Iman yang Tidak Menyerah
“Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak darimu …” (Yes. 54:10a).
Lagu “Walau Gunung Tak Berpindah” ciptaan Yesua Abraham dan Kenny Sastro mengingatkan kita bahwa dalam hidup ada masalah yang terasa seperti gunung besar. Penyakit yang tak kunjung sembuh, pekerjaan yang belum jelas, hubungan keluarga yang renggang, atau pergumulan ekonomi yang berat sering membuat kita merasa Lelah dan tidak sanggup melangkah lagi.
Namun Tuhan Yesus berkata, “… Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada gunung ini: “Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah…” (Mat. 17:20). Biji sesawi sangat kecil, tetapi memiliki kehidupan di dalamnya. Demikian juga iman kita. Tuhan tidak menuntut iman yang besar menurut ukuran manusia, melainkan iman yang tetap percaya kepada-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, “memindahkan gunung” tidak selalu berarti mukjizat yang spektakuler. Seorang ibu yang tetap berdoa bagi anaknya setiap hari sedang memindahkan gunung kekhawatiran. Seorang ayah yang tetap bekerja dengan jujur di tengah kesulitan sedang memindahkan gunung keputusasaan. Seorang umat yang tetap datang beribadah walau hatinya sedang terluka sedang memindahkan gunung kesedihan.
Kadang gunung itu tidak langsung berpindah. Namun, ketika kita terus percaya, Tuhan mengubah hati kita, memberi kekuatan baru, dan menunjukkan jalan yang sebelumnya tidak kita lihat. Gunung mungkin masih ada di depan mata, tetapi kasih setia Tuhan tidak pernah berpindah dari hidup kita.
Mari kita bawa setiap pergumulan kepada Tuhan. Jangan ukur besarnya masalah, tetapi lihatlah besarnya kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Iman yang kecil, di tangan Tuhan, dapat menghasilkan pengharapan yang besar. (CHE)







Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1395912
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :