Kebenaran yang Membebaskan di Tengah Bencana

Bulan November – Desember tahun 2025 lalu beberapa daerah di Sumatera, terutama Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, mengalami banjir bandang parah yang menyebabkan korban jiwa dan luka. Banjir juga mengakibatkan kerusakan parah pada rumah, tempat ibadah, sekolah, kantor, jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya. Banyak orang kehilangan sanak saudara dan harta benda dalam sekejap tanpa sempat diselamatkan. Kita ikut berbelasungkawa yang mendalam dan prihatin atas korban jiwa dan kerugian yang diderita oleh saudara-saudari kita di lokasi bencana.

Tanggung Jawab manusia terhadap ciptaan. Bencana banjir tersebut disebabkan beberapa hal. Selain curah hujan yang sangat tinggi (curah hujan setahun turun dalam 1 hari), kerusakan lingkungan memperparah dampaknya serta sangat merugikan. Kejadian tersebut membuka mata kita terhadap kondisi yang sebenarnya terjadi di daerah yang terdampak. Banyak fakta yang terbuka setelah kejadian yang menginformasikan banyaknya pembalakan, baik legal maupun diduga ilegal. Pembalakan hutan jika tidak dikelola dengan baik akan berakibat parah terhadap lingkungan sekitar dan pada akhirnya penduduk sekitar yang menerima dampaknya.

Ketidakadilan dalam penderitaan. Di saat kondisi demikian, yang paling menderita adalah orang orang yang paling lemah dan miskin. Lansia, anak-anak, orang sakit, ibu hamil dan melahirkan serta keluarga miskin akan mengalami dampak terbesar. Di saat yang lain lebih mampu secara fisik, mental, pikiran dan kemampuan finansial, mereka akan sangat mengalami kesulitan saat kejadian dan juga saat dalam pengungsian serta tahap pemulihan. Belum lagi kehilangan harta benda dan tempat usaha semakin memberikan ketidakpastian dalam kehidupan mereka.

Bencana sebagai panggilan iman. Tidak ada orang yang mau mengalami bencana apalagi sampai kehilangan sanak saudara dan harta benda. Tetapi di dalam kejadian tersebut kita harus percaya bahwa itu bukan hanya peristiwa alam tetapi momen di mana kita mendengarkan suara Tuhan dan merenungkan makna Tuhan. Kita sadar bahwa hidup kita sangat rapuh. Sakit, kecelakaan, bencana bisa datang dan kita alami sewaktu waktu tanpa kita bisa menghindar dan ini menyadarkan kita dari kesombongan dan bahwa selayaknyalah kita bergantung dan bersandar pada Tuhan.

Iman yang hidup adalah iman yang peduli. Korban bencana bukanlah angka statistik, melainkan sesama yang harus dikasihi melalui tindakan nyata. Mereka bukanlah objek untuk menjadi “pansos” demi kepentingan diri atau kelompok tertentu melainkan harus dibantu baik secara fisik, mental-psikologi, finansial dan dukungan kehidupan lainnya, termasuk (jika memungkinkan) hadir langsung di lokasi. Banyak dari mereka yang harus memulai hidup dari nol tanpa memiliki modal sama sekali. Sebagai umat Kristen kita harus melakukannya, karena kehadiran, bantuan dan kepedulian adalah bentuk nyata dari Kasih Kristus di tengah penderitaan. Selain itu, apa yang kita lakukan ini untuk menunjukkan kepada para korban bahwa kehadiran relawan, gereja dan orang orang yang tergerak untuk menolong adalah bentuk kehadiran Tuhan dalam penderitaan dan Tuhan bekerja melalui orang-orang tersebut. Oleh sebab itu kita diminta untuk tetap melakukan kepedulian berkelanjutan, berkomitmen dalam jangka panjang, tidak berhenti di empati sesaat.

Menjadi terang di dunia yang terluka. Sebagai orang percaya kita diajak menjadikan bencana sebagai panggilan untuk bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui langkah kecil kita, Tuhan memakai kita untuk menghadirkan harapan, keadilan dan damai sejahtera kepada sesama yang sedang kehilangan dan membutuhkan. Kiranya iman kita semakin dewasa dan peka. Kebenaran yang membebaskan menuntun kita untuk lebih rendah hati, lebih peduli dan lebih setia mengasihi. Amin. (MMN)

KEBAKTIAN MINGGU

SAKSI KRISTUS YANG MENGUBAHKAN

Kisah Para Rasul 2:14a, 22-32; Mazmur 16; 1 Petrus 1:3-9; Yohanes 20:19-31

Kebaktian 12 April 2026 oleh Pdt. Nugraha Yudhi Rumpaka (GKI Bintaro)

Pendahuluan:

Pernahkah kita merasa terkurung oleh rasa takut, kecemasan, atau keraguan tentang masa depan? Jika ya, kita tidak sendirian. Pasca penyaliban Yesus, para murid berkumpul dalam sebuah ruangan dengan pintu tertutup rapat karena takut. Harapan mereka seolah ikut terkubur di dalam makam. Namun, di tengah ketakutan dan rasa putus asa itulah, Yesus yang bangkit hadir secara nyata, menembus “tembok” ketakutan mereka, dan menyapa, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yohanes 20:19).

Kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa sejarah di masa lalu; itu adalah sebuah kuasa nyata yang mengubahkan. Melalui bacaan-bacaan minggu ini, kita diajak untuk melihat bagaimana kuasa kebangkitan itu mengubah hidup para pengikut-Nya:

1. Mengubah Ketakutan Menjadi Keberanian Kehadiran Kristus mengubah ruangan yang semula penuh ketakutan menjadi tempat pengutusan. Transformasi ini paling nyata terlihat dalam diri Petrus. Murid yang sebelumnya menyangkal Yesus sebanyak tiga kali karena takut kepada hamba perempuan, kini dalam Kisah Para Rasul 2, tampil dengan penuh keberanian di hadapan ribuan orang. Ia bersaksi dengan lantang bahwa Yesus yang disalibkan telah dibangkitkan Allah. Pengalaman akan Kristus yang hidup memberinya keberanian absolut.

2. Mengubah Keraguan Menjadi Keyakinan (Iman)

Tomas mewakili sisi manusiawi kita. Ia logis, butuh bukti, dan menuntut untuk melihat langsung. Menariknya, Yesus tidak membuang Tomas karena keraguannya. Yesus justru merengkuhnya, menawarkan luka-luka-Nya untuk disentuh. Hasil dari kasih karunia ini adalah pengakuan iman yang paling agung dalam Injil Yohanes: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Keraguan yang dibawa kepada Kristus akan diubah menjadi fondasi iman yang kokoh. Dan bagi kita saat ini, Kristus memberikan janji yang indah: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

3. Mengubah Keputusasaan Menjadi Pengharapan yang Hidup

Dalam suratnya (1 Petrus 1:3-9), Petrus—yang telah diubahkan itu—mengingatkan jemaat bahwa melalui kebangkitan Kristus, kita telah dilahirkan kembali ke dalam “suatu pengharapan yang hidup”. Pengharapan ini tidak menjanjikan hidup yang bebas dari masalah. Justru, di tengah berbagai pencobaan, iman kita sedang dimurnikan seperti emas. Pengharapan inilah yang senada dengan seruan syukur pemazmur, “Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati…” (Mazmur 16:10). Bersama Tuhan, kita tahu bahwa maut dan penderitaan bukanlah akhir cerita.

Aplikasi Bagi Kita Saat Ini

Menjadi “Saksi Kristus yang Mengubahkan” tidak selalu berarti kita harus berdiri dan berkhotbah di depan ribuan orang seperti Petrus. Seringkali, panggilan itu hidup dalam keseharian kita:

  • Membawa damai sejahtera ke dalam keluarga atau tempat kerja yang sedang penuh konflik.

  • Tetap memancarkan pengharapan yang hidup ketika situasi ekonomi atau kesehatan sedang sulit.

  • Memiliki iman yang teguh di tengah dunia yang semakin skeptis dan penuh keraguan.

Kita hanya bisa menjadi saksi yang mengubahkan lingkungan kita apabila kita sendiri telah mengizinkan Kristus yang bangkit untuk mengubahkan hati kita. Biarlah damai sejahtera dan kuasa kebangkitan-Nya terus menyertai dan memampukan kita menjadi saksi-saksi-Nya yang setia, minggu ini dan selamanya. Amin

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1192330
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1192330
Who's Online :