Ujilah Tuhanmu

 

 

 

UJILAH TUHANMU!
(Kel 17 : 1-7; Mat 21 : 23-32)

Di Indonesia kita mengalami berbagai ujian dalam perjalanan hidup kita. Ada ujian-ujian nasional bagipara siswa di sekolah. Mereka harus lolos dan lulus ujian nasional sebelum bisa memulai jenjang pendidikan berikutnya. Soal-soal ujian-ujian nasional dibuat sedemikian rupa dan dianggap bisa menjadi alat penentuan kelayakan standarpendidikan nasional. Bagi orang-orang muda yang hendak menempuh pendidikan tinggi, lagi-lagi mereka harus mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Sekolah-sekolah ini ingin menyaring calon mahasiswa potensial yang merekaanggap layak untuk menjalani pendidikan di sekolahnya, dan kelak mendapat gelar yang mereka inginkan atau butuhkan (dua-duanya penting). Berikutnya ketika orang-orang yang sudah mendapat gelar kesarjanaan itu hendak masuk kebidang pekerjaan tertentu, lagi-lagi mereka bertemu dengan ujian masuk, seperti yang baru berlangsung beberapa waktu lalu, ujian untuk para calon Pe En Es (pegawai negeri sipil).Tentu saja saya hanya menyebut hal yang berlaku umum. Sebab selalu saja ada orang-sekolah-dan pemberi kerja tertentu yang istimewa dan menempuh cara yang berbeda dengan yang berlaku umum seperti ini. Saya juga tidak sedang berbicara tentang orang maupun lembaga yang menggunakan kekuatan uang dan kuasa sebagai jalan pintas melewati ujian demi ujian tersebut.

Berdasarkan pengalaman dari orang-orang kebanyakan yang harus menempuh berbagai ujian formal seperti tadi, kita menjadi terbiasa untuk menerima kenyataan bahwa ujian adalah cara untuk menentukan kelayakan. Ujian adalah bagian yang harus dialami, harus dijalani untuk membuktikan sesuatu yang penting. Kitapun terbiasa menggunakan ungkapan yang menggunakan kata-kata ujian ketika berhadapan dengan persoalan yang berat. Ujian hidup adalah istilah yang kita pergunakan untuk menunjuk pada pengalaman yang memaksa kita untuk bisa berhasil atau gagal dalam menghadapi sesuatu yang menentukan dalam perjalanan hidup kita.

Kita juga tidak asing dengan ungkapan ujian dari Tuhan. Ungkapan ini kita pergunakan bergantian dan dengan makna yang kurang lebih sama dengan ujian hidup. Dan umumnya kita bisa menerima bahwa ujian hidup atau ujian dari Tuhan adalah bagian yang mau tak mau, cepat atau lambat, akan terjadi.

Cerita Musa dan cerita Tuhan Yesus dalam bacaan kita memperlihatkan ujian juga. Namun kali ini yang menguji bukanlah hidup, dan juga bukan Allah, melainkan manusia. Istilah yang biasa digunakan orang beragama, seperti kita adalah, manusia yang mencobai Tuhan. Saya mengatakan ujian bagi Tuhan. Manusia menguji Tuhan. Apakah mungkin? Apakah boleh? Apakah Tuhan bisa lulus ujian yang diberikan manusia?

Apakah mungkin? Bisa saja. Dan selalu terjadi, bukan? Bila kita bisa bercakap-cakap dengan Tuhan, maka mungkin saja beberapa bahan percakapan kita dengan Tuhan adalah ujian bagi Tuhan.Tuhan bolehkah saya begini atau begitu? Tuhan dapatkah engkau membuat yang ini atau yang itu? Dan seterusnya, dan sebagainya. Dari hal-hal yang sepele, hingga hal-hal yang sangat menentukan perjalanan hidup kita. Bila Tuhan lulus ujian yang kita buat, hati kita biasanya senang dan lega. Sebaliknya bila Tuhan tidak lulus ujian… wah kita kecewa dan mulai mempertanyakan seberapa dalam dan seberapa banyaknya Tuhan sayang dan memperhatikan kita.

Apakah boleh kita menguji Tuhan? Siapa yang dapat melarang kita menguji Tuhan? Bukankah Tuhan sendiri tidak pernah melarang kita mengujinya? Memang dalam pengalaman banyak orang Indonesia, kita dibentuk untuk berpikir bahwa berbagai ujian yang kita jalani sejak kecil sampai dewasa, dari sekolah hingga di dunia ker ja, adalah ungkapan ketidakpercayaan. Kita diuji karena sekolah atau pemberi kerja curiga pada kemampuan kita. Hal ini bisa saja benar. Namun ujian-ujian juga punya sisi yang lain yaitu sebagai pembuktian untuk diri kita sendiri. Artinya bisa saja dari sisi si penguji dasarnya adalah ketidakpercayaan akan kemampuan kita, namun dari sisi kita justru menempuh ujian adalah pembuktian akan kemampuan kita. Bolehkah kita menguji Tuhan? Pertanyaan ini sama saja dengan bolehkan kita menguji kesungguhan cinta kekasih kita? Mengapa tidak boleh? Dari sisi yang menguji, bisa saja ujian ini didasari prasangka dan ketidakpercayaan. Namun ketika yang diuji berhasil membuktikan kesungguhannya, berhasil membuktikan cintanya, maka apakah yang akan terjadi ibu, bapak, dan saudara sekalian?

Tidak terlalu sulit untuk menjawab pertanyaan apakah Tuhan bisa lulus ujian yang diberikan manusia. Saya sudah menyebutkan apa artinya bila Tuhan lulus ujian yang kita berikan. Yang sulit adalah bagaimana bila Tuhan tidak lulus ujian yang kita berikan?

Dalam cerita Musa, dan percakapan Tuhan Yesus hari ini kita menemukan situasi di mana Tuhan mungkin tidak lulus ujian yang diberikan oleh manusia. Apa yang akan terjadi? Lanjutan dari cerita Musa yang mengisahkan perjalanan puluhan tahun Israel di padang gurun memperlihatkan berbagai ujian yang terus menerus diberikan Israel kepada Tuhan, dan berkali-kali Tuhan tidak lulus. Hal yang sama terjadi juga antara Yesus dengan sekelompok orang yang berulang-ulang menguji-Nya. Dalam injil-injil percakapan seperti ini bukan hanya terjadi sekali. Berkali-kali Yesus menghadapi ujian-ujian, bahkan jangan lupa, para murid, orang-orang terdekat dengan Yesus juga menguji Yesus. Para murid menguji Yesus, juga, bukan hanya sekali.

Bagaimana bila Tuhan tidak lulus ujian yang kita berikan? Ada dua kemungkinan. Kemungkinan yang pertama adalah kita berhenti menguji Tuhan dan pergi. Quit! (Para penguji Yesus berganti-ganti, bagi mereka Yesus tidak lulus, dan mereka meninggalkan-Nya.) Kita berhenti menguji Tuhan, kita meninggalkan-Nya, kita berhenti bercakap-cakap dengan-Nya, kita berhenti berharap kepada-Nya, kita berhenti mempercayai-Nya.

Kemungkinan yang lain adalah kita akan terus menguji-Nya. Keep on pressing Him. Kita terus memaksa-Nya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Kita terus menantang-Nya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kita. Kita terus mendesak-Nya untuk mendengar kemarahan dan kekecewaan kita. (Para murid Yesus, sekalipun bagi mereka berkali-kali Yesus tidak lulus ujian mereka, seringkali mereka tidak bisa memahami Yesus, namun mereka tidak meninggalkan-Nya). Mana yang lebih baik?

Hari ini kita melihat bahwa menguji Tuhan ternyata adalah menguji diri kita sendiri. Berhenti menguji Tuhan adalah berhenti bercakap-cakap dengan Tuhan. Menguji Tuhan terus-menerus adalah seperti pasangan yang saling mencintai yang terus-menerus belajar untuk saling memahami kekasihnya… sepanjang kehidupan.(YSU)

 

 

 

Renungan Sepekan

Keteguhan Iman dalam Pergumulan

Bacaan: Kejadian 32:22-31

Kalau ditanya, “Siapa yang mau menjadi Spider-Man?”, mungkin banyak orang akan mengangkat tangan. Menjadi pahlawan yang memiliki kekuatan super, menyelamatkan banyak orang, dan dikagumi tentu terdengar menyenangkan.

Namun pertanyaannya berubah ketika ditanya, “Siapa yang mau menjadi Peter Parker?”

Tidak banyak yang bersedia.

Sebab menjadi Peter Parker berarti menjalani hidup yang tidak mudah. Ia kehilangan orang-orang yang dikasihinya, harus merahasiakan identitasnya, rela mengorbankan kebahagiaannya demi orang lain, bahkan sering kali harus menjalani kesepian. Banyak orang menginginkan kemuliaan Spider-Man, tetapi sedikit yang bersedia menjalani pergumulan Peter Parker. Justru pergumulan itulah yang membentuknya menjadi pahlawan yang sejati.

Bukankah sering kali kita juga demikian? Kita ingin menjadi orang yang diberkati Tuhan, dipakai-Nya, dan menikmati kemenangan. Namun kita berharap semuanya terjadi tanpa air mata, tanpa penantian, dan tanpa pergumulan.

Yakub juga menginginkan berkat Tuhan. Namun sebelum menerima berkat itu, ia harus melewati satu malam yang panjang di tepi sungai Yabok. Menariknya, dalam bahasa Ibrani terdapat permainan bunyi antara Yakub (Ya’aqov), Yabok (Yabboq), dan kata bergulat (‘abaq). Seolah-olah penulis Kejadian ingin mengajak kita melihat bahwa perjalanan Yakub menuju Yabok bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perjalanan menuju pergumulan yang mengubah hidupnya.

Yakub masuk ke Yabok sebagai seorang yang penuh ketakutan dan masih mengandalkan kemampuannya sendiri. Namun setelah bergumul dengan Allah, ia keluar sebagai Israel, manusia yang telah diubahkan. Memang ia berjalan dengan kaki yang pincang, tetapi ia juga membawa identitas yang baru. Allah tidak hanya mengubah situasi yang akan dihadapinya bersama Esau, tetapi terlebih dahulu mengubah hati dan hidup Yakub.

Sering kali kita berdoa agar Tuhan segera mengangkat pergumulan kita. Padahal mungkin Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih penting, yaitu membentuk kita melalui pergumulan itu. Allah tidak selalu mengubah keadaan secepat yang kita harapkan, tetapi Ia tidak pernah berhenti mengerjakan perubahan dalam diri kita.

Hari ini, mungkin kita sedang berada di “Yabok” kita masing-masing. Ada pergumulan dalam keluarga, pekerjaan, kesehatan, pelayanan, atau masa depan. Jangan buru-buru menganggap Tuhan sedang meninggalkan kita. Bisa jadi, justru di tempat pergumulan itulah Tuhan sedang membentuk iman kita menjadi lebih dewasa.

Keteguhan iman bukan berarti hidup tanpa pergumulan. Keteguhan iman adalah keberanian untuk tetap berpegang kepada Tuhan di tengah pergumulan, sambil percaya bahwa Ia sedang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih serupa dengan kehendak-Nya.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1408173
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1408073
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :