Gereja itu Rumah Kita…, Masihkah?

“Gereja itu rumah kita.” jawab mama Sha ketika putri tercintanya bertanya “Ma, kenapa sih kita mesti ke gereja?” Percakapan tersebut merupakan salah satu penggalan dialog Drama Musikal bertajuk “Level 15: Home for All, Serving as One” sebagai representasi perayaan ulang tahun GKI Kota Wisata ke-15 pada tanggal 16 Mei 2026 lalu. Jika bapak/ibu/saudara ditanya hal yang sama “Kenapa kita mesti ke gereja, apa jawaban Anda?”

Menelaah lebih jauh rangkaian drama musikal yang disajikan, panitia HUT GKI Kota Wisata ingin mengajak umat yang hadir untuk mengenang kembali, menghayati, sekaligus berefleksi atas kebaikan Tuhan yang memimpin, menuntun, dan memelihara gereja-Nya yang diizinkan hadir di Kota Wisata. Sebuah tempat yang menjadi sarana perjumpaan, membangun relasi persaudaraan, bertumbuh bersama, serta berbagi kabar baik dan berkat bagi setiap umat yang terhisap di dalamnya, pun bagi Masyarakat sekitar.

Selaras dengan Visi “Menjadi Gereja yang Dewasa, Dinamis, dan Misioner” dan tema pelayanan “Menjadi Rumah bagi Semua”, visualisasi Drama Musikal tersebut rasanya pas untuk menggambarkan bagaimana GKI Kota Wisata berupaya semakin dewasa dalam menata dan menjalankan tugas persekutuan, pelayanan, dan kesaksian. Pertanyaannya, “Apakah setiap umat yang, tergabung dalam persekutuan di masing-masing wilayah, merasa bahwa mereka adalah bagian dari keluarga yang tinggal dalam satu rumah? Adakah dalam relasi antarumat dalam setiap perjumpaan, mereka merasa sedang melakoni salah satu peran dalam keluarga, selaku orang tua (ayah-ibu), anak, atau kerabat?”

Melalui tayangan kaleidoskop perjalanan GKI Kota Wisata, kita melihat saat itu Tuhan “mengirim” beberapa orang yang memiliki kerinduan untuk dapat bersekutu lebih intensif di lingkungan perumahan Kota Wisata dan sekitarnya. Sejalan waktu berlalu, jemaat yang bermula dari Persekutuan rumah tangga berlanjut menjadi Pos, kemudian terus bertumbuh menjadi Bakal Jemaat, dan akhirnya, pada tahun 2011, ditetapkan sebagai Jemaat dewasa.

Saya yakin, jika para pelaku sejarah yang memprakarsai, mendampingi, sekaligus menjadi subyek pelayanan jemaat GKI Kota Wisata, ditanya “bagaimana memaknai perjalanan terbentuknya GKI Kota Wisata hingga saat ini, yang secara jumlah anggota tumbuh pesat?”, semua pasti akan sepakat menjawab “hal itu karena kebaikan dan perkenan Tuhan”. Pasang surut dan dinamika berjemaat pasti terjadi, tetapi hal itu justru semakin menambah keyakinan saksi sejarah, bahwa campur tangan Tuhan luar biasa. Banyak hal yang tidak pernah kita bayangkan dapat terwujud. Semua itu kerena mujizat-Nya, yang secara nalar sulit untuk dipahami.

Tentu kita patut bersyukur, bahwa GKI Kota Wisata tumbuh pesat dan semakin memiliki jumlah anggota yang semakin banyak. Namun, jumlah umat yang semakin banyak, biasanya menjadi satu tantangan besar yang dihadapi sebuah gereja. Saat ini, jumlah anggota jemaat GKI Kota Wisata lebih dari 1.200 orang. Semakin banyaknya umat, bisa jadi membuat intensitas dan frekuensi romantisme kehangatan, kedekatan, dan saling topang dalam pergumulan menjadi berkurang. Testimoni umat “mula-mula” GKI Kota Wisata menyatakan bahwa relasi antarumat saat itu sangat akrab. Jumlah umat pada awal perintisan GKI Kota Wisata yang hanya belasan hingga puluhan orang, membuat relasi antarumat terasa sangat dekat. Umat aktif dan selalu antusias untuk hadir dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Bagaimana dengan kondisi relasi umat saat ini? Bagaimana menjaga agar relasi antarumat tetap hangat?

Menyadari tantangan kualitas relasi dan kepedulian antarumat masa kini, maka pembentukan komunitas wilayah yang disebut sebagai Kombas dan adanya tim perlawatan menjadi jawaban untuk mempertemukan umat secara lebih intensif. Persekutuan Kombas bulanan diharapkan menjadi wadah untuk merajut dan menguatkan relasi persaudaraan. Melalui Persekutuan Kombas, setidaknya umat dapat lebih mengenal serta menjadi ruang berbagi berkat dan pergumulan guna mendapatkan support dari saudara se-Kombas.

Sejumlah program berbasis kategorial usia maupun intergenerasi menjadi wadah berikutnya untuk mempertemukan umat. Program ini sekaligus mengasah pertumbuhan, baik wawasan (Pendalaman Alkitab, Seminar, dll), keterampilan (musik, olah raga, dll), hingga pemberdayaan komunitas/masyarakat luar (selaras Visi sebagai Gereja yang Misioner). Hikmat, kesepakatan bersama, dan kesatuan hati untuk menjalankan setiap program pelayanan gereja, baik dalam tataran Majelis Jemaat, Badan Pelayanan, Kepanitiaan, Kelompok Kerja, dan Tim bahkan sampai pada percakapan-percakapan informal anggota jemaat adalah sarana yang Tuhan sediakan agar rencana Tuhan terlaksana, baik bagi umat dan masyarakat sekitar.

Saya kembali mengingat tema Drama Musical HUT ke-15 GKI Kota Wisata “Home for All, Serving as One”. Kiranya tema ini kembali menstimulasi kita untuk terus membuka diri, berbagi kebaikan Tuhan yang telah dinyatakan dalam kehidupan, baik secara pribadi, keluarga, maupun dalam jemaat, kepada sesama di sekitar kita. Yakinlah, dengan berbagi kebahagiaan (melalui talenta, tenaga, harta, dll) pada dasarnya menjadikan kita lebih berbahagia, bahkan dibandingkan dengan pihak yang mendapatkan pemberian. Kisah Para Rasul 20:35 menyatakan: Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja keras begini kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

Semoga, sebagaimana jawaban mama Sha, “Gereja adalah rumah kita” dapat dirasakan oleh semakin banyak orang karena ada bahasa kasih yang melandasi relasi antarindividu di dalamnya. Menjelang akhir merangkai renungan, tiba-tiba lantunan lagu “Sungguh Alangkah Baiknya” yang diinspirasi dari Mazmur 133 menyapa telinga saya:

Sungguh alangkah baiknya, sungguh alangkah indahnya Bila saudara semua, hidup rukun bersama

Chorus

Seperti minyak di kepala Harun Yang ke janggut dan jubahnya turun Seperti embun di bukit Hermon Mengalir ke bukit Sion Sebab ke sanalah Allah mem’rintah Agar berkat-berkatNya tercurah Serta memberikan anugerah Hidup s’lama-lamanya

Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita. Amin. (WSE)

Renungan Sepekan

KERJAKAN KESELAMATANMU

Keluaran 17:1–7; Mazmur 78:1–4, 12–16; Filipi 2:1–13; Matius 21:23–32

Kita sering berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus. Namun, apakah keselamatan itu berhenti pada apa yang kita percaya? Bacaan-bacaan kita hari ini mengajak kita melihat bahwa keselamatan yang Allah kerjakan perlu dihidupi dalam perjalanan kehidupan kita.

Dalam Keluaran 17, bangsa Israel telah mengalami pembebasan Tuhan dari Mesir. Namun, perjalanan mereka belum selesai. Di Rafidim mereka menghadapi persoalan karena tidak ada air. Mereka kemudian mempertanyakan kehadiran Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Mereka sudah mengalami pertolongan Tuhan, tetapi dalam persoalan baru mereka kembali mengalami keraguan. Tuhan tetap hadir dan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjadi umat yang telah mengalami karya keselamatan Tuhan tidak berarti perjalanan hidup selalu mudah. Kita tetap belajar percaya dan bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Mazmur 78 kemudian mengajak umat untuk mengingat dan menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya. Pengalaman tentang kesetiaan Tuhan tidak boleh berhenti pada satu generasi. Apa yang telah Tuhan lakukan perlu diingat, diceritakan, dan menjadi dasar bagi kehidupan umat pada masa kini. Keselamatan yang kita ingat seharusnya memengaruhi cara kita menjalani kehidupan.

Hal ini semakin jelas dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi. Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Perkataan ini bukan berarti kita harus berusaha mendapatkan keselamatan dengan kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Paulus langsung menegaskan bahwa Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan. Karena itu, mengerjakan keselamatan berarti menghidupi keselamatan yang telah Allah kerjakan. Keselamatan itu terlihat ketika kita hidup dalam kasih, tidak mementingkan diri sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain, dan memiliki kerendahan hati seperti Kristus.

Hal yang sama terlihat dalam perumpamaan Yesus tentang dua anak dalam Matius 21. Anak pertama berkata “ya” kepada ayahnya, tetapi tidak pergi. Anak kedua berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi melakukan kehendak ayahnya. Yesus menunjukkan bahwa melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dengan perkataan. Iman dan pertobatan harus terlihat dalam tindakan.

Keempat bacaan ini membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana: Apakah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam diri kita sudah terlihat dalam kehidupan kita? Bukan hanya dalam perkataan kita, tetapi dalam cara kita memperlakukan keluarga, sesama, gereja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Maka, mengerjakan keselamatan berarti terus berjalan bersama Tuhan, mengingat dan menceritakan karya-Nya, membiarkan Kristus membentuk karakter kita, serta melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak mengerjakan keselamatan supaya diselamatkan. Kita mengerjakannya karena kita telah diselamatkan dan Allah sedang terus bekerja di dalam kita.

Kiranya kehidupan kita bukan hanya berkata, “Saya percaya kepada Tuhan,” tetapi juga menunjukkan melalui tindakan: “Saya hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan.”

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1487520
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1487420
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :