Tuhan adalah Kekuatan kita

“tetapi orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yes. 40:31).

Adakalanya dalam hidup ini kita mengalami hidup yang sukar atau berat dikarenakan masalah yang kita hadapi, sehingga kita merasa seolah-olah mau menyerah saja atau melarikan diri dari persoalan yang dihadapi. Karena segala sesuatu di sekeliling kita menjadi menekan kita, dan kita merasa cemas dan khawatir sehingga kita melihat hari depan kelihatan gelap. Bukannya menghadapi hari baru dengan penuh kegembiraan dan sukacita, melainkan kita hadapi dengan kekalahan dan depresi. Kita tidak dapat menghindari satu krisis dalam kehidupan kita. Dan semakin kita bertambah usia maka kehidupan menjadi makin serius. Sebab satu hal yang harus kita sadari bahwa keputusan kita bisa mempengaruhi atau berdampak pada orang lain jika kita mengambil langkah yang salah. Karena itu ada banyak keluarga kehilangan suka-cita mereka, dan di dalam banyak hal juga banyak jiwa melayang dikarenakan banyak orang bunuh diri karena tekanan kecemasan bila semua harapan dan tujuan hidup diperas keluar dari mereka. Ketika saatsaat krisis mendatangi kita, bagaimana kita harus menghadapinya? Sikap apa yang harus kita ambil bila landasan mulai digoyangkan dan tembok-tembok sekeliling kita mulai runtuh?

Yesaya melayani bangsanya pada waktu bangsanya menderita keruntuhan dari dalam dan penyerbuan dari luar. Yesaya melihat datangnya tentara besar dari Babilon dan mengetahui bahwa mereka akan menghancurkan Yerusalem, membawa bangsanya sebagai tawanan dan membiarkan negaranya menjadi reruntuhan. Akan tetapi di tengah kebingungan dan keputus-asaan, Yesaya menerima berita dari Allah. Berita itu berisi pengharapan dan kekuatan untuk bangsanya yang menderita: “tetapi orang yang menantinantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yes. 40:31). Bila kita perhatikan dalam nas tersebut Allah berjanji untuk menolong kita “terbang”, bahwa satu-satunya jalan keluar adalah terbang naik ke atas persoalan kehidupan dan melintasinya di udara. Allah ingin membuat kita menjadi burung rajawali, tetapi seringkali kita lebih senang merayap seperti semut. Ingatlah bahwa Allah berkuasa mengangkat saudara dan saya di atas kesukaran-kesukaran yang selama ini telah menjebak kita, dan Allah ingin memberikan kemenangan pada saudara dan saya. Dalam ayat nas di atas Allah tidak hanya berjanji supaya kita dapat terbang, tetapi Dia juga berjanji untuk membantu kita dapat “berlari”. Dalam berlari kita bisa menjadi kelelahan, dan kita semua tahu apa artinya menjadi lelah dan lesu. Ada saat di mana kita harus terus berlari pada jam-jam krisis di mana kita tidak dapat berhenti. Mungkin kita telah lelah bekerja sepanjang hari akan tetapi kita harus segera berlari kembali ke rumah untuk melaksanakan tanggungjawab kita buat keluarga di rumah, dan hari lepas hari berjalan seperti itu, namun Allah memberikan kekuatan supaya kita tetap dapat berlari cepat dan tidak menjadi lelah dan lesu. Bahwa dalam nas di atas bukan saja Allah berjanji untuk menolong kita supaya kita dapat terbang dan berlari, tetapi Dia juga berjanji menolong kita untuk dapat “berjalan”, dikatakan “Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Allah berjanji untuk memberikan kekuatan pada kita tiap hari, sehingga kita dapat berjalan dan tidak jatuh dan menjadi lemah.

Terkadang jalan kehidupan itu tidak mulus seperti halnya jalan toll yang rata, tapi jalan itu berbatu dan berkarang. Dan saat kita merasa tidak ada satu tanganpun yang menolong kita dalam perjalanan yang sulit itu, lalu apakah kemudian kita akan mengeluh dan menyerah? tentu tidak, karena sebagai orang percaya kita harus mengingat janji Tuhan dalam Mazmur 91:11-12 yang memberikan kekuatan dan pengharapan, dikatakan “sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk batu.” Artinya bahwa pasukan Allah yang tidak kelihatan siap melayani kita, dan Allah sanggup memenuhi segala kebutuhan kita saat dalam kesulitan, asal kita tetap setia menantikan pertolongan Tuhan dan mempunyai pengharapan kepada-Nya serta percaya dengan sungguh akan firman-Nya. Tetaplah kuat dan berani untuk berjuang mengatasi segala kesulitan hidup, dan yakin serta percaya bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita sendiri. Jika saudara mulai memikirkan untuk menyerah dan merasa harus berhenti, maka ambillah waktu untuk bersaat teduh, berdoa serta merenungkan janji Allah dalam Yesaya 40:31 (ayat nas), karena Allah memiliki semua kekuatan yang kita perlukan untuk dapat berjalan dan tidak ada alasan lagi buat kita untuk berhenti. Tuhan Yesus memberkati. (CAD)

KEBAKTIAN MINGGU

KEBENARAN YANG MEMBEBASKAN

Yesaya 42:1–9; Mazmur 29; Kisah Para Rasul 10:34–43; Matius 3:13–17

Kebaktian 11 Januari 2026 oleh Pdt. Debora Rachelina S. Simanjuntak

Kita hidup di dunia yang penuh suara: opini, klaim kebenaran, dan tuntutan pembenaran diri. Namun tidak semua “kebenaran” membebaskan. Banyak yang justru menekan, menghakimi, dan melukai. Firman Tuhan hari ini mengajak kita kembali pada kebenaran yang sejati—kebenaran yang membebaskan karena berasal dari Allah sendiri.

Dalam Yesaya 42:1–9, Allah memperkenalkan Hamba-Nya yang dipilih-Nya. Ia tidak berteriak atau mematahkan buluh yang terkulai; Ia datang dengan kelembutan, tetapi membawa keadilan yang teguh. Kebenaran Allah tidak dipaksakan dengan kekerasan, melainkan dihadirkan dengan kasih yang memulihkan. Di sini kita belajar bahwa kebenaran yang membebaskan bukanlah kebenaran yang mempermalukan, melainkan yang mengangkat dan memberi harapan.

Mazmur 29 menegaskan bahwa suara Tuhan penuh kuasa dan kemuliaan. Suara-Nya mengguncang alam, namun berakhir dengan damai sejahtera bagi umat-Nya. Kebenaran Allah bukan sekadar konsep; ia adalah firman hidup yang berkuasa membongkar kepalsuan dan sekaligus memberi ketenangan. Ketika suara Tuhan didengar, kekacauan di dalam diri menemukan arah dan keteguhan.

Dalam Kisah Para Rasul 10:34–43, Petrus menyaksikan bahwa Allah tidak memandang muka. Kebenaran Injil membebaskan manusia dari tembok-tembok pemisah: suku, status, dan latar belakang. Yesus Kristus adalah Tuhan atas semua, dan melalui Dia pengampunan dosa diberitakan. Kebenaran yang membebaskan ini meluaskan ruang hidup—membuka pintu bagi siapa pun yang percaya, tanpa syarat-syarat buatan manusia.

Puncaknya terlihat dalam Matius 3:13–17, ketika Yesus dibaptis. Di sana kebenaran Allah dinyatakan secara utuh: Anak yang taat, Roh yang turun, dan suara Bapa yang berkenan. Kebenaran bukan hanya diajarkan, tetapi dihidupi. Yesus merendahkan diri-Nya, masuk ke dalam air bersama manusia berdosa, agar kita diangkat menjadi anak-anak yang dikasihi. Inilah kebenaran yang membebaskan—kebenaran yang rela turun untuk mengangkat.

Refleksi dan Aplikasi

  1. Apakah cara kita menyampaikan “kebenaran” sudah mencerminkan kelembutan Hamba Tuhan, atau justru melukai?

  2. Apakah kita sungguh mendengar suara Tuhan di tengah riuh suara lain yang membentuk keputusan hidup kita?

  3. Apakah kita masih membangun tembok-tembok eksklusif, padahal Injil membebaskan dan merangkul semua?

  4. Apakah kita bersedia hidup dalam ketaatan seperti Kristus, percaya bahwa di sanalah perkenanan Allah nyata?

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1044886
Users Today : 334
Users Yesterday : 1314
This Month : 16144
This Year : 16144
Total Users : 1044886
Who's Online : 24