Manusia di era digital

Manusia di era digital

Ada sebuah judul buku yang sedang saya baca dalam beberapa hari ini berjudulkan Manusia Digital. Buku ini menceritakan tentang perubahan zaman manusia dari dulu hingga sekarang. Perkembangan teknologi yang telah mengubah cara kita berbicara, berdagang dan bertransaksi. Adanya sebuah transformasi yang meliputi seluruh lapisan kehidupan dunia. Buku ini juga mengatakan bahwa masa sekarang adalah era disrupsi terjadi di berbagai bidang. Oleh karena itu manusia zaman sekarang harus memersiapkan diri dalam menghadapi tantangan zaman sekarang.

Umat yang terkasih, penciptaan sebuah mesih uap pada akhir abad ke-18 (pada tahun 1750-1850), menyebabkan terjadinya revolusi industri. Revolusi industri ini menyebabkan perubahan besar-besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, teknologi dan memiliki dampak yang mendalam terhadap segala aspek kehidupan dunia. Saat ini kita sedang menghadapi revolusi industri keempat yang dikenal dengan revolusi industri 4.0. Revolusi ini merupakan era inovasi disruptif, dimana era ini berkembang sangat begitu pesat, sehingga membawa dampak terciptanya pasar baru bahkan lebih dasyatnya lagi era ini mampu mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, menggantikan teknologi yang sudah ada.

Apa itu era disrupsi? Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa disrupsi adalah hal yang tercabut dari akarnya, maka ketika definisi ini dikaitkan dengan perubahan, disrupsi bisa diartikan sebagai perubahan yang mendasar atau fundamental. Perubahan yang terlihat sangat nyata adalah berkembang pesatnya dunia maya dalam segala aspek kehidupan manusia. Hampir bisa dikatakan, setiap manusia yang ada di dunia ini mempunyai jejak digital. Pada era disrupsi ini apakah keluarga, para pendidik, gereja siap menghadapi tantangan zaman ini? Atau menolak segala hal yang berbau digitalisasi? Pada revolusi industri 4.0 ini memiliki slogan ‘’Yang Cepat dapat Memangsa yang Lambat’’ sudah bukan zamannya lagi ‘’Yang Besar Memangsa yang Kecil’’. Ini berarti diperlukan sebuah kecepatan dalam bertindak saat menghadapi tantangan zaman ini. Jika dunia pendidikan tidak memersiapkan naradidiknya maka mereka akan bisa terlempar dari persaingan. Ataupun jika gereja, tidak dengan cepat tanggap menghadapi tantangan zaman, bisa saja gereja akan ditinggalkan kaum muda karena dianggap tidak memberikan dampak dalam kehidupan mereka.

Apa yang bisa kita bekali untuk anak-anak kita dalam menghadapi tantangan zaman sekarang? untuk bisa menyiapkan generasi milenial yang siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 harus disiapkan berbagai aspek yang mendukungnya. Aspek Pendidikan memiliki peran yang besar untuk membentuk karakter, budi pekerti, agama, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang mereka miliki. Maka dari itu, bisa dibilang tonggak keberhasilan generasi milenial untuk menghadapi revolusi tersebut dimulai dari para pendidik di setiap jenjang. Para pendidik sekiranya harus bisa meninggalkan pola pembelajaran lama diganti dengan pola pembelajaran kekinian yang bisa melahirkan generasi-generasi tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut. Karena itu, memang sudah seharusnya para pendidik menjadi insan pembelajar Dimana mereka harus bisa menerima, beradaptasi, dan mengikuti perubahan zaman.

Pada minggu ini kita bersama-sama merayakan dies natalis UKRIDA yang resmi berdiri pada 20 Januari 1967. Arti kata Krida adalah berkarya, sedangkan Wacana berarti Firman (Tuhan). Universitas Kristen Krida Wacana berarti Universitas yang Berkarya bagi Sang Firman (Tuhan). Sebagai bagian dalam pelayanan GKI Sinode Wilayah Jabar, kita sepatutnya bersyukur bahwa GKI ikut terlibat dalam mempersiapkan naradidik di era digital ini. Namun patutlah kita ingat seperti yang tertulis di dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari di dalam Amsal 1:7 Untuk memperoleh ilmu sejati, pertama-tama orang harus mempunyai rasa hormat dan takut kepada TUHAN. Orang bodoh tidak menghargai hikmat dan tidak mau diajar.

Sebagai bagian dari pelayanan untuk pendidikan di Indonesia ini, maka pihak-pihak yang terlibat di dalam pelayanan pendidikan di UKRIDA haruslah tetap berpegang kepada Tuhan sebagai titik berangkat pelayanan di bidang pendidikan.

Dalam menghadapi tantangan zaman sekarang maka ada lima hal yang perlu diperhatikan di dalam pelayanan pendidikan di era digital ini:

  1. Kemampuan untuk beradaptasi
  2. Kemampuan untuk berkolaborasi
  3. Kemampuan untuk memecahkan masalah
  4. Kemampuan untuk mempimpin
  5. Kemampuan untuk menciptakan sebuah kreatifitas dan juga inovasi

Kelima hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab gereja dan dunia pendidikan (dalam hal ini UKRIDA) untuk mempersiapkan setiap orang untuk menghadapi tantangan zaman namun dengan tetap beriman kepada Kristus.

Selamat untuk UKRIDA di usia yang ke-53, semoga terus menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menyalurkan berkat Tuhan. Soli Deo Gloria. (DRS)

 

 

 

Renungan Sepekan

Hidup Berkelimpahan dalam Kristus

Kisah para rasul 2:42-47, Mazmur 23, 1 Petrus 2:19-25, Yohanes 10:1-10

Banyak orang mengartikan “hidup berkelimpahan” dengan saldo rekening yang terus bertambah atau hidup tanpa masalah. Namun, melalui rangkaian firman Tuhan hari ini, kita diajak untuk melihat standar kelimpahan yang berbeda—bukan tentang apa yang kita miliki, melainkan tentang siapa yang memiliki kita.

1. Sang Gembala yang Mengenal Domba-Nya (Yohanes 10:1-10)

Tuhan Yesus menegaskan bahwa Ia datang agar kita memiliki hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Kelimpahan ini dimulai dari relasi.

  • Pencuri datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan melalui janji-janji palsu dunia.

  • Kristus, Sang Gembala Baik, memberikan diri-Nya sebagai pintu. Hidup berkelimpahan berarti hidup dalam perlindungan, tuntunan, dan pengenalan pribadi dengan Sang Pencipta.

2. Kepuasan di Dalam Tuhan (Mazmur 23)

Daud menulis, “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” Ini adalah deklarasi kepuasan.

  • Rumput yang hijau dan air yang tenang: Tuhan memberikan ketenangan jiwa di tengah dunia yang bising.

  • Lembah kekelaman: Kelimpahan bukan berarti absennya penderitaan, tetapi hadirnya Tuhan yang menyertai dengan gada dan tongkat-Nya. Kita berkelimpahan karena kita tidak pernah sendirian.

3. Ketabahan dalam Penderitaan (1 Petrus 2:19-25)

Mungkin terdengar kontradiktif, tetapi hidup berkelimpahan juga mencakup kemampuan untuk menderita dengan cara yang benar.

  • Kristus meninggalkan teladan agar kita mengikuti jejak-Nya.

  • Saat kita disakiti namun tetap mengampuni, saat kita menderita namun tetap percaya, di situlah kekayaan iman kita terpancar. Kita berkelimpahan karena memiliki pengharapan kekal yang tidak bisa dirampas oleh ketidakadilan dunia.

4. Kelimpahan dalam Komunitas (Kisah Para Rasul 2:42-47)

Hidup berkelimpahan tidak pernah bersifat egois; ia selalu meluap keluar. Cara hidup jemaat mula-mula menunjukkan bahwa:

  • Berbagi adalah bukti kecukupan: Mereka menjual harta milik mereka dan membagikannya kepada yang membutuhkan.

  • Sukacita yang tulus: Mereka makan bersama dengan gembira dan tulus hati.

  • Kelimpahan sejati terlihat ketika gereja (kita) menjadi saluran berkat, di mana tidak ada seorang pun yang berkekurangan karena kasih yang dipraktekkan secara nyata.

Kesimpulan

Hidup berkelimpahan dalam Kristus adalah hidup yang penuh dengan kehadiran Allah, puas dalam pemeliharaan-Nya, tangguh di tengah ujian, dan bermurah hati kepada sesama.

Bukan tentang seberapa banyak yang kita kumpulkan, melainkan seberapa besar kasih Kristus yang mengalir melalui hidup kita. Ketika Kristus menjadi pusat, maka kekurangan secara fisik tidak akan mampu mengurangi kekayaan jiwa kita.

Renungan Pribadi: Apakah hari ini aku masih merasa kurang karena fokus pada apa yang belum kumiliki, ataukah aku sudah merasa limpah karena menyadari siapa yang berjalan di sampingku?

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan reminder tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1206662
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1206662
Who's Online :