; Mazmur 112:1-10; 1 Korintus 2:1-16; Matius 5:13-20

Kebaktian 8 Februari 2026 oleh Pdt. Vincenco Garuda Damara (GKI BUARAN)

Dunia kita hari ini sangat terobsesi dengan apa yang “tampak.” Di media sosial, kita berlomba menampilkan sisi terbaik, foto terindah, dan pencapaian tertinggi. Sering kali, pola pikir ini terbawa hingga ke dalam kehidupan rohani. Kita merasa cukup jika sudah tampak rajin beribadah, tampak aktif melayani, atau tampak hafal ayat-ayat suci. Namun, sabda Tuhan hari ini mengajak kita menyelami sesuatu yang lebih dalam: Tuhan tidak mencari kemasan yang tampak, melainkan kehidupan yang berdampak.

1. Ibadah yang Palsu vs. Ibadah yang Nyata (Yesaya 58) Dalam bacaan Yesaya, Tuhan menegur umat-Nya dengan keras. Mereka berpuasa dan mencari Tuhan setiap hari (tampak saleh), tetapi pada saat yang sama mereka menindas pekerja dan berkelahi satu sama lain. Tuhan menegaskan bahwa ibadah vertikal yang tidak menghasilkan kasih horizontal adalah sia-sia. Puasa yang Tuhan kehendaki adalah “membuka belenggu-belenggu kelaliman” dan “memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar” (Yes. 58:6-7). Kesalehan bukan tentang ritual yang kita pamerkan, tetapi tentang keadilan dan belas kasihan yang kita alirkan.

2. Garam yang Larut, Bukan yang Wujud (Matius 5) Yesus menyebut kita sebagai “garam dunia.” Sifat garam yang unik adalah ia harus lebur dan tidak tampak untuk bisa memberikan rasa. Jika garam tetap berbentuk kristal utuh di dalam masakan, ia gagal menjalankan fungsinya. Demikian pula dengan “terang.” Lampu tidak menyala untuk dirinya sendiri, tetapi untuk menerangi sekitarnya. Kekristenan kita diuji bukan saat kita berkumpul di dalam gedung gereja, melainkan saat kita berada di tengah masyarakat. Apakah kehadiran kita “mengawetkan” lingkungan dari kebusukan moral? Apakah kita memberi “rasa” damai di tengah konflik?

3. Kuasa Allah, Bukan Hikmat Manusia (1 Korintus 2) Rasul Paulus, seorang yang sangat terpelajar, memilih untuk tidak datang dengan kata-kata indah atau hikmat manusia yang memukau (yang tampak hebat). Ia datang dengan kelemahan agar kuasa Allah yang nyata bekerja. Dampak Injil tidak ditentukan oleh kefasihan bicara, tetapi oleh demonstrasi kuasa Roh Kudus yang mengubahkan hidup.

Refleksi Hari Ini Saudara-saudari terkasih, Mazmur 112 mengingatkan bahwa orang benar itu pengasih, penyayang, dan adil. Ia tidak goyah karena hatinya teguh pada Tuhan.

Mari kita evaluasi diri:

  • Apakah ibadah kita hanya berhenti sebatas rutinitas mingguan?

  • Apakah orang-orang di sekitar kita—keluarga, rekan kerja, tetangga—merasakan kasih Kristus melalui perbuatan kita?

Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi selebriti rohani yang dikagumi karena penampilan, melainkan menjadi hamba yang dicintai karena pelayanan dan dampak nyata bagi sesama. Jadilah garam yang memberi rasa, dan terang yang menuntun arah.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1103759
Users Today : 1359
Users Yesterday : 1350
This Month : 31429
This Year : 75017
Total Users : 1103759
Who's Online : 9