Mengucap Syukurlah dalam Segala Keadaan

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Mengucap syukur dalam segala hal adalah salah satu ajaran penting dalam iman Kristen. Ini berarti kita diajak untuk selalu bersyukur, tidak hanya dalam keadaan baik, tetapi dalam keadaan atau situasi sulit sekalipun.

Ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dikerjakan. Namun Paulus telah memberikan teladan yang luar biasa dalam pelayanan dan pengiringannya kepada Tuhan. Walaupun dia mengalami begitu banyak kondisi dan keadaan yang tidak mudah – penganiayaan, kekurangan, serta dicari dan dikejar orang untuk dibunuh karena memberitakan Injil, tetapi Paulus tetap mengucap syukur.

Ketika dia memberitakan Injil di Tesalonika, salah satu kota besar pada zaman tersebut, pengikut-pengikut awalnya adalah dari golongan masyarakat kelas atas. Lawan-lawan Paulus tidak berhasil memengaruhi pemerintah untuk melarangnya memberitakan Injil. Akhirnya, mereka memilih untuk membuat kerusuhan dengan maksud memaksa pemerintah untuk mengambil tindakan tegas kepada Paulus. Para penguasa yang terperangkap oleh tuduhan tidak patuh kepada kaisar, mengambil tindakan minim, yaitu menyingkirkan Paulus tanpa melakukan kekerasan terhadapnya. Melihat sendiri bagaimana tantangan yang dihadapi oleh Paulus, para pengikut merasakan bahwa Paulus meninggalkan teladan hidup yang sangat membekas dalam kehidupan mereka. Paulus telah mengajarkan untuk senantiasa bersyukur dalam segala keadaan.

Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengucap sukur dalam segala kondisi.

  1. Mengucap syukur mengubah cara pandang. Ucapan syukur membantu kita melihat hidup dengan perspektif Ilahi. Kita belajar melihat segala sesuatu bukan dari sudut pandang manusia yang terbatas, tetapi dari sudut pandang Tuhan yang tahu segalanya. Ketika kita bersyukur, kita akan menyadari bahwa di balik setiap kesulitan, ada rencana Tuhan yang indah yang sedang dikerjakan dalam hidup kita.
  2. Mengucap syukur memberi kekuatan untuk menghadapi kesulitan. Mengucap syukur bukan berarti kita mengabaikan masalah yang ada, tetapi menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada Tuhan dan percaya bahwa Dia sanggup menolong kita. Mazmur 50:23 berkata: “Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.” Ucapan syukur menunjukkan bahwa kita memiliki iman kepada Tuhan, bahkan di tengah badai kehidupan.
  3. Mengucap syukur membuka pintu berkat. Tahukah kita bahwa ucapan syukur dapat membawa kita masuk dalam berkat Tuhan? Amsal 10:22 berkata: “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.” Ketika kita bersyukur, kita sedang menunjukkan sikap percaya kepada Tuhan dan menghormati-Nya. Ini membuka pintu bagi Tuhan untuk bekerja lebih besar dalam hidup kita. Mengucap syukur dalam segala hal harus diiringi dengan tindakan berdoa tanpa henti. Dengan demikian, kita tidak akan kekurangan alasan untuk bersyukur dalam segala hal. Sama seperti dalam segala hal kita harus menyatakan permintaan-permintaan kita kepada Allah dengan permohonan, demikian pula kita tidak boleh melewatkan ucapan syukur. Surat Filipi 4:6, menuliskan demikian; “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa permohonan dengan ucapan syukur.” Ini adalah cara menghilangkan kebiasaan mengeluh yaitu senantiasa bersyukur.

Hari ini kita belajar ada kuasa yang besar dalam “mengucap syukur”, karena ada kekuatan yang Tuhan anugerahkan kepada kita agar dapat melewati keadaan sulit. Marilah kita terus belajar mengucap syukur dalam segala kondisi sehingga kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang. “Amin”. (MEP)

Renungan Sepekan

Tegar di Tengah Ujian Hidup

Bacaan: Kejadian 29:15–28; Mazmur 105:1–11,45b; Roma 8:26–39; Matius 13:31–33, 44–52

Hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada masa ketika kita sudah berusaha dengan jujur, tetapi justru menghadapi kekecewaan. Ada doa yang belum dijawab, pengkhianatan dari orang yang kita percaya, atau jalan hidup yang terasa semakin berat. Dalam situasi seperti itu, pertanyaan yang sering muncul adalah, “Apakah Tuhan masih bekerja?”

Kisah Yakub dalam Kejadian 29 memberikan gambaran yang sangat manusiawi. Yakub bekerja tujuh tahun demi mendapatkan Rahel, perempuan yang dicintainya. Namun pada malam pernikahan, Laban menipunya dengan memberikan Lea. Ironisnya, Yakub yang dahulu pernah menipu Esau dan Ishak, kini merasakan pahitnya menjadi korban tipu daya. Alkitab tidak sedang mengatakan bahwa setiap penderitaan adalah hukuman Tuhan. Namun, kisah ini menunjukkan bahwa Tuhan tetap bekerja bahkan melalui keadaan yang tidak ideal. Yakub harus bekerja tujuh tahun lagi untuk mendapatkan Rahel. Jalan menuju janji Tuhan ternyata lebih panjang daripada yang ia bayangkan.

Mazmur 105 mengajak umat mengingat karya-karya Tuhan dalam sejarah. Pemazmur tidak menutupi fakta bahwa perjalanan umat Allah penuh dengan kesulitan. Namun di balik semua itu, Tuhan tetap setia pada perjanjian-Nya. Kesetiaan Allah tidak diukur dari mudah atau sulitnya perjalanan, melainkan dari penyertaan-Nya yang tidak pernah berubah.

Paulus dalam Roma 8 membawa penghiburan yang luar biasa. Ia tidak berkata bahwa orang percaya akan terbebas dari penderitaan. Justru ia menyebutkan berbagai realitas hidup: kesesakan, penganiayaan, kelaparan, bahaya, bahkan maut. Namun di tengah semua itu ia berkata, “Dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Rm. 8:37). Kemenangan orang percaya bukan berarti bebas dari masalah, tetapi tetap berdiri teguh karena kasih Kristus tidak pernah meninggalkan kita.

Bahkan ketika kita tidak tahu harus berdoa bagaimana, Roh Kudus sendiri berdoa bagi kita (Rm. 8:26). Betapa melegakan mengetahui bahwa ketika kata-kata kita habis, Tuhan tidak berhenti bekerja.

Injil Matius 13 melengkapi pesan ini melalui berbagai perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Biji sesawi yang sangat kecil dapat bertumbuh menjadi pohon besar. Ragi yang sedikit mampu mengembangkan seluruh adonan. Harta terpendam dan mutiara yang indah mengajarkan bahwa Kerajaan Allah begitu berharga sehingga layak diperjuangkan dengan segala pengorbanan. Jala yang mengumpulkan berbagai jenis ikan mengingatkan bahwa pada akhirnya Tuhanlah yang akan menyatakan keadilan-Nya.

Semua perumpamaan ini mengajarkan satu hal: pekerjaan Allah sering kali berlangsung secara perlahan, tersembunyi, bahkan tampak tidak spektakuler. Namun hasil akhirnya jauh melampaui apa yang dapat kita bayangkan. Karena itu, jangan menyerah hanya karena hari ini kita belum melihat hasilnya.

Tegar bukan berarti tidak pernah menangis. Tegar bukan berarti tidak pernah bertanya kepada Tuhan. Tegar berarti tetap memilih percaya ketika keadaan belum berubah. Yakub tetap bekerja. Pemazmur tetap memuji. Paulus tetap meyakini kasih Kristus. Demikian pula kita dipanggil untuk tetap berjalan bersama Tuhan.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami “tujuh tahun tambahan” yang tidak pernah kita rencanakan. Mungkin ada doa yang belum dijawab, relasi yang melukai, atau beban yang terasa terlalu berat. Ingatlah, Allah yang menyertai Yakub, memelihara Israel, menguatkan Paulus, dan menghadirkan Kerajaan-Nya melalui hal-hal kecil, adalah Allah yang sama yang menyertai kita hari ini.

Tidak semua ujian langsung berakhir, tetapi di setiap ujian Tuhan membentuk iman yang semakin dewasa. Dan ketika kita melihat ke belakang nanti, kita mungkin baru menyadari bahwa justru melalui jalan yang berliku itulah Tuhan sedang menggenapi rencana-Nya yang terbaik.

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1366943
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1366843
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :