Dari Yerusalem sampai ke Laubaleng

”Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” (Mat. 28:19-20).

Ketika Matius 28:19-20 dibacakan oleh Bapak Pdt. Riauland Sembiring dalam Ibadah Penyerahan Alkitab bagi umat Tuhan di Lau Njuhar beberapa waktu lalu, ada rasa haru dan bahagia serta penuh harapan di dalam hati Tim Mission Trip-2 GKI Kota Wisata yang hadir bersama Tim Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).

Pagi itu, Kamis 14 November 2024, sekitar pukul 09.30, Tim Mission Trip memulai perjalanan dari Kantor Klasis GBKP Lau Baleng menuju Lau Njuhar Kecamatan Taneh Pinem Kabupaten Dairi. Surprise sekali, Tim harus menggunakan mobil Toyota Hardtop yang telah disulap menjadi sebuah truk yang tangguh untuk melewati medan tak beraspal khas pegunungan di daerah Dataran Tinggi Karo dan Dairi. Perjalanan dengan guncangan berat dan ringan terasa tidak menjemukan karena adanya suguhan pemandangan indah pegunungan dan lembah sambil menyusuri ’Lau Renun’ yang mengalir deras. Tidak terasa, waktu sekitar 2 jam dilalui dengan penuh sukacita. Apalagi ketika Tim tiba di Lau Njuhar dan disambut dengan makan siang dengan menu khas ‘Cih Gule Jambe’ (siput sungai yang digulai dengan labu kuning).

Setelah makan siang dan beristirahat sejenak, Tim melanjutkan perjalanan menuju Gereja, GBKP Runggun Lau Baleng. Umat Tuhan di Lau Njuhar telah menanti kedatangan Tim di gereja berdinding papan yang terletak di bukit Desa Lau Njuhar tersebut. Hari itu, 14 November 2024 bertempat di Desa Lau Njuhar, 3.000 eksemplar Alkitab berbahasa Karo (Pustaka Sibadia) diserahkan secara simbolis kepada GBKP Klasis Lau Baleng. Tidak hanya itu, bersama dengan Tim Mission Trip-2, LAI juga menyerahkan Alkitab TB-2 dan Alkitab Edisi Studi serta Buku Cerita Bergambar kepada umat Tuhan selain Jemaat GBKP yang ada di Lau Njuhar.

Tentunya, kesempatan untuk mendukung Program Satu Dalam Kasih (Program SDK) LAI dengan mengadopsi pengadaan 3.000 Pustaka Sibadia ini merupakan anugerah yang begitu besar dari Tuhan bagi umat di GKI Kota Wisata. Bukan karena kuat dan hebat GKI Kota Wisata, akan tetapi karena GKI Kota Wisata dipakai Tuhan untuk penyediaan Pustaka Sibadia bagi umat Tuhan yang kesulitan mendapatkan dan memiliki Alkitab di Lau Njuhar.

Ketika Pdt. Riauland Sembiring menyampaikan khotbah dari Matius 28:19- 20 dalam Ibadah Penyerahan Alkitab kepada umat di Lau Njuhar, Tim Mission Trip sungguh menyadari bahwa apa yang GKI Kota Wisata lakukan di Lau Njuhar masih jauh dari arti penginjilan yang sesungguhnya. Namun kita percaya, Alkitab yang diberikan kepada umat Tuhan di Lau Njuhar akan bermanfaat sekali dalam memupuk iman percaya saudara-saudara yang kita kasihi di sana. Mungkin di rumah kita tersedia beberapa Alkitab untuk keluarga kita, namun jauh di sana, ada umat Tuhan yang dalam penantian panjang dan sangat bersyukur menerima Alkitab pertama yang dapat mereka miliki secara pribadi.

Teriakan anak-anak Tuhan di Lau Baleng, ”Terima kasih teman-teman, kami sudah mempunyai alkitab sendiri,” kembali mengingatkan kita akan Visi GKI Kota Wisata: ”Menjadi Gereja yang Dewasa, Dinamis, dan Misioner”.

Semoga kita tetap dimampukan oleh Tuhan untuk terus berkomitmen menjadi berkat bagi masyarakat sekitar serta melakukan pengembangan pelayanan misi kontekstual di daerah tertinggal/pedesaan. Amin. (SSI)

Renungan Sepekan

KERJAKAN KESELAMATANMU

Keluaran 17:1–7; Mazmur 78:1–4, 12–16; Filipi 2:1–13; Matius 21:23–32

Kita sering berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus. Namun, apakah keselamatan itu berhenti pada apa yang kita percaya? Bacaan-bacaan kita hari ini mengajak kita melihat bahwa keselamatan yang Allah kerjakan perlu dihidupi dalam perjalanan kehidupan kita.

Dalam Keluaran 17, bangsa Israel telah mengalami pembebasan Tuhan dari Mesir. Namun, perjalanan mereka belum selesai. Di Rafidim mereka menghadapi persoalan karena tidak ada air. Mereka kemudian mempertanyakan kehadiran Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Mereka sudah mengalami pertolongan Tuhan, tetapi dalam persoalan baru mereka kembali mengalami keraguan. Tuhan tetap hadir dan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjadi umat yang telah mengalami karya keselamatan Tuhan tidak berarti perjalanan hidup selalu mudah. Kita tetap belajar percaya dan bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Mazmur 78 kemudian mengajak umat untuk mengingat dan menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya. Pengalaman tentang kesetiaan Tuhan tidak boleh berhenti pada satu generasi. Apa yang telah Tuhan lakukan perlu diingat, diceritakan, dan menjadi dasar bagi kehidupan umat pada masa kini. Keselamatan yang kita ingat seharusnya memengaruhi cara kita menjalani kehidupan.

Hal ini semakin jelas dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi. Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Perkataan ini bukan berarti kita harus berusaha mendapatkan keselamatan dengan kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Paulus langsung menegaskan bahwa Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan. Karena itu, mengerjakan keselamatan berarti menghidupi keselamatan yang telah Allah kerjakan. Keselamatan itu terlihat ketika kita hidup dalam kasih, tidak mementingkan diri sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain, dan memiliki kerendahan hati seperti Kristus.

Hal yang sama terlihat dalam perumpamaan Yesus tentang dua anak dalam Matius 21. Anak pertama berkata “ya” kepada ayahnya, tetapi tidak pergi. Anak kedua berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi melakukan kehendak ayahnya. Yesus menunjukkan bahwa melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dengan perkataan. Iman dan pertobatan harus terlihat dalam tindakan.

Keempat bacaan ini membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana: Apakah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam diri kita sudah terlihat dalam kehidupan kita? Bukan hanya dalam perkataan kita, tetapi dalam cara kita memperlakukan keluarga, sesama, gereja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Maka, mengerjakan keselamatan berarti terus berjalan bersama Tuhan, mengingat dan menceritakan karya-Nya, membiarkan Kristus membentuk karakter kita, serta melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak mengerjakan keselamatan supaya diselamatkan. Kita mengerjakannya karena kita telah diselamatkan dan Allah sedang terus bekerja di dalam kita.

Kiranya kehidupan kita bukan hanya berkata, “Saya percaya kepada Tuhan,” tetapi juga menunjukkan melalui tindakan: “Saya hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan.”

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1487797
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1487697
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :