Memberi Talenta bagi Kemuliaan Tuhan

Tepat pada tanggal 27 April yang lalu, PSB (Paduan Suara Bapak) Simfoni merayakan ulang tahun yang ke-2. Walaupun saya baru 1 tahun menjadi anggota Paduan Suara tersebut, namun saya merasa bersyukur dapat mengambil bagian pelayanan dalam PSB. Di tengah kesibukan pekerjaan, rumah tangga, dan aktivitas pelayanan yang lain, saya berterimakasih kepada Tuhan karena mengingatkan saya untuk senantiasa memuji dan memuliakan nama-Nya melalui nyanyian. Selama 1 tahun ini, saya merasa banyak belajar dan bertumbuh melalui dinamika yang ada dalam PSB Simfoni.

Banyak hal yang menjadi tantangan saat kami mempersiapkan diri untuk melayani, baik ketika akan melayani di jemaat sendiri maupun di jemaat lain. Persiapan harus dilakukan agar kami dapat melayani dengan baik. Untuk berlatih menyanyi, terlebih paduan suara, tidak hanya memerlukan kemampuan masing-masing, tetapi juga harus mau bertoleransi, merendahkan hati, dan bekerja sama dengan baik. Dengan demikian akan tercipta harmonisasi yang baik, pujian yang dinaikkan berkenan di hadapan Tuhan, serta menghadirkan dampak positif bagi umat.

Tantangan lain saat melakukan persiapan adalah waktu. Karena tantangan ini, saya disadarkan untuk sungguh-sungguh memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Dibandingkan dengan waktu untuk melakukan aktivitas yang lain, waktu yang digunakan untuk latihan hanya sedikit. Namun, waktu yang sedikit itu pun seringkali kami rasakan terlalu mahal untuk disisihkan. Mengapa? Karena mayoritas anggota PSB Simfoni adalah kepala rumah tangga yang masih produktif dan produktivitasnya dibutuhkan untuk kepentingan keluarga. Tantangan lain juga bagi kami adalah kesehatan. Dengan aktivitas dan pekerjaan yang padat, kami harus menjaga kesehatan agar jadwal latihan tidak terganggu. Dengan berbagai kondisi di atas, kadang saat pelayanan pun tidak selalu semua anggota dapat hadir.

Sebuah tantangan berikutnya bagi PSB Simfoni adalah agar anggota dapat terus bertambah. Kami berharap anggota yang banyak dapat saling menopang. Kami anggota PSB telah secara aktif mengajak kaum bapak untuk bergabung. Namun alasan yang paling banyak kami terima dari mereka adalah kemampuan bernyanyi. Padahal, kemampuan bernyanyi bagi Paduan Suara Simfoni bukanlah syarat mutlak untuk bergabung. Setelah menjadi anggota, tentunya akan dilatih dan kita percaya bahwa Tuhan memampukan serta memperlengkapi. Meskipun kondisi demikian, kami bersyukur karena Tuhan tetap memberikan semangat kepada kami untuk dapat melayani-Nya melaui Paduan Suara.

Saya merasa, dengan bergabung dalam PSB Simfoni, Tuhan tidak hanya memberikan kesempatan untuk memuji dan memuliakan Dia, tetapi kita juga dapat saling mengenal dan bertukar pikiran tentang berbagai hal. Kadangkala, melalui diskusi yang terjadi, kita mendapatkan pandangan lain yang memperkaya diri kita. Melalui PSB, Tuhan juga memakai setiap anggotanya untuk saling memerhatikan dan menguatkan. Lebih dari itu, saya meyakini bahwa bernyanyi bagi Tuhan adalah salah satu cara untuk membesarkan nama-Nya dan memperluas Kerajaan-Nya di muka bumi. Bernyanyi tidak hanya memengaruhi suasana kebaktian, tetapi juga dapat memengaruhi pola pikir orang yang mendengarkan. Melalui nyanyian, seseorang yang sedang menghadapi pergumulan, kembali diingatkan bahwa ada Tuhan yang mau mendengarkan seruannya.

Semoga akan semakin banyak yang bersedia untuk membesarkan kerajaan-Nya melalui nyanyian yang menyenangkan hati Tuhan. (TNN)

Renungan Sepekan

Keteguhan Iman dalam Pergumulan

Bacaan: Kejadian 32:22-31

Kalau ditanya, “Siapa yang mau menjadi Spider-Man?”, mungkin banyak orang akan mengangkat tangan. Menjadi pahlawan yang memiliki kekuatan super, menyelamatkan banyak orang, dan dikagumi tentu terdengar menyenangkan.

Namun pertanyaannya berubah ketika ditanya, “Siapa yang mau menjadi Peter Parker?”

Tidak banyak yang bersedia.

Sebab menjadi Peter Parker berarti menjalani hidup yang tidak mudah. Ia kehilangan orang-orang yang dikasihinya, harus merahasiakan identitasnya, rela mengorbankan kebahagiaannya demi orang lain, bahkan sering kali harus menjalani kesepian. Banyak orang menginginkan kemuliaan Spider-Man, tetapi sedikit yang bersedia menjalani pergumulan Peter Parker. Justru pergumulan itulah yang membentuknya menjadi pahlawan yang sejati.

Bukankah sering kali kita juga demikian? Kita ingin menjadi orang yang diberkati Tuhan, dipakai-Nya, dan menikmati kemenangan. Namun kita berharap semuanya terjadi tanpa air mata, tanpa penantian, dan tanpa pergumulan.

Yakub juga menginginkan berkat Tuhan. Namun sebelum menerima berkat itu, ia harus melewati satu malam yang panjang di tepi sungai Yabok. Menariknya, dalam bahasa Ibrani terdapat permainan bunyi antara Yakub (Ya’aqov), Yabok (Yabboq), dan kata bergulat (‘abaq). Seolah-olah penulis Kejadian ingin mengajak kita melihat bahwa perjalanan Yakub menuju Yabok bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perjalanan menuju pergumulan yang mengubah hidupnya.

Yakub masuk ke Yabok sebagai seorang yang penuh ketakutan dan masih mengandalkan kemampuannya sendiri. Namun setelah bergumul dengan Allah, ia keluar sebagai Israel, manusia yang telah diubahkan. Memang ia berjalan dengan kaki yang pincang, tetapi ia juga membawa identitas yang baru. Allah tidak hanya mengubah situasi yang akan dihadapinya bersama Esau, tetapi terlebih dahulu mengubah hati dan hidup Yakub.

Sering kali kita berdoa agar Tuhan segera mengangkat pergumulan kita. Padahal mungkin Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih penting, yaitu membentuk kita melalui pergumulan itu. Allah tidak selalu mengubah keadaan secepat yang kita harapkan, tetapi Ia tidak pernah berhenti mengerjakan perubahan dalam diri kita.

Hari ini, mungkin kita sedang berada di “Yabok” kita masing-masing. Ada pergumulan dalam keluarga, pekerjaan, kesehatan, pelayanan, atau masa depan. Jangan buru-buru menganggap Tuhan sedang meninggalkan kita. Bisa jadi, justru di tempat pergumulan itulah Tuhan sedang membentuk iman kita menjadi lebih dewasa.

Keteguhan iman bukan berarti hidup tanpa pergumulan. Keteguhan iman adalah keberanian untuk tetap berpegang kepada Tuhan di tengah pergumulan, sambil percaya bahwa Ia sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih serupa dengan kehendak-Nya.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1402003
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1401903
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :