Antara Air, Pilatus, dan Darah Kristus

Syalom, Selamat Paska bagi kita semua,

Kubur yang kosong adalah bukti tak terbantahkan bahwa Dia hidup. Kebaikan Tuhan yang terbesar tidak hanya diucapkan melalui janji, tetapi telah teruji secara nyata di bukit Golgota dan dimeteraikan melalui kebangkitan-Nya. Salib, yang pada abad pertama merupakan simbol kehinaan, kutuk, dan kekalahan paling rendah bagi kekaisaran Romawi, kini telah bertransformasi menjadi lambang kemenangan dan pengharapan bagi kita. Namun, di balik peristiwa penebusan yang agung itu, terselip sebuah fragmen sejarah yang menarik mengenai pergolakan batin dan manuver politik seorang manusia bernama Pontius Pilatus.

Dalam narasi sengsara Kristus, kita melihat sebuah tindakan simbolis yang sangat provokatif: Pilatus mencuci tangan. Menariknya, Pilatus bukanlah seorang Yahudi, namun ia menggunakan ritual yang sangat kental dengan budaya Yahudi untuk berbicara kepada orang Yahudi. Praktik membasuh tangan, atau yang dikenal sebagai Netilat Yadayim, merupakan tradisi yang berakar dari hukum Taurat dan dikembangkan dalam Talmud serta halakha. Bagi orang Farisi, ini adalah “tradisi para tua-tua” yang wajib dijaga demi kesucian ritual, sebagaimana terekam dalam Matius 15:2.

Sebagai gubernur yang telah bertahun-tahun memimpin Yudea, Pilatus sangat memahami sensitivitas agama ini. Ketika ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan massa yang sedang murka, ia sebenarnya sedang melakukan sebuah sindiran tajam. Ia seolah berkata dengan bahasa mereka sendiri: “Jika kalian menuntut darah orang ini atas nama kesucian agama kalian, maka biarlah kenajisan darah ini sepenuhnya berada di atas pundak kalian.” Melalui lensa ini, perkataan Pilatus dalam Matius 27:24, “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!”, bukan sekadar pernyataan netralitas, melainkan sebuah serangan balik politik yang penuh dendam karena ia merasa dipojokkan oleh ancaman para pemimpin agama yang mempertanyakan kesetiaannya kepada Kaisar.

Perseteruan ini berlanjut hingga ke atas kayu salib. Ketika Pilatus menuliskan Titulus berbunyi “Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi,” ia sedang meletakkan label permanen yang menghina harga diri para imam kepala. Protes mereka yang meminta pengubahan kalimat tersebut ditolak mentah-mentah dengan kalimat legendaris: “Apa yang telah kutulis, tetap tertulis” (Yoh. 19:22). Di sini kita melihat bahwa bahkan di tengah ketidakadilan, kebenaran tentang jati diri Kristus sebagai Raja diproklamirkan secara resmi oleh dunia.

Namun, mari kita renungkan secara mendalam, meskipun Pilatus mencuci tangannya dengan air di hadapan publik, tangannya tidak pernah benar-benar bersih. Sejarah mencatat bahwa ia tetap bersalah karena membiarkan ketidakadilan terjadi demi mengamankan kursinya. Air Pilatus hanya menyentuh kulit, tetapi tidak mampu menyucikan nurani. Berbeda dengan Kristus, Sang Mesias yang dihukum mati, yang justru melalui darah-Nya memberikan penyucian yang tidak bisa dilakukan oleh ritual air mana pun.

Setiap kepingan hidup kita, yang manis maupun yang getir, seringkali terasa kacau seperti suasana di pengadilan Pilatus. Namun, Tuhan adalah perangkai yang agung. Dari sebuah pengadilan yang tidak adil dan tindakan cuci tangan yang penuh kepura-puraan, Tuhan tetap mendatangkan keselamatan bagi dunia. Paska mengajarkan kita bahwa tidak ada tindakan manusia yang bisa menghalangi rencana Tuhan. Jika Tuhan sudah memberikan nyawa-Nya bagi kita, apa yang harus kita lakukan? Kita dipanggil bukan untuk “mencuci tangan” dan lari dari tanggung jawab iman, melainkan untuk menyerahkan setiap kepingan hidup kita ke dalam tangan-Nya. Biarlah kita belajar bahwa kejujuran di hadapan Tuhan lebih berharga daripada pembelaan diri di hadapan manusia.

Selamat merayakan kemenangan Kristus. Dia hidup, dan karena Dia hidup, masa depan kita penuh dengan kepastian. Amin. (AFS)

Renungan Sepekan

KERJAKAN KESELAMATANMU

Keluaran 17:1–7; Mazmur 78:1–4, 12–16; Filipi 2:1–13; Matius 21:23–32

Kita sering berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus. Namun, apakah keselamatan itu berhenti pada apa yang kita percaya? Bacaan-bacaan kita hari ini mengajak kita melihat bahwa keselamatan yang Allah kerjakan perlu dihidupi dalam perjalanan kehidupan kita.

Dalam Keluaran 17, bangsa Israel telah mengalami pembebasan Tuhan dari Mesir. Namun, perjalanan mereka belum selesai. Di Rafidim mereka menghadapi persoalan karena tidak ada air. Mereka kemudian mempertanyakan kehadiran Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Mereka sudah mengalami pertolongan Tuhan, tetapi dalam persoalan baru mereka kembali mengalami keraguan. Tuhan tetap hadir dan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjadi umat yang telah mengalami karya keselamatan Tuhan tidak berarti perjalanan hidup selalu mudah. Kita tetap belajar percaya dan bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Mazmur 78 kemudian mengajak umat untuk mengingat dan menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya. Pengalaman tentang kesetiaan Tuhan tidak boleh berhenti pada satu generasi. Apa yang telah Tuhan lakukan perlu diingat, diceritakan, dan menjadi dasar bagi kehidupan umat pada masa kini. Keselamatan yang kita ingat seharusnya memengaruhi cara kita menjalani kehidupan.

Hal ini semakin jelas dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi. Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Perkataan ini bukan berarti kita harus berusaha mendapatkan keselamatan dengan kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Paulus langsung menegaskan bahwa Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan. Karena itu, mengerjakan keselamatan berarti menghidupi keselamatan yang telah Allah kerjakan. Keselamatan itu terlihat ketika kita hidup dalam kasih, tidak mementingkan diri sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain, dan memiliki kerendahan hati seperti Kristus.

Hal yang sama terlihat dalam perumpamaan Yesus tentang dua anak dalam Matius 21. Anak pertama berkata “ya” kepada ayahnya, tetapi tidak pergi. Anak kedua berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi melakukan kehendak ayahnya. Yesus menunjukkan bahwa melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dengan perkataan. Iman dan pertobatan harus terlihat dalam tindakan.

Keempat bacaan ini membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana: Apakah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam diri kita sudah terlihat dalam kehidupan kita? Bukan hanya dalam perkataan kita, tetapi dalam cara kita memperlakukan keluarga, sesama, gereja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Maka, mengerjakan keselamatan berarti terus berjalan bersama Tuhan, mengingat dan menceritakan karya-Nya, membiarkan Kristus membentuk karakter kita, serta melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak mengerjakan keselamatan supaya diselamatkan. Kita mengerjakannya karena kita telah diselamatkan dan Allah sedang terus bekerja di dalam kita.

Kiranya kehidupan kita bukan hanya berkata, “Saya percaya kepada Tuhan,” tetapi juga menunjukkan melalui tindakan: “Saya hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan.”

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1480218
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1480118
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :