Penyertaan Tuhan Sempurna

“… Aku sekali-kali tidak akan mengabaikan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5b).

Sangat bersyukur, tidak terasa sudah 2 minggu lebih kita memasuki tahun 2026. Banyak hal yang sudah kita lewati di tahun 2025, suka maupun duka. Satu hal yang pasti, PENYERTAAN TUHAN SEMPURNA.

Tahun 2026 masih panjang, kita harus ingat bahwa penyertaan Tuhan bukan hanya pada saat senang, tetapi juga saat kita dalam kesulitan, Ia memberikan kekuatan, tuntunan, dan perlindungan sehingga kita tidak perlu takut akan masalah, karena Dia adalah penolong sejati dan akan memberi jalan keluar. Penyertaan Tuhan bukan sekedar janji, melainkan kenyataan yang nyata setiap hari, bahkan ketika kita tidak menyadarinya.

Bangsa Israel adalah contoh nyata. Tuhan menyertai mereka dengan tiang awan di siang hari dan tiang api di malam hari. Itu menunjukkan bahwa Tuhan hadir di setiap waktu – memberi perlindungan, petunjuk, dan pengharapan. Demikian juga dengan hidup kita hari ini. Tuhan mungkin tidak selalu mengangkat masalah kita seketika, tetapi Dia memberikan kekuatan untuk bisa melewatinya.

Setiap orang memiliki tujuan dalam hidup, tetapi perjalanan menuju tujuan itu tidak selalu berjalan mulus. Seperti bangsa Israel yang menghadapi berbagai tantangan, kesulitan, dan keputusan dalam perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian, kita pun menghadapi banyak rintangan dalam hidup. Musa, sebagai pemimpin umat Israel, menyadari bahwa mereka tidak akan mampu mencapai tujuan mereka tanpa penyertaan Tuhan. Oleh karena itu, dengan penuh keyakinan Musa berkata kepada Tuhan bahwa ia tidak mau melangkah jika Tuhan tidak menyertai mereka.

Pernyataan Musa ini menunjukkan bahwa penyertaan Tuhan bukan sekadar tambahan dalam hidup, melainkan kebutuhan utama. Hari ini, kita pun perlu memastikan bahwa setiap langkah yang kita ambil selalu berada dalam penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan yang sempurna juga mengajarkan kita untuk percaya, bukan hanya melihat. Ada saat di mana kita tidak memahami rencana-Nya, tetapi iman menolong kita untuk meyakini bahwa Tuhan sedang bekerja mendatangkan kebaikan.

Dari renungan kita hari ini, kita bisa belajar tentang makna Penyertaan Tuhan yang Sempurna:

  • Bukan Ketiadaan Masalah: adanya Penyertaan Tuhan tidak berarti kita akan terbebas dari air, sungai, atau api kehidupan (kesulitan, tantangan, penderitaan). Sebaliknya, sesuai dengan janji-Nya dalam Yesaya 43:2 adalah bahwa saat kita melewatinya, kita tidak akan hanyut atau hangus, karena Dia ada bersama kita.
  • Sumber Kekuatan dan Pimpinan: Penyertaan-Nya adalah kasih karunia yang memampukan kita untuk bertahan dan bertumbuh di tengah tekanan. Dia memberikan kekuatan baru, menuntun langkah, dan mengarahkan hidup kita sesuai kehendak-Nya.
  • Kehadiran yang Abadi (Imanuel): Melalui Roh Kudus, Tuhan tinggal di dalam setiap orang percaya dan menyertai kita senantiasa sampai akhir zaman, di mana pun kita berada. Kesadaran akan kehadiran-Nya ini (Imanuel, Allah beserta kita) mengubah ketakutan menjadi kekuatan.
  • Fokus pada Pribadi Tuhan, Bukan Tempat/Benda: Penyertaan Tuhan lebih penting daripada tempat, pekerjaan, atau relasi. Di padang gurun, Bangsa Israel mengalami berkat bukan karena tempatnya, tetapi karena Tuhan menyertai mereka melalui tiang awan dan tiang api.
  • Kesempurnaan dalam Kelemahan: Penyertaan Tuhan sempurna bahkan di tengah kelemahan, kegagalan, dan saat kita merasa sendiri.

Setelah kita mengalami penyertaan Tuhan yang sempurna dalam hidup kita, harusnya lah hidup kita menjadi berbeda. Kita harus bersikap seperti layaknya umat yang dipimpin oleh Tuhan, menjadi terang dan terus berbuah bagi banyak orang. Amin. (MEP)

KEBAKTIAN MINGGU

SAKSI KRISTUS YANG MENGUBAHKAN

Kisah Para Rasul 2:14a, 22-32; Mazmur 16; 1 Petrus 1:3-9; Yohanes 20:19-31

Kebaktian 12 April 2026 oleh Pdt. Nugraha Yudhi Rumpaka (GKI Bintaro)

Pendahuluan:

Pernahkah kita merasa terkurung oleh rasa takut, kecemasan, atau keraguan tentang masa depan? Jika ya, kita tidak sendirian. Pasca penyaliban Yesus, para murid berkumpul dalam sebuah ruangan dengan pintu tertutup rapat karena takut. Harapan mereka seolah ikut terkubur di dalam makam. Namun, di tengah ketakutan dan rasa putus asa itulah, Yesus yang bangkit hadir secara nyata, menembus “tembok” ketakutan mereka, dan menyapa, “Damai sejahtera bagi kamu!” (Yohanes 20:19).

Kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa sejarah di masa lalu; itu adalah sebuah kuasa nyata yang mengubahkan. Melalui bacaan-bacaan minggu ini, kita diajak untuk melihat bagaimana kuasa kebangkitan itu mengubah hidup para pengikut-Nya:

1. Mengubah Ketakutan Menjadi Keberanian Kehadiran Kristus mengubah ruangan yang semula penuh ketakutan menjadi tempat pengutusan. Transformasi ini paling nyata terlihat dalam diri Petrus. Murid yang sebelumnya menyangkal Yesus sebanyak tiga kali karena takut kepada hamba perempuan, kini dalam Kisah Para Rasul 2, tampil dengan penuh keberanian di hadapan ribuan orang. Ia bersaksi dengan lantang bahwa Yesus yang disalibkan telah dibangkitkan Allah. Pengalaman akan Kristus yang hidup memberinya keberanian absolut.

2. Mengubah Keraguan Menjadi Keyakinan (Iman)

Tomas mewakili sisi manusiawi kita. Ia logis, butuh bukti, dan menuntut untuk melihat langsung. Menariknya, Yesus tidak membuang Tomas karena keraguannya. Yesus justru merengkuhnya, menawarkan luka-luka-Nya untuk disentuh. Hasil dari kasih karunia ini adalah pengakuan iman yang paling agung dalam Injil Yohanes: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Keraguan yang dibawa kepada Kristus akan diubah menjadi fondasi iman yang kokoh. Dan bagi kita saat ini, Kristus memberikan janji yang indah: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

3. Mengubah Keputusasaan Menjadi Pengharapan yang Hidup

Dalam suratnya (1 Petrus 1:3-9), Petrus—yang telah diubahkan itu—mengingatkan jemaat bahwa melalui kebangkitan Kristus, kita telah dilahirkan kembali ke dalam “suatu pengharapan yang hidup”. Pengharapan ini tidak menjanjikan hidup yang bebas dari masalah. Justru, di tengah berbagai pencobaan, iman kita sedang dimurnikan seperti emas. Pengharapan inilah yang senada dengan seruan syukur pemazmur, “Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati…” (Mazmur 16:10). Bersama Tuhan, kita tahu bahwa maut dan penderitaan bukanlah akhir cerita.

Aplikasi Bagi Kita Saat Ini

Menjadi “Saksi Kristus yang Mengubahkan” tidak selalu berarti kita harus berdiri dan berkhotbah di depan ribuan orang seperti Petrus. Seringkali, panggilan itu hidup dalam keseharian kita:

  • Membawa damai sejahtera ke dalam keluarga atau tempat kerja yang sedang penuh konflik.

  • Tetap memancarkan pengharapan yang hidup ketika situasi ekonomi atau kesehatan sedang sulit.

  • Memiliki iman yang teguh di tengah dunia yang semakin skeptis dan penuh keraguan.

Kita hanya bisa menjadi saksi yang mengubahkan lingkungan kita apabila kita sendiri telah mengizinkan Kristus yang bangkit untuk mengubahkan hati kita. Biarlah damai sejahtera dan kuasa kebangkitan-Nya terus menyertai dan memampukan kita menjadi saksi-saksi-Nya yang setia, minggu ini dan selamanya. Amin

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1192612
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1192612
Who's Online :