Tetap Berkarya dan Melayani

Tahu saus Tiram? Biasanya masakan Chinese Food sering mengunakan bahan ini. Awalnya, saus tiram adalah sebuah kesalahan yang terjadi pada tahun 1888, di Guangdong, Tiongkok. Seseorang, bernama Lee Kum Sheung, sedang merebus tiram dan lupa mematikan api. Air rebusannya mengental menjadi saus gurih. Ia lalu menyempurnakan dan menjualnya sebagai saus tiram. Ia mendirikan perusahaan Lee Kum Kee dan tersebar ke seluruh dunia.

Kejadian kesalahan yang justru menghasilkan sebuah produk baru juga pernah dialami oleh mama saya, pada tahun 2013. Mama saya sedang memasak sayur daun kelor dan lupa dimatikan apinya. Daun kelor mejadi kering berwarna kecolatan. Mama saya kemudian mengolah kelor yang mengering itu menjadi kopi kelor. Selanutnya, mama terus mengembangkan berbagai macam produk olahan berbahan dasar daun kelor. Pada tahun 2016, mama mendirikan UMKM yang bernama ”KELORIDA” (singkatan Kelornya bu Ida) di Trirenggo, Bantul, Yogyakarta. Kelorida sukses menginovasikan tanaman kelor menjadi puluhan produk bernilai tinggi hingga menembus pasar internasional, seperti Australia.

Daun kelor memiliki kepadatan nutrisi yang sangat tinggi. Di dalam daun kelor terkandung: vitamin A, vitamin B2, vitamin B6, mineral: kalsium, kalium, zat besi, magnesium, fosfor , dan senyawa aktif: flavonoid, polifenol, sothiocyanate, serta protein. Bisa dibilang kelor adalah superfood dengan kandungan yang banyak nutrisi. Namun, jangan sekali-kali memasak akar pohon kelor karena akarnya mengandung sianida yang sangat tinggi. .

Mulai tahun 2015, mama saya membagikan ilmunya kepada banyak orang yang berkunjung ke rumah produksi Kelorida. Tidak terhitung berapa banyak orang yang belajar. Mulai dari Papua, NTT, Kalimantan, Jambi, Jawa Tengah, dan masih banyak lagi. Saat ini, setelah hampir 10 tahun memproduksi daun kelor dan di usianya 60 tahun, mama masih membagikan ilmunya.

Pada bulan Oktober tahun lalu, mama datang ke Jakarta untuk mengikuti rapat IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), mama juga ikut fashion show untuk menampilkan desain baju wanita dari sebuah UMKM, milik temannya. Saat itu, tiba-tiba mama terkena serangan jantung dan harus diablasi pada bulan Desember. Sejak itu, beliau mengurangi aktivitasnya. Satu hal yang membuat saya terharu dan bangga, selama beliau sakit, hampir setiap hari ada yang berkunjung untuk menengok dan melihat kondisi mama. Memang mama terkenal dengan julukan ”Ratu Kelor”, karena beliaulah yang pertama kali menjual produk kelor dari Jogja. Namun, sekarang sudah banyak yang mengcopy paste.

Kelorida juga menjadi berkat bagi para petani di daerah Bantul. Mereka menanam kelor di pinggir sawah. Setiap pohon kelor yang sudah rimbun dan masih muda, dibeli oleh Kelorida. Pohon kelor menambah pendapatan para petani, selain dari menanam padi.

Di tengah kesibukannya, beliau juga melayani sebagai WL dan paduan suara kaum lansia di gereja. Hari ini saya baca status WAnya ”Gunung tidak pernah sibuk menjelaskan betapa tinggi dirinya. Ia hanya berdiri tenang di tempatnya, namun semua orang meihat kemegahannya tanpa perlu banyak kata. Begitu pula manusia yang benar-benar memliki nilai dalam hidup. Mereka tidak sibuk mecari pengakuan, tidak haus dipuji dan tidak perlu meninggikan diri di hadapan orang lain, karena ketenangan sikap, cara berbicara, dan perbuatannya sudah cukup menunjukkan siapa dirinya sebenarnya.” Mungkin kata-kata ini menjadi refleksi bagi kita dalam melayani di gereja. Apakah kita haus akan pujian dari orang atau haus untuk diakui oleh orang lain sehingga merasa tinggi dibandingkan orang lain?

Usia tidak menjadi halangan untuk tetap berkarya dan melayani, sama seperti yang tertulis dalam Mazmur 92:14–15 (TB) “Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.” Ayat ini mengingatkan bahwa seseorang tetap dapat menghasilkan buah dan menjadi berkat di masa tua. Ada slogan buat UMKM Kelorida ” Walaupun dunia tak selebar daun kelor, dengan kelor, Kelorida Mendunia. (CHE)

Renungan Sepekan

KERJAKAN KESELAMATANMU

Keluaran 17:1–7; Mazmur 78:1–4, 12–16; Filipi 2:1–13; Matius 21:23–32

Kita sering berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Kita juga percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah yang telah diberikan kepada kita melalui Kristus. Namun, apakah keselamatan itu berhenti pada apa yang kita percaya? Bacaan-bacaan kita hari ini mengajak kita melihat bahwa keselamatan yang Allah kerjakan perlu dihidupi dalam perjalanan kehidupan kita.

Dalam Keluaran 17, bangsa Israel telah mengalami pembebasan Tuhan dari Mesir. Namun, perjalanan mereka belum selesai. Di Rafidim mereka menghadapi persoalan karena tidak ada air. Mereka kemudian mempertanyakan kehadiran Tuhan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?” Mereka sudah mengalami pertolongan Tuhan, tetapi dalam persoalan baru mereka kembali mengalami keraguan. Tuhan tetap hadir dan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa menjadi umat yang telah mengalami karya keselamatan Tuhan tidak berarti perjalanan hidup selalu mudah. Kita tetap belajar percaya dan bergantung kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Mazmur 78 kemudian mengajak umat untuk mengingat dan menceritakan karya Tuhan kepada generasi berikutnya. Pengalaman tentang kesetiaan Tuhan tidak boleh berhenti pada satu generasi. Apa yang telah Tuhan lakukan perlu diingat, diceritakan, dan menjadi dasar bagi kehidupan umat pada masa kini. Keselamatan yang kita ingat seharusnya memengaruhi cara kita menjalani kehidupan.

Hal ini semakin jelas dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi. Paulus berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar.” Perkataan ini bukan berarti kita harus berusaha mendapatkan keselamatan dengan kekuatan dan perbuatan kita sendiri. Paulus langsung menegaskan bahwa Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan. Karena itu, mengerjakan keselamatan berarti menghidupi keselamatan yang telah Allah kerjakan. Keselamatan itu terlihat ketika kita hidup dalam kasih, tidak mementingkan diri sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain, dan memiliki kerendahan hati seperti Kristus.

Hal yang sama terlihat dalam perumpamaan Yesus tentang dua anak dalam Matius 21. Anak pertama berkata “ya” kepada ayahnya, tetapi tidak pergi. Anak kedua berkata “tidak”, tetapi kemudian menyesal dan pergi melakukan kehendak ayahnya. Yesus menunjukkan bahwa melakukan kehendak Allah tidak cukup hanya dengan perkataan. Iman dan pertobatan harus terlihat dalam tindakan.

Keempat bacaan ini membawa kita kepada satu pertanyaan sederhana: Apakah keselamatan yang Allah kerjakan di dalam diri kita sudah terlihat dalam kehidupan kita? Bukan hanya dalam perkataan kita, tetapi dalam cara kita memperlakukan keluarga, sesama, gereja, dan orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita.

Maka, mengerjakan keselamatan berarti terus berjalan bersama Tuhan, mengingat dan menceritakan karya-Nya, membiarkan Kristus membentuk karakter kita, serta melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak mengerjakan keselamatan supaya diselamatkan. Kita mengerjakannya karena kita telah diselamatkan dan Allah sedang terus bekerja di dalam kita.

Kiranya kehidupan kita bukan hanya berkata, “Saya percaya kepada Tuhan,” tetapi juga menunjukkan melalui tindakan: “Saya hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan.”

Jadwal Kebaktian GKI Kota Wisata

Kebaktian Umum 1   : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian Umum 2  : Pk. 09.30 (Hybrid)

Kebaktian Prarem 8 : Pk 07.00 (Onsite)

Kebaktian Prarem 7 : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 3-6  : Pk. 07.00 (Onsite)

Kebaktian ASM 1-2   : Pk. 09.30 (Onsite)

Kebaktian Batita, Balita: Pk. 09:30 (Onsite)

Kebaktian Remaja  Pk 09.30 (Onsite)

Kebaktian Pemuda Pk. 09.30 (Onsite)

Subscribe Youtube Channel GKI Kota Wisata dan unduh Aplikasi GKI Kota Wisata untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan yang sedang berlangsung

 

 

GKI Kota Wisata

Ruko Trafalgar Blok SEI 12
Kota Wisata – Cibubur
BOGOR 16968

021 8493 6167, 021 8493 0768
0811 94 30100
gkikowis@yahoo.com
GKI Kowis
GKI Kota Wisata
: Lokasi

Nomor Rekening Bank
BCA : 572 5068686
BCA : 572 5099000 (PPGI)
Mandiri : 129 000 7925528 (Bea Siswa)

Statistik Pengunjung

1487979
Users Today :
Users Yesterday :
This Month :
This Year :
Total Users : 1487879
Views Today :
Total views : 100
Who's Online :