Hidup damai dengan semua

Dunia kita hari-hari ini diwarnai dengan ironi yang menyayat hati. Di satu sisi, kita hidup di era konektivitas tanpa batas, di mana informasi dan gagasan bisa menyebar dalam hitungan detik. Namun di sisi lain, kita menyaksikan betapa ketegangan antar kelompok masyarakat seperti antar bangsa, etnis bahkan agama semakin sengit, memecah belah manusia. Berita tentang konflik, […]

Intervensi Allah

Minggu lalu terjadi diskusi yang cukup panjang antara saya dan anak saya, tentang beberapa topik yang menurut saya cukup menarik dan membutuhkan pemikiran serta telinga yang mendengarkan. Salah satu topik diskusi kami adalah tentang Intervensi Allah dalam kehidupan kita. Kita memahami bahwa intervensi Allah bukanlah mitos, melainkan merupakan pengalaman personal yang tidak terhitung jumlahnya. Sebagian […]

Melangkah bersama Roh Kudus

“Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan penguasaan diri.” (2 Timotius 1:7) Setiap malam, Timothy selalu menulis kehidupannya di jurnal kecil. Ia baru saja menyelesaikan tugasnya yang menantang namun membangun. Dahulu, ia kerap merasa tidak mampu untuk mulai lagi dan mudah membandingkan diri. Tapi ia teringat doanya […]

Hidup Semakin Berat dan Sulit Bersyukur

Syalom Bapak Ibu, Oma dan Opa, Saudara/i terkasih jemaat GKI Kota Wisata. Hidup ini penuh dengan tantangan dan ketidakpastian. Kadang kita menaruh harapan pada sesuatu, seperti pekerjaan, hubungan, atau impian, tetapi berakhir dengan kekecewaan. Namun Paulus memberikan penghiburan yang luar biasa melalui Roma 5:5, “Pengharapan di dalam Kristus tidak akan mengecewakan.” Mengapa? Karena kita berpengharapan […]

Ketaatan sebagai Anugerah Allah

Renungan kali ini mengajak kita untuk mau belajar hidup dalam ketaatan, yaitu taat menjalankan perintah-Nya melalui tindakan nyata, seperti mendengar, memperhatikan, melaksanakan, serta tunduk kepada Firman Allah. Ketaatan adalah satu kata yang sangat mudah untuk kita ucapkan, tetapi kadang sulit untuk kita lakukan dan terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagian orang berprasangka bahwa ajaran keselamatan […]

Ketika Dipimpin Oleh-Nya

Ketika Tuhan ingin agar kita melakukan sesuatu, Dia akan mengatakannya melalui Roh Kudus-Nya kepada kita. Kita dapat mengetahui pimpinan dan bimbingan-Nya bukan saja melalui FirmanNya dalam Alkitab, tetapi juga ketika Roh Kudus berbicara kepada kita. Untuk itu, kita perlu mengenal suara-Nya. Setiap kali kita mendengarkan suara-Nya dan melakukannya, beberapa hal pasti akan kita alami: Mendatangkan […]

Terus Berbuat Baik walau Menderita

“Sebab, lebih baik menderita karena berbuat baik, jika hal itu di kehendaki Allah, daripada menderita karena berbuat jahat.” (1 Petrus 3:17) Semua hal di dunia ini diciptakan dengan sebuah tujuan. Sesuatu akan berguna, jika ia berfungsi sebagaimana tujuannya ketika diciptakan. Manusia diciptakan oleh Tuhan, pasti juga dengan tujuan tertentu. Sebagai pribadi Kristen, kita diciptakan Tuhan […]

Every Storm is A School

Setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidupnya. Bahkan, pada setiap fase kehidupan, setiap orang akan menghadapi berbagai tantangan yang berbeda. Sejak kehadiran di dunia sebagai seorang bayi, kita bisa saja mendapat berbagai penyakit. Lalu ketika tumbuh besar dan mulai sekolah, kita juga menghadapi tantangan yang lain, tuntutan harus belajar dan menjalani beragam […]

Tetap Setia

Seorang teman kuliah saya rela berpindah keyakinan demi mengejar citacitanya menjadi Pegawai Negeri Sipil dengan cara menikahi pacarnya, lalu orang tua dari istrinya menjadikan dia sebagai PNS. Sedih rasanya melihat seorang yang dulu rajin ikut persekutuan, tetapi demi pekerjaan dia harus berpindah agama. Berbeda dengan dosen ketika saya kuliah dulu. Beliau sudah dua kali mengambil […]

Jam Kehidupan terus Berdentang sampai..

“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menyerah” (Gal. 6:9). Renungan minggu ini pada dasarnya ingin mengingatkan kita akan penghayatan nilai komitmen. Bapak, ibu dan saudara-saudara warga GKI Kota Wisata, sebagian besar dari kita sudah mendapatkan kartu di atas yang bertajuk “Kalender 40 Hari Berbuat Baik” […]

Renungan Sepekan

Bukan Ketundukan Brutal

Kejadian 22:1–19

Ada dua jenis ketaatan. Yang pertama adalah ketaatan karena paksaan. Orang taat karena takut dihukum, takut kehilangan jabatan, takut dimarahi, atau takut dikucilkan. Ketaatan seperti ini lahir dari kekuasaan yang menekan. Yang kedua adalah ketaatan yang lahir dari relasi, kasih, dan kepercayaan. Ketaatan seperti inilah yang Allah kehendaki.

Kisah Abraham yang diperintahkan mempersembahkan Ishak sering kali menjadi salah satu bagian Alkitab yang paling sulit dipahami. Sekilas, Allah tampak seperti penguasa yang menuntut ketaatan mutlak tanpa mempedulikan penderitaan manusia. Perintah itu bahkan bertentangan dengan janji Allah sendiri, sebab melalui Ishak keturunan Abraham akan dilanjutkan (Kej. 21:12). Mengapa Allah meminta sesuatu yang tampaknya begitu kejam?

Di sinilah kita perlu membaca kisah ini secara utuh.

Perhatikan bahwa Allah tidak pernah menginginkan kematian Ishak. Pada saat Abraham mengangkat pisau, Allah segera menghentikannya (Kej. 22:12). Bahkan Allah telah menyediakan domba jantan sebagai pengganti. Artinya, sejak awal tujuan Allah bukanlah mengorbankan seorang anak, melainkan menguji hati Abraham. Allah membedakan diri-Nya dari dewa-dewa bangsa sekitar yang benar-benar menuntut korban manusia. Justru melalui kisah ini Allah menunjukkan bahwa Ia menolak praktik tersebut.

Yang diuji bukan sekadar apakah Abraham mampu menaati perintah, tetapi apakah ia sungguh mempercayai Allah ketika jalan Allah tidak lagi dapat dipahami. Penulis Ibrani bahkan mengatakan bahwa Abraham percaya Allah sanggup membangkitkan Ishak dari kematian (Ibr. 11:17–19). Jadi ketaatan Abraham bukanlah ketundukan buta, melainkan iman yang tetap memegang karakter Allah meskipun situasi tampak bertentangan dengan janji-Nya.

Inilah perbedaan antara ketundukan brutal dan iman yang sejati.

Ketundukan brutal lahir ketika seseorang dipaksa menaati otoritas yang sewenang-wenang. Tidak ada ruang untuk bertanya, bergumul, atau mempercayai kasih. Sebaliknya, iman kepada Allah selalu dibangun di atas relasi. Abraham telah mengalami perjalanan panjang bersama Allah: dipanggil keluar dari Ur, dipelihara dalam berbagai kesulitan, menerima janji yang mustahil, dan akhirnya memperoleh Ishak sebagai anugerah. Karena mengenal Allah itulah Abraham dapat mempercayakan dirinya, bahkan ketika ia tidak memahami perintah-Nya.

Menariknya, di sepanjang perjalanan menuju Gunung Moria, Abraham tidak menunjukkan sikap pasrah tanpa harapan. Kepada para bujangnya ia berkata, “Kami akan pergi ke sana, kami akan sembahyang, sesudah itu kami akan kembali kepadamu” (Kej. 22:5). Kepada Ishak ia berkata, “Allah yang akan menyediakan anak domba” (Kej. 22:8). Ucapan-ucapan ini memperlihatkan keyakinan bahwa Allah akan bertindak sesuai dengan kasih dan janji-Nya.

Pada akhirnya, yang dikorbankan bukanlah Ishak, melainkan rasa aman Abraham yang selama ini mungkin melekat pada anugerah Allah, bukan kepada Allah sendiri. Abraham belajar bahwa pemberi anugerah lebih penting daripada anugerah itu sendiri.

Kisah ini mencapai puncak maknanya di dalam Yesus Kristus. Di Gunung Moria, Allah tidak mengizinkan Abraham mengorbankan anaknya. Namun berabad-abad kemudian, di wilayah yang sama, Allah sendiri memberikan Anak-Nya yang tunggal bagi keselamatan dunia. Allah tidak meminta sesuatu yang Ia sendiri tidak rela lakukan. Bedanya, ketika Abraham dihentikan, tidak ada malaikat yang menghentikan penyaliban Yesus. Kristus benar-benar menjadi Anak Domba yang disediakan Allah bagi manusia.

Karena itu, iman Kristen bukanlah iman kepada Allah yang menuntut ketundukan brutal. Kita percaya kepada Allah yang terlebih dahulu mengasihi, berkorban, dan menyerahkan diri-Nya bagi kita. Ketaatan kita bukan lahir dari ketakutan kepada tiran, tetapi dari kepercayaan kepada Bapa yang telah membuktikan kasih-Nya di kayu salib.

Refleksi

Apakah selama ini saya menaati Tuhan karena takut dihukum, atau karena saya mengenal dan mempercayai kasih-Nya?

Ketika jalan Tuhan tidak saya pahami, apakah saya tetap berpegang pada karakter-Nya yang setia, atau saya mulai meragukan kebaikan-Nya?

Semoga kita belajar dari Abraham bahwa iman sejati bukanlah ketundukan yang membabi buta, melainkan keberanian untuk mempercayai Allah yang selalu setia, bahkan ketika kita belum mengerti apa yang sedang Ia kerjakan.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1341320
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1341220
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :