Pengharapan dalam Kristus

Selamat Hari Minggu Umat GKI Kota Wisata,

Di tengah ketidakpastian hidup, baik itu yang disebabkan oleh persoalan ekonomi, kesehatan yang menurun, keretakan hubungan, atau impian yang tak kunjung terwujud, mudah sekali bagi kita untuk kehilangan arah. Dunia sering kali menawarkan “pengharapan” semu: janji kekayaan, kenyamanan, atau bantuan manusia yang serba terbatas. Namun, saat badai hidup yang sesungguhnya menerpa, semua itu sering kali goyah dan runtuh.

Minggu pagi ini, masih dalam minggu biasa atau musim perenungan, saya ingin sedikit berbagi renungan dan mengajak kita semua untuk selalu dan terus berpengharapan kepada Tuhan Yesus Kristus. Meyakini penyertaan Tuhan dan terus menaruh pengharapan dalam Dia adalah hal simpel yang tidak selalu mudah kita lakukan dalam menjalanin kehidupan ini. Saya pribadi selalu teringat ucapan pendeta saat khotbah. Pesannya jelas, kita harus selalu mengingat Tuhan dalam setiap musim kehidupan, saat menghadapi pasang surut kehidupan. Mengingat Tuhan bukan hanya saat kita susah, tetapi ketika hidup kita sedang baik-baik saja, maka kita harus tetap terus mengingat Tuhan

Saya mengajak Bapak/Ibu terkasih untuk belajar dari kisah Eliezer dalam Kejadian 24:12–21, sebuah doa yang membuka jalan. Perjalanan Eliezer menuju Mesopotamia bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan iman. Setibanya di sumur, ia tidak langsung mengandalkan pengalaman, kecerdasan, atau strategi. Ia berhenti dan berdoa: “TUHAN, Allah tuanku Abraham, buatlah kiranya aku berhasil pada hari ini…” (Kej. 24:12). Kata Ibrani untuk “berhasil” adalah ????? (q?r?h), yang secara harfiah berarti “membuat sesuatu terjadi” atau “mempertemukan secara providensial.” Eliezer memahami bahwa keberhasilan sejati bukan hasil kebetulan, tetapi sebuah rancangan yang telah diatur oleh Allah.

Doa Eliezer juga sangat spesifik. Ia meminta tanda yang mencerminkan karakter perempuan pilihan Tuhan: seorang yang bukan hanya memberi minum kepadanya, tetapi juga bersedia memberi minum unta-untanya. Tindakan itu menuntut kerendahan hati, kemurahan hati, dan kerja keras. Bahkan sebelum doa itu selesai dipanjatkan, Ribka datang dan melakukan tepat seperti yang dimintanya. Hal ini memperlihatkan bahwa Allah telah bekerja bahkan sebelum doa selesai diucapkan. Menariknya, ayat 21 mencatat bahwa Eliezer hanya diam sambil memperhatikan Ribka. Kata Ibrani ????? (sha’ah) menggambarkan sikap mengamati dengan penuh hormat dan kesabaran. Ia tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, tetapi memberi ruang bagi Allah untuk meneguhkan jawaban-Nya.

Meyakini bahwa doa adalah wujud dari iman yang hidup layaknya menjadi prinsip hidup kita. Doa bukanlah pilihan terakhir ketika semua usaha gagal, melainkan langkah pertama sebelum mengambil keputusan. Ketika doa mendahului tindakan, hati kita diselaraskan dengan kehendak Allah, jalan yang tampaknya tertutup dapat dibukakan oleh tangan-Nya. Keberhasilan terbesar lahir bukan dari kepandaian manusia, melainkan dari kehidupan yang bergantung penuh kepada Tuhan.

Mari kita ingat bahwa di setiap musim kehidupan, kasih Tuhan tidak pernah berubah. Ketika dunia menawarkan ketidakpastian, pegang teguh janji-Nya. Ia yang memulai pekerjaan baik dalam hidupmu, Ia juga yang akan menyelesaikannya.

Tetaplah berjalan dalam iman dan jadilah saksi kasih-Nya di mana pun kita berada. Tuhan Yesus memberkati. (AFS)

 

Renungan Sepekan

KERJAKAN KESELAMATANMU

Keluaran 17:1–7; Mazmur 78:1–4, 12–16; Filipi 2:1–13; Matius 21:23–32

Kita sering berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus. Namun, apakah keselamatan itu berhenti pada apa yang kita percaya? Bacaan-bacaan kita hari ini mengajak kita melihat bahwa keselamatan yang Allah kerjakan perlu dihidupi dalam perjalanan kehidupan kita.

Dalam Keluaran 17, bangsa Israel telah mengalami pembebasan Tuhan dari Mesir. Namun, perjalanan mereka belum selesai. Di Rafidim mereka menghadapi persoalan karena tidak ada air. Mereka kemudian mempertanyakan kehadiran Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Mereka sudah mengalami pertolongan Tuhan, tetapi dalam persoalan baru mereka kembali mengalami keraguan. Tuhan tetap hadir dan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjadi umat yang telah mengalami karya keselamatan Tuhan tidak berarti perjalanan hidup selalu mudah. Kita tetap belajar percaya dan bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Mazmur 78 kemudian mengajak umat untuk mengingat dan menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya. Pengalaman tentang kesetiaan Tuhan tidak boleh berhenti pada satu generasi. Apa yang telah Tuhan lakukan perlu diingat, diceritakan, dan menjadi dasar bagi kehidupan umat pada masa kini. Keselamatan yang kita ingat seharusnya memengaruhi cara kita menjalani kehidupan.

Hal ini semakin jelas dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi. Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Perkataan ini bukan berarti kita harus berusaha mendapatkan keselamatan dengan kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Paulus langsung menegaskan bahwa Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan. Karena itu, mengerjakan keselamatan berarti menghidupi keselamatan yang telah Allah kerjakan. Keselamatan itu terlihat ketika kita hidup dalam kasih, tidak mementingkan diri sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain, dan memiliki kerendahan hati seperti Kristus.

Hal yang sama terlihat dalam perumpamaan Yesus tentang dua anak dalam Matius 21. Anak pertama berkata “ya” kepada ayahnya, tetapi tidak pergi. Anak kedua berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi melakukan kehendak ayahnya. Yesus menunjukkan bahwa melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dengan perkataan. Iman dan pertobatan harus terlihat dalam tindakan.

Keempat bacaan ini membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana: Apakah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam diri kita sudah terlihat dalam kehidupan kita? Bukan hanya dalam perkataan kita, tetapi dalam cara kita memperlakukan keluarga, sesama, gereja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Maka, mengerjakan keselamatan berarti terus berjalan bersama Tuhan, mengingat dan menceritakan karya-Nya, membiarkan Kristus membentuk karakter kita, serta melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak mengerjakan keselamatan supaya diselamatkan. Kita mengerjakannya karena kita telah diselamatkan dan Allah sedang terus bekerja di dalam kita.

Kiranya kehidupan kita bukan hanya berkata, “Saya percaya kepada Tuhan,” tetapi juga menunjukkan melalui tindakan: “Saya hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan.”

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1480218
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1480118
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :